Rabu, 15 April 2026

Samarinda Kerap Banjir dan Korban Tenggelam, BPBD dan Basarnas Latih Relawan Water Rescue

Samarinda Kerap Banjir dan Korban Tenggelam, BPBD dan Basarnas Latih Relawan Water Rescue

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA -Samarinda Kerap Banjir dan Korban Tenggelam, BPBD dan Basarnas Latih Relawan Water Rescue

Sadar kehadiran relawan sangat membantu, terutama saat terjadi bencana alam maupun peristiwa kebencanaan,

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim dan Unit Siaga SAR dari Basarnas Samarinda menggelar pembekalan teknis kebencanaan bagi relawan.

Pembekalan tersebut dilaksanakan selama dua hari, 23-24 Oktober 2019, meliputi teori dan praktek.

Pada pelatihan kali ini, materi yang diberikan berupa water rescue.

Kepala Unit Siaga SAR dari Basarnas Samarinda, Dede Hariana menjelaskan, dipilihnya water rescue sebagai materi utama disesuaikan dengan kondisi Kota Samarinda yang kerap terjadi banjir, maupun korban tenggelam di sungai Mahakam.

Pelatihan water rescue meliputi pengoperasian perahu karet, pengenalan mesin, tata cara mendayung, tata cara berenang saat lakukan pertolongan, hingga evakuasi korban, dan pertolongan pertama.

"Relawan selalu bantu kita ketika ada kebencanaan, makanya kita juga ingin bekali mereka dengan keahlian dan skill yang dapat diterapkan saat terjadi keadaan darurat, terutama di air," ucapnya, Kamis (24/10/2019).

Terdapat sekitar 25 relawan dan 5 anggota BPBD Kaltim yang ikut serta dalam pelatihan.

Bahkan, nantinya direncanakan akan diselenggarakan pelatihan dalam skala besar dengan diikuti banyak unsur.

"Seharusnya rutin dilaksanakan pelatihan seperti ini. Pada pelatihan kali ini semua gratis, peserta cukup datang saja, fokus dan serap materi yang diberikan," tutuenya.

Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kaltim, A Sabaraji menjelaskan, tahun ini pihaknya melakukan dua kegiatan pembinaan,

salah satunya pelatihan untuk relawan di Samarinda yang telah dilaksanakan, serta bimbingan teknis Desa Tangguh Bencana (Destana) yang akan dilaksanakan November 2019 mendatang di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

"Kita ingin kegiatan seperti ini rutin dilaksanakan, tapi tergantung anggaran lagi. Dalam waktu dekat kita laksanakan di PPU, terkait dengan Destana," jelasnya.

Lanjut dirinya menjelaskan, selain membekali relawan dengan skill keahlian, pelaksanaannya juga sekaligus bertujuan membangun komunikasi, solidaritas dan kerja sama.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved