Bantuan Uang Tunai Kepada Korban Kebakaran di Penajam Cukup Untuk 6 Bulan, Ini Rincian Bantuannya
Bantuan Uang Tunai Kepada Korban Kebakaran di Penajam Cukup Untuk 6 Bulan, Ini Rincian Bantuannya
Penulis: Heriani AM | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Bantuan Uang Tunai Kepada Korban Kebakaran di Penajam Cukup Untuk 6 Bulan, Ini Rincian Bantuannya.
Wakil Bupati Penajam Paser Utara, Hamdam tutup pos tanggap darurat
bencana, sekaligus menyerahkan bantuan secara simbolik ke korban terdampak yang mengungsi.
Sebanyak 94 Kepala Keluarga (KK) mendapat 53 kilogram beras, mie instan 7 dus + 10 bungkus,
gula 4 kilogram, teh 3 kotak , telur 2 rak, susu 3 kaleng, minyak makan 6 liter, kopi 2 bungkus,
1 set peralatan mandi, kidsware, rekrasional, paket sandang, dan alat tulis.
Masing-masing KK mendapat bantuan uang tunai sejumlah Rp5,5 juta, sebagai modal awal untuk memulai hidup baru.
Uang tunai diberikan secara langsung maupun melalui rekening bank.
"Masa tanggap darurat sudah berakhir hari ini, dan korban terdampak akan kita antar sampai rumah
sementara," kata Hamdam, Selasa (29/10/2019).
Bantuan tunai diberikan kepada masing-masing KK, diserahkan untuk memulai hidup baru, baik kos,
kontrak maupun tumpangan keluarga.
Bantuan tersebut dihimpun melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat, baik perorangan,
kelompok masyarakat, swasta dan pemerintah.
"Jumlahnya saya pikir cukup membantu hidup mereka selama kurang lebih 6 bulan," tambahnya.
Lanjut Hamdam, pemerintah daerah akan mengalokasikan anggaran pada APBD 2020 untuk bantuan
rekonstruksi rumah warga yang terdampak. Namun, nilainya masih dalam tahap diskusi dengan Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah setempat, menyesuaikan kondisi keuangan daerah. Sehingga masyarakat
diminta bersabar.
"Insyaallah korban terdampak akan kita anggarkan pada APBD Kabupaten untuk rekonstruksi bangunan
yang rusak," tandasnya.
Kodim 0913/Penajam Ajak Pemuda Jaga dan Cinta Tanah Air
Kodim 0913/Penajam Paser Utara menggelar komunikasi sosial (komsos) dengan komponen pemerintah
daerah, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama serta pemuda.
Hadir Wakil Bupati Penajam Paser Utara, Hamdam, Kapolres AKBP Sabil Umar,
pengurus Banser Nahdatul Ulama, tokoh pemekaran kabupaten hingga para Pasi dan Danramil
Kodim/0913 PPU.
Komsos digelar di Makodim 0913/ PPU pada Minggu (27/10/2019).
Dengan tema, memberdayakan wilayah pertahanan melalui kegiatan Binter terpadu guna memantapkan
ruang, alat dan kodisi juang yang tangguh.
Komandan Kodim, Letkol Inf Mahmud mengajak, untuk merefleksikan sejarah bangsa, yakni bekerja sama
dengan para pemuda untuk membela negara.
Kegiatan ini juga, dilaksanakan sebagai bentuk pembinaan Kodim setempat kepada para organisasi
pemuda di wilayah kabupaten, guna perwujudan kesatuan dan persatuan serta kebhinekaan.
"Ancaman keamanan banyak terjadi sehingga kita harus tetap waspada terhadap ancaman yang akan
menganggu stabilitas nasional," kata Mahmud.
Negara Indonesia lanjutnya, terdiri dari beberapa kemajemukan sehingga kemajemukan tersebut harus
dibangkitkan, agar dapat bersatu dan menjadi negara yang kuat.
Menurutnya, bela negara bukan tumbuh dengan sendirinya, sehingga kita harus memberikan pendidikan
kecintaan terhadap para pemuda dan generasi muda.
Pejuang dapat mengatasi tantangan dengan cara membangun sinergitas antar sesama.

Untuk itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk memperkokoh persatuan dalam kemajemukan
agar cinta terhadap bangsa dan negara selalu terjaga.
"Kita terdiri dari beberapa suku dan ras. Kami berharap semua saling merajuk kebhinekaan sehingga
kegiatan ini dapat memberi manfaat kepada para peserta sekalian," harapnya.
Gelar Taman Mangrove
Gelar Kegiatan Mulawarman Peduli, Kodim 0913/Penajam Paser Utara Tanam 2.019 Pohon Mangrove
Masih dalam euforia peringatan Hari Ulang Tahun ( HUT ) ke 74 Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang
jatuh pada 5 Oktober tahun 2019,
Komando Distrik (Kodim) 0913/Penajam Paser Utara tanam 2.019 bibit pohon mangrove. Jumlah 2.019 dipilih, sesuai dengan tahun ini.
Terbalut dalam kegiatan Mulawarman Peduli, Kodim 0913/Penajam Paser Utara bantu menyelamatkan
pantai dari ancaman abrasi.
Mangrove ditanam di RT 01 Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Penajam, Jumat (11/10/2019)
menggandeng instansi terkait,
organisasi masyarakat, pelajar dan masyarakat umum pencinta alam berjumlah kurang lebih 300 peserta.
Lokasi yang dipilih, memang lokasi yang tingkat terjadi abrasi cukup tinggi.
Sebelum penanaman dimulai, Komandan Kodim (Dandim) 0913/Penajam Paser Utara, Letkol Inf Mahmud,
terlebih dahulu melalukan giat apel dan pengecekan dihalaman rumah warga berdekatan dengan lokasi,
untuk memastikan apakah daerah tersebut juga aman dari abrasi atau tidak dan butuh dihijaukan.
Setelah itu, penanaman dimulai.
"Alhamdulillah, dan ucapan terimakasih kepada semua yang berpartisipasi menanam bibit pohon
mangrove sebagai salah satu upaya untuk menjaga ekosistem biota laut,
dengan harapan hewan yang hidup dipesisir pantai seperti ikan, udang, kepiting dan siput bisa tinggal di
daerah tersebut termasuk hewan darat seperti burung," tuturnya.
Menanam mangrove, merupakan wujud kepedulian TNI kepada alam dan masyarakat, juga perwujudan
semboyan TNI bersama rakyat.
"Minimal bisa mencegah erosi dan abrasi pantai serta penghasil oksigen yang baik bagi manusia," pungkasnya.
Baca Juga;
• Status Tanggap Darurat Bencana Ditutup, BPBD Penajam Salurkan Bantuan ke Tempat Tinggal Baru Korban
• Perbaikan Pelabuhan Speedboat Penajam Rampung November, Habiskan Anggaran Rp 200 Juta
• Sebanyak 4.762 Calon Pelanggan Jargas di Penajam Terverifikasi, Pemasangan 2020, Ini Harapan Pemkab
• 8 OPD di Penajam Paser Utara Belum Punya Kantor Sendiri, Bupati AGM Sebut Masih Bisa Sewa
• Sweeping Besar Besaran di Penajam Paser Utara Hingga 5 November, Kepolisian Tak Lakukan Penilangan?