Kampung Iklim Plus

Sarang Walet di Desa Sebelimbingan Efektif Cegah Kebakaran Hutan

Warga di sini tak ragu melestarikan kawasan hutan. Luas hutan desa yang diusulkan dalam RTRW mencapai 2.104 hektare.

Sarang Walet di Desa Sebelimbingan Efektif Cegah Kebakaran Hutan
Tribun Kaltim
Kepala Desa Sebelimbingan, Syauqani (kemeja biru), didampingi Konsultan Pembangunan & Perlindungan Sosial Forest Carbon Partnership Facility- Carbon Fund (FCPF-CF) Bank Dunia, Akhmad Wijaya, bersama jurnalis usai meninjau kawasan sarang walet di desa tersebut. 

TRIBUNKALTIM.CO - Usai meninjau kawasan persawahan Desa Muhuran, perjalanan dilanjutkan menuju Desa Sebelimbingan. Dua desa ini bertetangga. Perjalanan bisa ditempuh melalui jalur sungai maupun darat. Apa saja yang menarik di Sebelimbingan?

Menyusuri Sungai Belayan dari Muhuran ke Sebelimbingan menggunakan kapal kayu, Senin (21/10/2019) siang. Perjalanan ini lebih satu jam. Begitu tiba di Sebelimbingan, lokasi pertama yang dituju yakni kantor pemerintah desa setempat.

Memang, Sebelimbingan bukan desa yang masuk dalam 150 desa Program Kampung Iklim (Proklim) Plus. Namun tekad dan komitmen kepala desa serta masyarakat setempat dalam melestarikan kawasan hutan patut dicermati.

Kepala Desa terpilih Sebelimbingan, Syauqani, membeberkan banyak hal terkait pembangunan lingkungan hidup di desa ini, saat berbincang dengan para jurnalis yang didampingi oleh Kasubbag Publikasi Biro Humas Setprov Kaltim, Inni Indarpuri, dan Konsultan Pembangunan & Perlindungan Sosial Forest Carbon Partnership Facility- Carbon Fund (FCPF-CF) Bank Dunia, Akhmad Wijaya. Asal tahu saja, Syauqani beberapa pekan lalu terpilih sebagai orang nomor satu di pemerintahan desa tersebut.

Desa yang terbentang di areal seluas 4.925 hektare ini telah memiliki peta Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Seperti di Muhuran, Desa Sebelimbingan telah membagi wilayah sesuai potensinya. Ada kawasan permukiman, hutan desa, perkebunan masyarakat, perikanan, peternakan, pertanian dan lainnya.

Warga di sini tak ragu melestarikan kawasan hutan. Luas hutan desa yang diusulkan dalam RTRW mencapai 2.104 hektare. Kades Syauqani bertekad mengajak dan mengubah mindset warganya untuk bersama-sama menjaga hutan. "Hutan dapat dikelola untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan itu sudah kami buktikan dalam beberapa tahun terakhir ini," tutur Syauqani.

Ia menyebut, program yang sudah dilakukan antara lain dengan membangun kawasan sarang burung walet tak jauh dari hutan desa. Artinya, selain untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, keberadaan sarang burung walet di areal sekitar 100 hektare itu juga cukup efektif mencegah kebakaran hutan. Caranya, jika bermunculan api di kawasan tersebut, warga langsung berinisiatif memadamkannya. Jika tidak, sarang walet pun bakal ludes dilahap si jago merah.

Apa rencana selanjutnya? Menurut Syauqani, nantinya akan dibangun kolam pemancingan terbesar di Kukar bahkan Kaltim, berukuran 20 x 1.000 meter di desa itu. Di sekelilingnya juga akan ditanami berbagai tanaman ekonomis. Kolam pemancingan dimaksud untuk menampung ikan-ikan liar dari Danau Semayang dan sekitarnya. Jumlahnya pasti sangat banyak untuk jenis pepuyu dan sepat.

Sebelumnya, pada Senin (21/10/2019) pagi di Desa Muhuran, sempat berkunjung ke SD Negeri 016. Di sini, Kasubbag Publikasi Biro Humas Setprov Kaltim, Inni Indarpuri, menyerahkan sejumlah buku bacaan untuk menambah koleksi perpustakaan sekolah itu. Buku-buku tersebut diterima oleh Kepala Sekolah, Arwani.

Arwani mengungkapkan kondisi sekolah tersebut secara detail. Salah satu kendala yang dihadapi saat ini yakni sangat minimnya buku pelajaran sesuai kurikulum. "Untuk mengatasinya, terpaksa harus meminjam ke sekolah lain lalu diperbanyak atau difotokopi dan dibagikan kepada para murid," ujarnya. Tenaga pengajar pun masih cukup. Saat ini ada delapan guru berstatus PNS dan dua honorer.

Mengenai proses belajar mengajar, untuk sementara harus bergantian menggunakan tiga ruang kelas karena ruang kelas lainnya sedang direnovasi. Diperkirakan renovasi gedung sekolah rampung akhir 2019 ini dan aktivitas belajar mengajar kembali normal.(bersambung)

Editor: Fransina Luhukay
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved