Tak Terpilih Menteri, Pengamat Sebut Jadi Oposisi Juga Bagus untuk AHY, Bisa Berjuang Mulai dari Nol

Meski sempat santer diberitakan masuk kabinet Jokowi, nama AYH tak termasuk dalam nama-nama menteri kabinet Indonesia Maju yang baru diumumkan.

Tak Terpilih Menteri, Pengamat Sebut Jadi Oposisi Juga Bagus untuk AHY, Bisa Berjuang Mulai dari Nol
Kolase/Kompas.com/Tribunnews
Dendam Megawati Disebut Penyebab AHY tak Pilih Anak SBY jadi Menteri, PDIP Ingatkan soal Teuku Umar 

TRIBUNKALTIM.CO - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengumumkan sejumlah menterinya di Istana Merdeka pada Rabu (23/10/2019).

Anak dari Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebelumnya santer dikabarkan masuk kabinet Jokowi.

Pengamat komunikasi politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio menduga adanya ketidakmauan partai koalisi pendukung Jokowi membesarkan nama AHY seperti dilansir oleh Channel Youtube tvOneNews, Senin (28/10/2019).

 Kisah Selingkuh Ibu Kepala Sekolah dengan Wakil, Lebih Muda 8 Tahun, Ekspresi Suami Ngamuk di Hotel

 Minum Air Mentimun Setiap Hari, Jangan Kaget, Inilah 9 Manfaat yang Akan Terjadi di Tubuh Anda!

 Jadi Menteri Kaya, Ganteng, Inilah Foto - foto Rumah Gista Putri Istri Wishnutama yang Sangat Mewah

 Detik-detik Perwira Wanita TNI AD Dianiaya di dalam Mobil Usai Berbelanja, Polisi Cium Aroma Dendam

Sedangkan, AHY disebut-sebut akan menjadi sosok yang akan disiapkan Demokrat sebagai Calon Presiden 2024.

"Isunya karena Demokrat memiliki calon yang tidak diinginkan oleh parpol koalisi Jokowi yang lain."

"Mas AHY gitu yah karena Mas AHY ini kan sosok yang masa depan politiknya sangat baik, sangat bagus. Dan sudah menjadi rahasia umum, dia merupakan salah satu kandidat kuat presiden di 2024."

"Karena mungkin ada keengganan parpol koalisi Jokowi untuk membesarkan AHY lewat kursi menteri," papar Hendri.

Menurut Hendri, Jokowi sah-sah saja tidak memilih AHY sebagai menteri.

Pasalnya keputusan menteri juga merupakan hak prerogatif presiden.

"Itu adalah keputusan Pak Jokowi untuk tidak menempatkan kader Demokrat di kabinetnya, menurut saya itu sah-sah saja," ucapnya.

Halaman
1234
Editor: Doan Pardede
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved