Menkopolhukam Mahfud MD Beber Radikalisme Abu Bakar al-Baghdadi Ada Dalam Bentuk Ini di Indonesia

Menkopolhukam pengganti Wiranto Mahfud MD Beber Radikalisme Abu Bakar al-Baghdadi Ada Dalam Bentuk Ini di Indonesia

Menkopolhukam Mahfud MD Beber Radikalisme Abu Bakar al-Baghdadi Ada Dalam Bentuk Ini di Indonesia
kolase Tribun Kaltim
Menkopolhukam MAhfud MD dan pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi 

TRIBUNKALTIM.CO - Menkopolhukam pengganti Wiranto Mahfud MD beber radikal Abu Bakar al-Baghdadi ada dalam bentuk ini di Indonesia.

Diketahui, Abu Bakar al-Baghdadi merupakan pemimpin ISIS.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi tewasnya Abu Bakar al-Baghdadi. 

Daftar Lengkap Kenaikan UMP 2020 di 34 Provinsi, DKI Jakarta Kaltim Sulawesi Bandung, dan Yogyakarta

 Bahaya Lem Aibon, Dianggarkan Rp 82 M di APBD DKI Jakarta Era Anies Baswedan, Bikin Bunuh Diri

 Anggarkan Lem Aibon Rp 82 M, APBD DKI Jakarta Disorot, Kok Publik Bandingkan Anies Baswedan dan Ahok

 Puan Maharani Bongkar Hubungan Ibunya, Megawati dengan SBY, Hingga AHY Tak Jadi Menteri Jokowi

Sementara itu, dilansir dari Kompas.com, Menkopolhukam Mahfud MD mengomentari soal tewasnya pemimpin Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS Abu Bakar al-Baghdadi.

Menurut Mahfud MD, meski pemimpin gerakan radikal tersebut sudah tewas, pemerintah harus tetap memasang sinyal waspada.

Sebab, menurut Mahfud MD, jaringan ISIS masih ada di Indonesia.

"Virus Al-baghdadi itu di Indonesia itu ada.

Sekarang orangnya sudah meninggal, virus ini supaya diselesaikan, dibersihkan," ujar Mahfud MD seusai menghadiri kegiatan di Graha Sanusi Universitas Padjadjaran, Kota Bandung, Rabu (30/10/2019).

Tewasnya Abu Bakar al-Baghdadi, menurut Mahfud MD, seharusnya jadi momentum pemerintah untuk membersihkan pengaruh terorisme sebagai bentuk kesigapan dalam menjaga keutuhan negara.

"Ancaman terhadap keutuhan Indonesia itu kan ada ancaman terhadap teritori itu separatis, kemudian ancaman terhadap ideologi itu radikalisme, dalam pemikiran.

Halaman
1234
Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved