Jadi Ketua Umum Baru PSSI Mochamad Iriawan alias Iwan Bule Beberkan Gagasan Perbaiki Liga 1
Jadi Ketua Umum baru PSSI Mochamad Iriawan alias Iwan Bule Beberkan gagasan perbaiki Liga 1
TRIBUNKALTIM.CO - Jadi Ketua Umum baru PSSI Mochamad Iriawan alias Iwan Bule Beberkan gagasan perbaiki Liga 1
Setelah terpilih menjadi Ketua Umum baru di PSSI Mochamad Iriawan alias Iwan Bule mengheluarkan gagasan tentang pembenahan Liga 1.
Pasalnya benyaknya 'kekacauan di 'Liga1' berimbas kepada prestasi Timnas Indonesia.
• Menerka Calon Sekjen PSSI Baru Setelah Mochamad Iriawan jadi Ketua Umum, Ratu Tisha Bertahan?
• Biodata Mochamad Iriawan atau Iwan Bule Ketua PSSI Baru, Dekat dengan Persib kini Bos Iwan Budianto
• Mochamad Iriawan Terpilih Jadi Ketua Umum PSSI, Begini Reaksi Presiden FIFA Gianni Infantino
• Jadi Ketua Umum, Mochamad Iriawan Bikin Aroma Persib Kental di PSSI, Ini Harapan Robert Rene Alberts
Ketua Umum PSSI terpilih, Mochamad Iriawan alias Iwan Bule, mengemukakan gagasan untuk mengatasi permasalahan jadwal kompetisi liga yang amburadul.
Musim 2019 ini, kompetisi Liga 1 banyak mengalami penundaan laga di beberapa waktu.
Di Liga 1 2019, ada lebih dari 10 laga yang tertunda dari jadwal semula yang seharusnya.
Permasalahan jadwal kompetisi yang berantakan dan sering berubah itu juga dikeluhkan oleh pelatih timnas Indonesia, Simon McMenemy.
Menurut mantan pelatih Timnas Filipina tersebut, pemain timnas Indonesia kelelahan karena harus berkompetisi dengan jadwal yang padat di Liga 1.
Masalah jadwal yang berantakan itu juga menjadi perhatian bagi Mochamad Iriawan alais Iwan Bule.
Ketua Umum baru PSSI itu menyampaikan gagasan yang ia rasa pas untuk mengatasi permasalahan jadwal Liga 1.
Menurut Iwan Bule, pihak pembuat jadwal kompetisi Liga 1, dalam hal ini PT Liga Indonesia Baru ( PT LIB ), harus berkoordinasi dengan pihak kepolisian.
Pasalnya, penundaan laga kebanyakan disebabkan karena izin keamanan yang tak diterbitkan oleh kepolisian.
Iwan meminta jadwal Liga 1 menyesuaikan dengan agenda Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) yang dimiliki aparat.
"Tentunya (di Mabes Polri) akan ada Kepala Badan atau Kepala Bagian yang ditunjuk, biasanya Kabarhakam (Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan)," ujar Iwan dilansir BolaSport.com dari Kompas.
"Kemudian di tingkat Provinsi, saya minta Asprov PSSI koordinasi dengan Polda, di sana ada Karo Ops (Kepala Biro Operasional)," kata Iwan.
Iwan Bule yang merupakan Jenderal Polisi Bintang Tiga paham betul bahwa pada agenda-agenda tertentu polisi harus fokus pada pengamanan event tersebut.
Iwan pun meminta Liga 1 tak dimainkan saat agenda tersebut berlangsung.
Sebab jika hal tersebut dilakukan, kecil kemungkinan kepolisian akan memberikan izin menggelar pertandingan.
"Seperti yang saya sampaikan, pada bulan Desember pada hari-hai tertentu menjelang Natal, tidak bisa dilibatkan polisi dalam pengamanan. Tentu kalau harus terjadi, apa solusinya," ucap Iwan.
"Idul Fitri yang selalu bergeser setiap tahun juga demikian. Sehingga, harus ada koordinasi antara PSSI, penyelenggara, dan pihak kepilisian," tuturnya melanjutkan.
Sesuai gagasan Iwan, PT LIB selaku pembuat jadwal kompetisi harus menyesuaikan dengan dua agenda.
Yang pertama, PT LIB mesti mematuhi kalender FIFA yang mengatur penyelenggaraan FIFA Matchday atau uji coba internasional.
Saat FIFA Matchday, kompetisi harus diliburkan untuk memberi kesempatan pemain yang membela timnas negaranya.
Kemudian, PT LIB juga harus berkoordinasi dengan agenda Kamtibmas yang dimiliki oleh kepolisian setempat.
Biodata Mochamad Iriawan
Biodata Mochamad Iriawan atau Iwan Bule ketua PSSI Baru, dekat dengan Persib kini Bos Iwan Budianto.
Lewat Kongres Luar Biasa ( KLB ) PSSI akhirnya kini punya nahkoda baru.
Mochamad Iriawan atau Iwan Bule terpilih menjadi Ketua Umum PSSI.
• Mochamad Iriawan Terpilih Jadi Ketua Umum PSSI, Begini Reaksi Presiden FIFA Gianni Infantino
• Jadi Ketua Umum, Mochamad Iriawan Bikin Aroma Persib Kental di PSSI, Ini Harapan Robert Rene Alberts
• KLB PSSI Diwarnai Pengusiran 6 Calon, Mochamad Iriawan alias Iwan Bule Terpilih Ketua Umum PSSI
• PENUTURAN LENGKAP Komjen Pol Iriawan, Terkait Alasannya Berulangkali Temui Novel Baswedan
Kongres Luar Biasa ( KLB ) PSSI pada Sabtu (2/11/2019) telah menghasilkan putusan soal Ketua Umum PSSI yang baru.
Komisaris Jenderal Mochamad Iriawan resmi terpilih sebagai Ketua Umum PSSI.
Adapun Mochamad Iriawan atau yang akrab disapa Iwan Bule itu terpilih melalui KLB PSSI yang digelar di Hotel Shangrilla, Sabtu siang.
Selain itu, Mochamad Iriawan resmi menjadi Ketua Umum PSSI 2019-2023. Dia meraih 82 suara dari total 85 voters.
Sisanya, 3 abstain. Satu voters lagi tidak ikut election (Persis).
Adpaun Mochamad Iriawan mengalahkan dua calon lainnya, yakni Arif Putra Wicaksono dan Rahim Soekasah.
Sementara itu, tujuh calon lainnya sudah menyatakan mundur sebelum pemilihan dimulai.
Mereka adalah Bernard Limbong, Aven Hinelo, Benny Erwin, Fary Djemy Francis, Sarman, Vijaya Fitriyasa, dan Yesayas.
Bernard menjadi orang yang sudah lebih dulu menyatakan mundur sebelum kongres dimulai.
Setelah itu, enam lainnya mundur pada pertengahan berjalannya kongres PSSI karena diusir.
Menurut Vijaya, pengusiran ia dan kelima caketum PSSI lainnya diawali saat mereka menyampaikan interupsi dan ingin menyampaikannya langsung ke FIFA.
Keberatan yang ingin disampaikan mencakup beberapa hal, di antaranya dari mulai tidak adanya debat antarcalon hingga ketidakjelasan pemilik suara (voters).
"Kita-kita maju ke depan dan Pak Fary ingin menyampaikan keberatannya ke FIFA. Tetapi, dihalang-halangi security," kata dia.
Vijaya menyatakan saat terjadi perdebatan, ada petugas keamanan yang meminta mereka untuk keluar.
Permintaan itu turut diperkuat pernyataan yang disampaikan Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria.
"Ada statement Bu Sekjen yang tidak setuju dengan kongres silahkan keluar," kata Vijaya.
"Karena sudah dikasih warning seperti itu, buat apa lagi kita di dalam," ujar dia. Setelah pemilihan ketua umum, pemilihan dilanjutkan dengan pemilihan wakil ketua umum.
Ucap Syukur di Instagram, Ini yang dikatakan Mochamad Iriawan
Setelah terpilih menjadi Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan pun langsung mengabarkan kabar tersebut melalui akun Instagram pribadinya, @mochamadiriawan84.
Melalui akun Instagramnya, Mochamad Iriawan mengucap syukur atas terpilihnya ia sebagai Ketua Umum PSSI.
"Repost @officialpssi
Puj syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan anugerahNya pada hari ini, satu amanah lagi Tuhan titipkan kepada saya, terimakasih atas dukungan Voters2 yg telah memiiih dan mempercayakan saya sebagai Ketua Umum PSSI juga doa restu keluarga serta seluruh masyarakat, semoga PSSI kedepan maju, jaya dan membawa harum nama bangsa Indonesia Aamin... #PSSIJaya
#kongrespssi
#TimnasIndonesia
#SepakbolaIndonesia," tulis Mochamad Iriawan, Sabtu (2/11/2019).
Meski begitu, terpilihnya Mochamad Iriawan sebagai Ketua Umum PSSI ternyata juga banyak menuai reaksi negatif netizen.
Tak sedikit netizen yang menganggap penetapan Mochamad Iriawan sebagai Ketua Umum PSSI tersebut tak lebih dari sekedar "komedi".
• Mochamad Iriawan Terpilih Jadi Ketua Umum PSSI, Begini Reaksi Presiden FIFA Gianni Infantino
• Jadi Ketua Umum, Mochamad Iriawan Bikin Aroma Persib Kental di PSSI, Ini Harapan Robert Rene Alberts
• KLB PSSI Diwarnai Pengusiran 6 Calon, Mochamad Iriawan alias Iwan Bule Terpilih Ketua Umum PSSI
• PENUTURAN LENGKAP Komjen Pol Iriawan, Terkait Alasannya Berulangkali Temui Novel Baswedan
Komentar miring banyak terlihat di akun Instagram Mochamad Iriawan dan akun Instagram resmi PSSI.
Berikut ini reaksi netizen menanggapi penetapan Mochamad Iriawan sebagai Ketua Umum PSSI.
juanuyee_: SETTINGAN!!!
pratama__a: Sudah kuduga (+999).
christanugrah: terbukti dong yang di Mata Najwa.
faiz_dhoni: Udah gak kaget.
arifmuhammad.13: 82 suara itu udah di atur yah dasar SETTINGAN!!!
auvnx: SETTINGAN.
muslih0809: SETINGAN WOYY.
mhbhkl: Turut berdukacita untuk sepakbole Indonesia! #RIPPSSI #RIPJurnalis #RIPMedia.
idah.ewh: SETTINGAN TEROSSSSSSS.
andreyulyandra20: Setingan.
uteetuu: Wkwkwk dah ketebak.
brandonnov7: Sudah kuduga.
muadbos: DAGELAN PSSI.
imaaa0712: HABIS GELAP TERBITLAH GLEDEK.
ilhamgufronn: Yaelah kebanyakan setingan.
saefulibrahim01: Ok masa depan PSSI suram FIX!!!
muriz28: Kocak kongres ketua tpi gk ad debat, gk ada saling berbicara mengenai visi misi di muka umum adu pendapat hahahaha.
mukhamad_aan: SETTINGAN!!
rendyaditya93: GA ADA EFEK, yang ada tambah hancurr,, ga berharap banyak sama persepakbolaan indonesia.
Siapa Mochamad Iriawan?
Komjen Mochamad Iriawan lahir di Jakarta, 31 Maret 1962 (umur 57 tahun) adalah perwira tinggi Polri yang sejak 8 Maret 2018 menjabat sebagai Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas).
Adapun Mochamad Iriawan atau yang lebih akrab disapa Iwan Bule merupakan lulusan Akpol tahun 1984.
Selama karier kepolisian, Mochamad Iriawan lebih banyak bertugas dalam bidang reserse kriminal.
Sebelumnya, Mochamad Iriawan pernah menjabat sebagai Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri.
Kasus terkenal yang pernah ditanganinya yaitu pembunuhan kontroversial Nasrudin Zulkarnaen oleh tersangka Ketua KPK Antashari Azhar, saat Mochamad Iriawan masih menjabat Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya berpangkat Komisaris Besar Polisi tahun 2008.
Pada tanggal 18 Juni 2018, Mochamad Iriawan dilantik oleh Mendagri Tjahjo Kumolo menjadi Penjabat Gubernur Jawa Barat menggantikan Iwa Karniwa hingga 5 September 2018.
Selain itu, Mochamad Iriawan pernah menjadi Kapolda Jabar sejak 24 November 2013 hingga dia ditarik ke Mabes Polri sebagai Kadiv Hukum Polri, 5 Juni 2015.
Sepak terjangnya semasa memimpin Polda Jabar pun tergolong cukup cemerlang.
Adapun Mochamad Iriawan berhasil mengungkap kasus penculikan bayi milik pasangan Toni Manurung (26) dan Lasmaria boru Manulang (24) di RS Hasan Sadikin, Bandung, 25 Maret 2014.
Selain itu, Mochamad Iriawan juga dikenal keras dalam menerapkan disiplin terhadap anak buahnya.
Di sela apel siaga pasukan pengamanan Konferensi Asia Afrika, di Lapangan Gasibu, 14 April 2015, misalnya, dia pernah menampar dua anggota satuan Sabhara.
Hal itu bermula ketika Mochamad Iriawan menemukan sampah bekas botol minuman berserakan di dalam mobil patroli kedua petugas tersebut.
"Mobil ini dibeli lewat pajak rakyat, masak kalian merawatnya saja tidak bisa," ujar Mochamad Iriawan sata itu.
Untuk membuat efek jera terhadap para geng motor yang bertindak kriminal dan sadis, Mochamad Iriawan memerintahkan jajarannya untuk melakukan tembak di tempat.
"Bila ada yang tak berani ukur celananya, ganti pakai rok," katanya waktu itu.
Dari Kapolda Jabar, Mochamad Iriawan ditarik ke Mabes Polri, Jakarta.Adapun Mochamad Iriawan diberi tugas Kadivkum Polri dan berlanjut sebagai Kadivpropam Polri.
Tak lama kemudian, pada tahun 2016, ia diangkat menjadi Kapolda Metro Jaya.
Dalam tugas barunya, pria yang suka olahraga ekstrim jeep offroad ini ikut turun ke lapangan dan terlibat secara langsung dalam pengamanan aksi damai 4 November 20016 yang menuntut penahanan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok BTP atas perbuataan penistaan agama.
Ia menjadi garda terdepan pengamanan Jakarta yang sedang menggelar hajatan Pilgub DKI 2017.
Sementara itu, di bidang sepak bola, Iwan masuk ke dalam jajaran direksi PT Persib Bandung Bermartabat (PBB)
Kini, Mochamad Iriawan terpilih sebagai Ketua Umum PSSI melalui Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar, Sabtu (2/11/2019).
• Mochamad Iriawan Terpilih Jadi Ketua Umum PSSI, Begini Reaksi Presiden FIFA Gianni Infantino
• Jadi Ketua Umum, Mochamad Iriawan Bikin Aroma Persib Kental di PSSI, Ini Harapan Robert Rene Alberts
• KLB PSSI Diwarnai Pengusiran 6 Calon, Mochamad Iriawan alias Iwan Bule Terpilih Ketua Umum PSSI
• PENUTURAN LENGKAP Komjen Pol Iriawan, Terkait Alasannya Berulangkali Temui Novel Baswedan
Biodata Mochamad Iriawan
Pendidikan Umum
SD (1973)
SMP (1976)
SMA (1980)
S1 (1997)
S2 (2001)
Pendidikan Kepolisian
AKABRI (1984)
PTIK (1993)
SESPIM (1998)
SESPATI XIII (2007)
LEMHANNAS PPSA (2012)
Pendidikan Kejuruan
PA DAS LANTAS (1985)
PA DAS SERSE (1989)
PA LAN SERSE UM (1991)
SUSJAB KAPOLRES IV (2000)
PA SEN SERSE (2002)
ASSESSMENT PATI POLRI (2011)
Tanda Pangkat
Letnan Dua (27-09-1984)
Letnan Satu (01-10-1987)
Kapten (01-10-1990)
Mayor (01-10-1995)
Letnan Kolonel (01-10-1999)
Komisaris Besar Polisi (01-01-2006)
Brigadir Jenderal Polisi (08-11-2010)
Inspektur Jenderal Polisi (12-12-2013)
Komisaris Jenderal Polisi[1] (18-05-2018)
Riwayat Jabatan
07-11-1984: PAMA POLDA NUSRA
23-11-1984: PAMAPTA POLRES BADUNG POLDA NUSRA
29-12-1984: PAGA OPS I PUSKODAL OPS POLRES BADUNG POLDA NUSRA
01-04-1985: PS KAPOLSEK DENPASAR SELATAN
26-03-1986: PAMA PADA MAPOLDA NUSRA
00-12-1986: KANIT RESERSE MOBIL POLRES DENPASAR POLDA NUSRA
00-12-1987: WAKA POLRES DENPASAR KOTA POLDA NUSRA
00-12-1988: KAPOLSEK SANUR DENPASAR POLDA NUSRA
01-02-1990: PAUR OPS SET DEOPS MABES POLRI
00-12-1993: PAUR LAT SET DEOPS MABES POLRI
00-12-1995: PAGA OPS A PUSKODAL OPS POLDA METRO JAYA
00-12-1995: KAPOLSEK METRO SAWAH BESAR POLDA METRO JAYA
01-11-1997: WAKA POLRES METRO TANGERANG POLDA METRO JAYA.
00-12-1998: PAMEN POLDA METRO JAYA
01-05-1999: KABAG SERSE TIK DIT SERSE POLDA JABAR
01-08-1999: DANSAT IDIK VC DIT SERSE UM KORSERSE POLRI
01-08-2000: KAPOLRES SLAWI POLWIL PEKALONGAN POLDA JATENG
26-11-2001: KAPOLRES SLAWI POLWIL PEKALONGAN POLDA JATENG
21-04-2004: IRBIDOPS ITWASDA POLDA METRO JAYA
20-08-2004: WADIR RESKRIMUM POLDA METRO JAYA
14-10-2004: KABID TELEMATIKA POLDA NTT
16-09-2005: DIR RESKRIM POLDA NTT
24-02-2006: KA SPN PURWOKERTO POLDA JATENG
16-03-2008: KABAG LEKDIK RODALPERS SDE SDM POLRI
23-10-2008: DIR RESKRIMUM POLDA METRO JAYA
17-10-2009: WADIR I/KAM DAN TRANNAS BARESKRIM POLRI
29-09-2010: DIRBINMAS BAHARKAM POLRI
03-09-2012: KAPOLDA NTB[2]
24-11-2013: KAPOLDA JABAR[3]
05-06-2015: KADIVKUM POLRI[4]
28-02-2016: KADIVPROPAM POLRI
16-09-2016: KAPOLDA METRO JAYA
20-07-2017: ASOPS KAPOLRI[5]
08-03-2018: SEKRETARIS UTAMA LEMHANAS
18-06-2018: PJ. GUBERNUR JAWA BARAT[6]
Penghargaan
Bintang Bhayangkara Nararya
SL. Kesetiaan XXXII
SL. Kesetiaan XXIV
SL. Kesetiaan XVI
SL. Kesetiaan VIII
SL. Jana Utama
SL. Ksatria Bhayangkara
SL. Karya Bhakti
SL. Dwidya Sistha
SL. Dharma Nusa
SL. Seroja
SL. Operasi Kepolisian
SL. Kebaktian Sosial
UNTAC Medals (Kamboja)
UNCRO Medals (Kroasia)