Selasa, 21 April 2026

Gaya Hidup

Rela Desak-desakan di Big Bad Wolf, Mama Muda Cantik Ini Ingin Kenalkan Buku pada Anak Sejak Dini

Rela Desak-desakan, Mama Muda Cantik Ini Ingin Kenalkan Buku pada Anak Sejak Dini

TRIBUN KALTIM/FACHMI RACHMAN
Widya Kusuma mengaku rela berdesak-desakan di antara pemegang Preview Pass Big Bad Wolf karena enggan ketinggalan suasana bazar buku terbesar yang untuk pertama kalinya hadir di Balikpapan tersebut. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Rela Desak-desakan, Mama Muda Cantik Ini Ingin Kenalkan Buku pada Anak Sejak Dini.

Bazar Buku terbesar di dunia, Big Bad Wolf (BBW) sudah resmi dibuka untuk kalangan terbatas (media massa dan undangan khusus) pada 31 Oktober lalu dan umum pada 1 November lalu.

Pertama kali hadir di Balikpapan sekaligus di Pulau Kalimantan, Big Bad Wolf menawarkan diskon besar-besaran yaitu diskon 60 hingga 80 persen untuk semua buku yang disediakan.

Selain itu, pengunjung tidak dikenakan biaya masuk alias free of charge.

Sama seperti ke-5 kota sebelumnya, BBW Balikpapan memberikan fasilitas Preview Pass yang bertepatan dengan Opening Ceremony-nya.

Preview Pass merupakan akses masuk BBW sehari lebih awal, hal ini merupakan wujud komitmen pihak BBW kepada pengunjung yang ingin merasakan ambience BBW.

Satu pengunjung bernama Widya Kusuma mengaku rela berdesak-desakan di antara pemegang Preview Pass karena enggan ketinggalan suasana bazar buku terbesar yang untuk pertama kalinya hadir di Balikpapan tersebut.

“Ini memang udah direncanain pengen ke sini (BBW) pas Preview-nya, tahu info dari Instagram. Sebelumnya, dari yang di Surabaya itu udah kebaca kalau bakal ke Balikpapan, jadi aku udah cari Preview Pass,” ujar Widya, mama muda cantik ini.

Ia juga menjelaskan, yang membuatnya tertarik datang ke BBW adalah koleksi buku anak dan banyak buku impor yang diskon karena biasanya sangat jarang ditemui diskon sebesar itu.

Widya enggan mengikuti jasa penitipan (jastip) karena kocek yang harus dirogoh terbilang sama saja bila membeli tanpa diskon.

“Sebenarnya, kemarin udah punya banyak (koleksi buku anak), jadi tinggal (beli) yang kurang-kurang aja,” lanjut Widya.

Widya menuturkan, dari pada harus memberi gawai kepada anaknya, ia lebih memilih mengenalkan buku sedari dini. Buku membuat tumbuh kembang anaknya menjadi lebih aktif.

“Daripada pasif sama HP, aku kasih buku biasanya pas mau tidur atau di mobil, ya banyak sih. Kalau ada kegiatan apa yang ninggalin bayi, taruh buku aja anak udah diam. (Anak saya) nggak suka nonton soalnya,” ujar Widya lagi.

Datang bersama suami dan anak, Widya sudah memiliki beberapa Buku Ajaib yang menjadi andalan di BBW. Ia juga berencana akan datang kembali di hari terakhir perhelatan BBW pada 10 November mendatang.

Namun, meski begitu, ia memiliki sejumlah masukan kepada panitia BBW, khususnya dalam hal antrean dan jumlah stok buku.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved