Asmara dan Warisan, Motif Pembunuhan yang Mencuat di Balik Kasus Mayat yang Dicor di Bawah Musholla
Asmara dan Warisan, Motif Pembunuhan yang Mencuat di Balik Kasus Mayat yang Dicor di Bawah Musholla
TRIBUNKALTIM. CO - Asmara dan warisan, motif pembunuhan yang mencuat di balik kasus mayat yang dicor di bawah musholla
Kasus pembunuhan Surono di Jember yang diduga dibunuh oleh keluarganya sendiri masih terus diusut oleh kepolisian.
Polisi terus berusaha mengusut kasus pembunuhan Surono.
Diberitakan sebelumnya jenazah Surono ditemukan di bawah lantai musholla rumahnya.
Musholla itu berada di dapur rumah tersebut.
BACA JUGA
Kisah Bocah 14 Tahun Nikahi Gadis 20 Tahun Viral, Pengantin Pria Masih Pakai Baju Koko Anak-anak
Klarifikasi Ricky Zainal Pemilik Ammar TV yang Dikaitkan dengan Layangan Putus, Mengaku Belum Cerai
Setelah Ribut dengan Ahok, Anies Baswedan Kini Tantang Sri Mulyani, Juga Singgung Tito Karnavian
Mantan Staf Khusus Jusuf Kalla Sebut Pernyataan Mahfud MD ke Media Beda, Penjelasan Menkopolhukam
"Pemilik rumah menyebutnya musholla tapi tempatnya kecil, hanya cukup untuk shalat satu orang (sendiri)," ujar Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal.
Atas laporan warga itulah, polisi membongkar tempat tersebut. Polisi pun menemukan sesosok jenazah.
Fakta tak terduga terungkap di balik pembunuhan Surono (51), warga Dusun Juroju, Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo, Jember yang jasadnya ditemukan di bawah lantai musala rumah.
B, istri Surono diketahui telah menikah siri dengan seorang pria berinisial J.
Apakah B sudah mengetahui kematian Surono yang jasadnya terkubur di dalam rumah?
AKBP Alfian Nurrizal saat dikonfirmasi Surya, Selasa (5/11/2019) mengaku masih menyelidiki motif pembunuhan ini.
Diakui Alfian, ada dua kemungkinan motif pembunuhan ini, yakni asmara dan warisan.
Dua motif itu berdasarkan hasil pemeriksaan sementara dari sejumlah saksi.
Dugaan motif asmara dilatarbelakangi istri Surono, B yang sudah menikah siri dengan pacarnya, J.
Polisi masih mendalami apakah B tahu jika Surono telah meninggal, kemudian menikah siri dengan J.
Sedangkan motif warisan dilatarbelakangi andai yang membunuh adalah anak Surono, Bh karena Istri Surono menuduh anaknya sendiri Bh membunuh ayahnya.
Ini yang masih kami dalami. Terutama keterangan istri korban, Ibu B. Keterangan dia berubah-ubah," tegas Alfian.
Hingga kini polisi belum menetapkan tersangka pembunuhan ini.
"Belum ada penetapan tersangka karena masih kami dalami. Kami akan meminta keterangan dua orang saksi untuk mengerucutkan kasus ini, mencari pelaku pembunuhan," kata Alfian dalam wawancara dengan Surya, Selasa (5/11/2019).
Dua orang saksi yang akan dimintai keterangan adalah saudara Surono.
Sebelumnya, polisi telah meminta keterangan dari anak Surono (Bh), istri Surono (B) dan suami siri Busani (J).
Sebelumnya, B, Bh, dan J mengamankan diri ke Polsek Ledokombo.
Alfian tidak mau membeber alasan kenapa ketiganya mengamankan diri ke kepolisian.
Pihaknya memberikan jaminan keamanan kepada mereka. Apalagi ketiganya nantinya juga akan dimintai keterangan sebagai saksi.
"Ketiganya nanti termasuk yang akan dimintai keterangan juga," imbuh Alfian.
Bh, anak Surono, yang disebutkan pertama kali membuka kasus itu. Dia menceritakan perihal dugaan dikuburnya sang ayah kepada Kepala Dusun (Kasun) Juroju, Edi.
Dari penuturan Bahar, ibunya menyebutkan jika yang membunuh sang ayah adalah seseorang.
Tetapi polisi tidak bisa percaya begitu saja.
"Jangan terburu-buru (dengan cerita tersebut), kami sedangkan lakukan penyelidikan. Apakah memang ceritanya seperti itu, atau ada yang membalikkan fakta. Nanti kalau sudah terungkap, pasti akan kami sampaikan," tegas Alfian.
Dipastikan Pembunuhan
Sebelumnya, polisi memastikan jasad yang dicor di bawah keramik musala di Dusun Juroju Desa Sumbersalak Kecamatan Ledokombo, Jember adalah jasad Surono (51), pemilik rumah lokasi dia dikubur.
Surono meninggal dunia karena dibunuh seseorang.
Hal ini ditegaskan oleh Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal saat dihubungi Surya, Senin (4/11/2019) malam. Alfian menuturkan, usai penggalian kubur, tim DVI POlda Jatim melakukan otopsi. Otopsi selesai sore hari.
"Bisa dipastikan jasad adalah jasad Surono. Dan meninggalnya akibat pembunuhan," ujar Alfian.
Polisi memastikan jasad itu Surono dari pakaian dan sarung yang ditemukan di dalam kubur, serta tinggi jenasah itu. Polisi menyebut, Surono korban pembunuhan dari sejumlah petunjuk.
Petunjuk itu antara lain, polisi menemukan linggis bernoda darah di bawah jenazah Surono.
"Linggis itu ditemukan tepat di bawah jenazah. Masih ada noda darahnya," lanjutnya.
Linggis itu berukuran panjang sekitar 65 centimeter, dan lebar sekitar 4 centimeter. Selain linggis, polisi juga menemukan sebilah pisau.
Pisau itu juga berada di liang kubur, namun agak jauh dari jasad Surono.
• Tiga Benda Ini Ditemukan Bersama Mayat Dicor Semen di Sukoharjo, Ada yang Motifnya Bunga
• Hasil Foresik, Mayat Dicor Dalam Drum Dua Bulan Lalu Korban Pria Berusia di atas 25 Tahun
Setelah polisi menyatakan proses penyidikan jenazah cukup, polisi membolehkan keluarga menguburkan Surono secara layak. Surono kemudian dimakamkan di TPU Dusun Juroju.
"Langsung dimakamkan setelah proses dari kami selesai," imbuh Alfian.
Seperti diberitakan, polisi membongkar musala di dapur rumah Surono di Dusun Juroju Desa Sumbersalak Kecamatan Ledokombo, Senin (4/11/2019).
Pembongkaran dilakukan karena ada laporan jika Surono dikubur di bawah musala itu.
Polisi pun membongkarnya. Polisi menemukan sejumlah lapisan sebelum menemukan jasad Surono.
Pertama, polisi membongkar keramik musala berukuran 1,5 x 3 meter itu.
Kemudian menemukan urukan tanah setebal 25 centimeter.
Di bawah urukan tanah, masih ada semen cor kasar.
Barulah polisi menemukan sarung dan jasad Surono.
Terbongkatnya jenazah Surono setelah polisi mendapat laporan warga mengenai hilangnya Surono.
Warga yang memberitahu pihak Polsek Ledokombo salah satunya Kasun Juroju Edi.
Edi mendapatkan pengaduan dari Bahar, anak Surono pada Minggu (3/11/2019).
Kepada Edi, Bahar menduga kuat ayahnya telah meninggal dunia.
Bahkan Surono diduga sudah meninggal sejak tujuh bulan lalu.
Surono diduga dikubur di dalam rumahnya.
Informasi ini langsung ditindaklanjuti polisi dengan menggali rumah Surono.
"Benar, kami menemukan jasad di sini. Bukan tulang yang bercerai berai namun jasad yang masih utuh, hanya ada beberapa bagian jasad yang sudah rusak," ujar Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal kepada SURYA.co.id, Senin (4/11/2019).
Ketika SURYA.co.id menghubungi Alfian, proses pembongkaran masih berlangsung.
Setelah menemukan jasad itu, polisi dari tim DVI Polda Jatim melakukan otopsi jenazah.
"Kami gerak cepat. Saat ini masih berlangsung otopsi jenazah dari tim DVI Polda Jatim," imbuh Alfian. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Motif Asmara Mencuat di Balik Temuan Mayat yang Dicor di Bawah Mushala, https://www.tribunnews.com/regional/2019/11/06/motif-asmara-mencuat-di-balik-temuan-mayat-yang-dicor-di-bawah-mushala?page=all.