Sabtu, 2 Mei 2026

Sembilan Atlet Difabel Kalimantan Timur Berlaga di Peparenas IX 2019, Ikuti Empat Cabang Olahraga

Sembilan Atlet Difabel Kalimantan Timur Berlaga di Peparenas IX 2019, Ikuti Empat Cabang Olahraga

Tayang:
Penulis: Cahyo Adi Widananto | Editor: Samir Paturusi
TribunKaltim.Co/Cahyo Adi Widananto
sembilan atlet Pelajar Difabel Kalimantan Timur bertarung mengharumkan nama provinsi Kalimantan Timur pada pekan Paralympic pelajar nasional (Peparpenas) IX 2019 di Jakarta 

TRIBUNKALTIM.CO,BALIKPAPAN -sembilan atlet difabel Kalimantan Timur berlaga di Peparenas IX 2019, ikuti empat cabang olahraga

Sebanyak sembilan atlet pelajar difabel Kalimantan Timur bertarung mengharumkan nama provinsi Kalimantan Timur pada pekan Paralympic pelajar nasional atau Peparpenas IX 2019 di Jakarta.

Event ini merupakan event yang setingkat dengan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) bagi orang yang bukan penyandang disabilitas.

Peparpenas IX dilaksanakan dari 6 - 13 November 2019 di Jakarta, dan 9 November 2019 pembukaan Peparenas tersebut dilaksanakan.

Ada 33 Provinsi dari seluruh Indonesia mengikuti gelaran acara tersebut.

Dalam Papernas IX yang dilaksanakan di Jakarta itu, Provinsi Kalimantan Timur membawa 2 atlet dari Balikpapan, 1 atlet dari Samarinda, 4 atlet dari Tenggarong, 2 atlet dari Bontang.

Ada empat cabang olahraga yang di ikuti atlet pelajar difabel Kalimantan Timur pada Peparpenas 2019 ini.

Hal tersebut dikatakan Official Tim Kalimantan Timur Suharyanto.

"Dari Kalimantan Timur ada 9 atlet yang berlaga di Peparpenas IX di Jakarta. Ada 2 atlet dari Balikpapan, 1 atlet dari Samarinda, 4 atlet dari Tenggarong dan 2 atlet dari Bontang," ujar Suharyanto.

Suharyanto menambahkan, empat cabang olahraga yang diikuti adalah renang, bocia, atletik, dan bulutangkis.

Dalam gelaran Peparpenas tersebut besar harapannya untuk mendapat hasil yang terbaik, sehingga ada regenerasi untuk Peparnas di tahun 2020.

Tak lupa ia juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemerintah Kota Balikpapan yang telah mensuport penuh atlet,

sehingga atlet diperlakukan sama layaknya atlet yang lain.

Korban Pembangunan dan Difabel Siap Dihuni

Sementara itu, rumah tipe 36 yang sudah setahun lalu dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) akhirnya diserahkan kepada Pemkot Tarakan.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved