Kisah Kolektor Pusaka Badik di Bontang, Mewarisi Budaya Leluhur Bernilai Magis dengan Harga Jutaan

Kisah Kolektor Pusaka Badik, Mewarisi Budaya Leluhur Bernilai Magis dengan Harga Jutaan.

Editor: Budi Susilo
TribunKaltim.Co/Ikhwal Setiawan
Kisah Kolektor Pusaka Badik, Mewarisi Budaya Leluhur Bernilai Magis dengan Harga Jutaan 

Ia menyebut motif dengan Pamor.

Pamor tercipta sesuai dengan tempaan sang Empu dan jenis besi yang digunakan.

Dari ketiga badik, Pamor batik Biji Pare yang paling unik.

Bahan baku besi untuk bilah badik berumur cukup tua, batiknya melingkar-lingkar tak keruan menghias bilah badik mulai dari pangkal hingga ujung lancip.

Badik lainnya-disebut asal Makassar bermotif Batik Panjarungan atau bulir padi.

Nama motifnya tak sesuai dengan batik lurik-lurik garis panjang.

Teman sebelah Sukri, Ismail mengaku menjadi seorang kolektor benda pusaka memiliki kebanggan tersendiri.

Mewarisi tradisi budaya dari leluhur hingga nilai seni dari kampung halamannya. "Ini pakai bukan untuk gaya-gaya atau ancam tapi sebagai hobi saja," ujarnya

Badik memiliki kesan tersendiri bagi dia.

Perawatan untuk koleksi pusakanya juga rutin dilakukan.

Ada ritual-ritual secara berkala sering digelar antara Ismail dengan teman-teman sehobi.

"Kita cuci pakai jeruk, ada ritual bakar-bakar kemenyan untuk bersih-bersih saja," katanya. 

Keunikan badik di Benteng Roterdam

Berita sebelumnya. Komunitas Bina Seni Budaya (Kombinasi78) ikut meramaikan pameran bilah pusaka yang berlansung di Benteng Fort Roterdam, Makassar, Jumat (19/10/2018).

Pameran benda atau bilah pusaka digelar dalam rangka merayakan HUT Ke-349 Sulsel.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved