Demi Fasilitas Pendidikan, Kepala SMPN 25 Samarinda Rela Lahan Sekolah Digali dan Batu Bara Diambil
Demi Fasilitas Pendidikan, Kepala SMPN 25 Samarinda Rela Lahan Sekolah Digali dan Batu Bara Diambil
Penulis: Christoper Desmawangga | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA -demi fasilitas pendidikan, Kepala SMPN 25 Samarinda rela lahan sekolah digali dan batu bara diambil
Kepala SMP Negeri 25 Lok Bahu Darminto merelakan lahan sekolah digali dan diambil batu baranya demi pembangunan fasilitas sekolah.
SMP Negeri 25 terletak di Jalan Pusaka, Lok Bahu, Sungai Kunjang, berada di salah satu kawasan yang banyak terdapat lubang galian tambang.
Ketika memasuki lingkungan sekolah, tepat di bagian depan sebelah kiri sekolah, terdapat aktivitas penggalian batu bara dengan menggunakan satu unit excavator.
Aktivitas penggalian tidak hanya dilakukan pada malam hari atau saat tidak ada aktivitas belajar mengajar, namun juga dilakukan siang hari ketika ada jam pelarajan di kelas.
Suara bising, ditambah dengan lingkungan yang berdebu harus ditahan oleh siswa, mengingat aktivitas penggalian batu bara demi pengembangan sekolah.
Darminto, Kepala SMP Negeri 25 menerangkan, pihaknya tidak memiliki pilihan lain mengingat keterbatasan dana yang dimiliki oleh sekolah.
Pihaknya tidak memiliki dana yang cukup untuk menyewa alat berat guna melakukan pematangan lahan yang disiapkan untuk pembangunan sejumlah fasilitas sekolah.
Kesepatan antara pihak sekolah dengan PT Transisi Energi Satu Nama dilakukan, bahkan kesepakatan itu juga disaksikan oleh masyarakat serta pihak lainnya.
Isi dari kesepatakan itu diantaranya, PT Transisi Energi Satu Nama akan membantu meratakan lahan yang nantinya digunakan untuk pembangunan fasilitas sekolah tanpa dipungut biaya,
dengan kompensasi dapat mengambil batu bara yang terkandung di lahan sekolah.
Tidak hanya itu, hasil dari penggalian batu bara juga diberikan ke masyarakat senilai Rp 36 Juta, dan pihak sekolah Rp 20 Juta untuk pembangunan WC.
"Pertimbangannya, ya karena ini kebutuhan. Lahan yang kami miliki berbukit, hutan-hutan.
Kami tidak cukup punya dana untuk sewa alat berat untuk meratakan tanah, makanya kesepakatan ini kami sepakati," tuturnya, Rabu (20/11/2019).
Aktivitas pematangan lahan sekaligus penggalian batu bara telah dilakukan kurang lebih dua pekan, diperkirakan selesai sepekan kemudian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/pematangan-lahan-sekaligus-penggalian-batu-bara.jpg)