Tak Hanya Padamkan Api, Petugas Damkar Bantu Ambilkan Ponsel Pengemudi Ojol yang Jatuh ke Selokan
Sungguh mulia pekerjaan yang dilakukan para petugas pemadam kebakaran (damkar) di Jakarta Timur ini. Mereka tak hanya memadamkan api, tapi 5 petugas
TRIBUNKALTIM.CO - Sungguh mulia pekerjaan yang dilakukan para petugas pemadam kebakaran (damkar) di Jakarta Timur ini.
Mereka tak hanya memadamkan api, tapi 5 petugas damkar membantu untuk mengambilkan ponsel pengemudi ojol yang jatuh ke selokan.
Para petugas ini rela masuk ke selokan untuk mengevakuasi ponsel
Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin PKP) Jakarta Timur menolong seorang pengemudi ojek online bernama Dyan (45) yang handphone-nya tercebur ke saluran air di Jalan Matraman Raya, Matraman, Jakarta Timur, Rabu (20/11/2019).
Kepala Seksi Operasional Sudin PKP Jakarta Timur Gatot Sulaeman mengatakan, pihaknya menerima laporan kejadian tersebut sekitar pukul 14.06 WIB.
Dyan, pemilik handphone itu mendatangi markas Sudin PKP di Jalan Matraman Raya.
Sebanyak lima personel damkar membantu evakuasi handphone milik pengemudi ojek online itu.
"Pengemudi ojek online handphonenya tercebur ke selokan yang dibeton. Lagi kumpul-kumpul sama teman-temannya dia, dan lagi charge handphonenya. Tiba-tiba jatuh ke selokan," kata Gatot saat dikonfirmasi, Rabu.
Evakuasi pun dimulai pukul 14.25 WIB dengan membongkar beton yang menutup selokan tersebut.
Hanya dengan waktu 10 menit, petugas berhasil mengambil handphone tersebut.
Saat diambil, handphone tidak rusak dan masih bisa difungsikan.
"Pukul 14.35 WIB tadi bisa kita ambil handphonenya. HP-nya merek Samsung," ujar Gatot.
Sebelumnya, petugas Sudin PKP Jakarta Timur beberapa kali menerima laporan bantuan dari warga selain memadamkan api.
Laporan bantuan itu seperti mengevakuasi sebuah bola volly yang tercebur di Pintu air Kanal Banjir Timur (BKT), Kelurahan Malaka Sari, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (9/7/2019) lalu.
Petugas pernah mengevakuasi handphone milik pengemudi ojek online yang tercebur di selokan di Jalan Jatinegara Timur pada Senin (23/8/2019) lalu.
Selain itu, evakuasi dua kucing yang terjebak ke dalam pipa di salah satu rumah di Pulogadung juga pernah dilakukan yaitu pada Rabu (23/10/2019) lalu.
• Driver Ojol Dilaporkan Pihak RSUP M Djamil Padang Karena Bawa Paksa Mayat Bayi Dari Kamar Jenazah
• Tim Rescue Disdamkar Samarinda Temukan Sarang Ular Piton Berisi Puluhan Butir Telur, Mana Induknya?
• Ojol Dilarang Masuk Area Dalam Mapolda Kaltim Usai Ledakan Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan
• Video Viral di Facebook, Driver Ojol Dimaki Ibu Pacarnya Karena Pekerjaan, Begini Fakta Sebenarnya
Butuh Damkar Sektor Pondok Gede
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi Aceng Sholahuddin mengaku amat membutuhkan adanya Damkar sektor Pondok Gede.
Pasalnya, wilayah Pondok Gede terbilang luas, sehingga menyulitkan pemadam menjangkau lokasi kebakaran apabila tidak punya sektor sendiri.
"Pertimbangannya jumlah kepadatan penduduk di Pondok Gede sudah lumayan, mungkin terpadat di Bekasi setelah Bekasi Timur. Kalau kejadian (kebakaran) di Pondok Gede pasti korbannya lebih banyak," jelas Aceng kepada Kompas.com, Senin (18/11/2019) di sela proses pemadaman kebakaran di SMA Yadika 6, Jaticempaka.

Aceng menambahkan, luasnya wilayah Pondok Gede bertambah parah dengan tingkat kepadatan lalu lintas yang tinggi.
Kombinasi keduanya tak pelak menghambat laju pemadam.
"Saya identifikasi sampai hari ini, jumlah kebakaran di Jatiwaringin dan Pondok Gede itu sudah hampir tujuh kejadian selalu korbannya banyak. Bisa empat sampai enam rumah yang terbakar karena pasukan saya selalu terlambat," ujar Aceng.
Dalam kebakaran yang melanda SMK Yadika 6 Senin kemarin pun, Damkar Kota Bekasi terpaut 30 menit lebih lamban dibandingkan Damkar Jakarta Timur yang tiba hanya selang 10 menit sejak terima laporan.
Sebab, sektor paling dekat dengan SMK Yadika 6 ada di sektor Kranggan dan itu berjarak 12 kilometer.
Imbasnya, api keburu menguasai lantai dasar SMK Yadika 6.
Belasan orang terperangkap di dalam gedung dan menderita sesak napas, luka bakar, hingga memutuskan lompat dari ketinggian serta dilarikan ke rumah sakit.
"Padahal semakin cepat pemadam datang, apinya belum menjalar. Suhu ruangan masih belum berbahaya. Tapi, kalau sudah di atas setengah jam, suhu sudah mencapai 200-300 derajat celsius," ungkap Aceng. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Damkar Turun Tangan Bantu Ambilkan Ponsel Pengemudi Ojol yang Tercebur ke Selokan", https://megapolitan.kompas.com/read/2019/11/20/16270611/damkar-turun-tangan-bantu-ambilkan-ponsel-pengemudi-ojol-yang-tercebur-ke dan judul "Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi Butuh Damkar Sektor Pondok Gede", https://megapolitan.kompas.com/read/2019/11/19/16475971/dinas-pemadam-kebakaran-kota-bekasi-butuh-damkar-sektor-pondok-gede.