Di Mata Najwa, Fahri Hamzah Sebut Pembangunan di Papua Tak Bermanfaat untuk Warga, Begini Analisanya

Melalui tayangan Mata Najwa Fahri Hamzah mulanya mengungkapkan kelebihan dan kelemahan Jokowi di periode kedua kepemimpinannya.

Di Mata Najwa, Fahri Hamzah Sebut Pembangunan di Papua Tak Bermanfaat untuk Warga, Begini Analisanya
Facebook Trans7
Fahri Hamzah tanggapi soal periode kedua kepemimpinan Presiden Jokowi 

"Kita enggak pernah dengar ide yang solid. Kedatangan Pak Jokowi itu tidak menjelaskan banyak hal kalau dia tidak menjelaskan apa maunya," terang Fahri Hamzah.

Fahri Hamzah tanggapi soal periode kedua kepemimpinan Presiden Jokowi
Fahri Hamzah tanggapi soal periode kedua kepemimpinan Presiden Jokowi ((Facebook Trans7))

Menurutnya, selama ini pembangunan di Papua tak memberikan manfaat apapun untuk warga sekitar.

"Karena kan kemudian yang datang kontroversi, buka jalan orang bilang di Papua sana 'Jalan itu bukan buat kami, tapi jalan itu buat mobil Jakarta yang datang ke sini untuk mengeruk hasil bumi'," ucap Fahri Hamzah.

Fahri Hamzah dalam tayangan Mata Najwa, Rabu (20/11/2019). Ia mengkritisi Kabinet Jokowi.
Fahri Hamzah dalam tayangan Mata Najwa, Rabu (20/11/2019). Ia mengkritisi Kabinet Jokowi. (Facebook Trans7)

"Padahal apa salahnya orang bangun jalan? Bagus aja kan karena teori infrastruktur mengatakan di mana banyak jalan di situ kemiskinan hilang."

Ia juga menyebut Jokowi sebagai sosok pemimpin yang kurang senang pada ide-ide besar.

"Kelemahannya adalah dia tidak tertarik dengan ide-ide besar dan harusnya ada juru bicaranya," terang Fahri Hamzah.

Lebih lanjut, Fahri Hamzah menyebut para menteri Jokowi tak memiliki keberanan yang cukup untuk membuat gebrakan baru.

"Kedua waktu itu saya mengatakan ini, operatornya ini banyak yang enggak berani pasang badan, masih tarik ulur, kadang-kadang dia takut, digertak sedikit dia mundur," sambungnya.

"Ya menteri-menteri dong yang punya wewenang besar."

Terkait hal itu, Fahri Hamzah lantas menjelaskan posisi menteri menurut undang-undang.

Halaman
1234
Editor: Doan Pardede
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved