Penolak Ahok jadi Bos BUMN Dianggap Staf Erick Thohir Banyak Datang dari Sisi Politik

penolak Ahok jadi Bos BUMN Dianggap Staf Erick Thohir banyak datang dari sisi politik

Penolak Ahok jadi Bos BUMN Dianggap Staf Erick Thohir Banyak Datang dari Sisi Politik
Kolase/Instagram/Kompas.com
penolak Ahok jadi Bos BUMN Dianggap Staf Erick Thohir banyak datang dari sisi politik 

TRIBUNKALTIM.CO - Penolak Ahok jadi Bos BUMN Dianggap Staf Erick Thohir banyak datang dari sisi politik .

Seusai nama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok digadang-gadang menduduki jabatan di BUMN pro dan kontra langsung muncul .

Beragam argumentasi dijabarkan baik dari kalangan yang pro maupu kontra Ahok menjabat di BUMN .

Rizal Ramli tak Setuju Ahok Masuk BUMN Sebut Mantan Pasangan Jokowi Hanya Dramanya yang Besar

Ekonom Faisal Basri Ungkap Ahok BTP Bisa Dipecat Seperti eks Dirut BUMN Pertamina Era Rini Soemarno

Ditolak Arie Gumilar Cs Masuk BUMN Pertamina, Respon Ahok BTP Kok Begini, Tuhan Aja Ada yang Nentang

Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok akan memimpin perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan penempatannya akan diumumkan pada awal Desember mendatang.

Penunjukkan Ahok menjadi pimpinan perusahaan BUMN, mengundang banyak tanggapan dari berbagai pihak.

Ada yang setuju dengan pemilihan Ahok itu, ada juga yang menolak dengan alasan pemilihan itu tidak sesuai dengan Undang-Undang, karena Ahok yang saat ini masih bergabung dengan partai politik.

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga mengatakan, pihak-pihak yang menolak tersebut diduga ada kepentingan politik.

"Kita harap yang ribut juga, kita anggap yang politik-politik," Arya Sinulingga, dilansir dari YouTube "Kompas TV, Kamis (21/11/2019).

Arya menilai penolakan banyak datang dari sisi politik, sedangkan dari sisi ekonomi mendukung pemilihan Ahok.

"Yang ribut lebih banyak karena kontroversi dari sisi politik, dari sisi ekonomi tidak," tambah Arya.

Halaman
1234
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved