Sabtu, 16 Mei 2026

Sweeping di Sungai Pinang Dalam Samarinda, Rombongan Pergoki Para Remaja Ini Tenggak Miras Oplosan

Ada sweeping di Sungai Pinang Dalam Samarinda Kalimantan Timur, rombongan pergoki remaja Ini Tenggak miras oplosan di Samarinda bahaya.

Tayang:
Penulis: Christoper Desmawangga | Editor: Budi Susilo
Tribunkaltim.co/Christoper D
Personel gabungan dari Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Polri, TNI dan FKPM SPD melakukan patroli antisipasi tindak kriminalitas, penyakit masyarakat, kenakalan remaja hingga pendatang yang belum lapor ke RT, Kamis (21/11/2019) dini hari. 

Dampak miras Bagi Otak

Sakit kepala, rasa sakit pada tubuh, dan kelelahan yang disebabkan minum alkohol biasanya hilang setelah hari berikutnya.

Walau begitu, dampak minum alkohol terhadap otak tidak demikian. Otak tetap merasakan efek minuman keras ini hampir selama enam minggu setelah meminumnya.

Dalam sebuah studi terbaru para ilumuwan menemukan dalam pemindaian otak pada pecandu alkohol pada materi putih (substansi alba), bagian otak yang mengandung saraf, terus berubah setelah lebih dari sebulan dalam keadaan sadar.

Hasil ini diperoleh peneliti dari Spanish Institute of Neuroscience dan Central Institute of Mental Health di Jerman setelah memindai sebanyak 90 otak pria alkoholik.

Para pecandu ini dilarikan ke rumah sakit akibat masalah minum minuman keras mereka, dan para peneliti juga membandingkan otak mereka dengan otak 36 pria yang bukan pecandu alkohol.

Peneliti tahu bahwa minum alkohol dapat mengubah cara saraf berkomunikasi di otak.

Tetapi mereka baru sadar jika perubahan itu terus berlanjut walaupun orang tersebut telah berhenti minum.

Meskipun minum minuman beralkohol membuat seseorang menjadi lebih 'bahagia', terlalu sering mengonsumsinya tentu akan mengalami kerusakan otak.

Jika kerusakan otak terjadi, itu artinya kita sakit berat. Terutama pada bagian yang mengendalikan pikiran serta gerakan.

Pemindaian menunjukkan adanya aktivitas listrik yang secara signifikan lebih sedikit pada otak peminum dibandingkan dengan peminum teh, bahkan setelah dua minggu tidak mengonsumsi alkohol.

Parahnya lagi, perubahan itu masih terus berlanjut bahkan setelah enam minggu tanpa minum alkohol, menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal JAMA Psychiatry. 

Para peneliti mengatakan temuan mereka bertentangan dengan gagasan konvensional bahwa kerusakan akibat alkohol berhenti ketika minum berakhir.

Dr. Santiago Canals, salah satu penulis studi, mengatakan, "Sampai sekarang, tidak ada yang bisa percaya bahwa tanpa alkohol, kerusakan di otak akan berlanjut."

Dua area yang paling parah terkena dampak, scan menunjukkan, adalah hippocampus dan prefrontal cortex.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved