Sweeping di Sungai Pinang Dalam Samarinda, Rombongan Pergoki Para Remaja Ini Tenggak Miras Oplosan
Ada sweeping di Sungai Pinang Dalam Samarinda Kalimantan Timur, rombongan pergoki remaja Ini Tenggak miras oplosan di Samarinda bahaya.
Penulis: Christoper Desmawangga | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Ada sweeping di Sungai Pinang Dalam Samarinda Kalimantan Timur, rombongan pergoki remaja Ini Tenggak miras oplosan
Kali ini sweeping atau patroli gabungan dengan menggunakan kendaraan roda dua dilakukan di wilayah Kelurahan Sungai Pinang Dalam (SPD), Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Aktivitas patroli dilakukan sekitar pukul 22.30 Wita, Rabu (20/11/2019) hingga 00.30 Wita, Kamis (21/11/2019) dini hari.
• Polisi Pastikan Sopir Avanza Maut Penyebab Dua Korban Tewas di Samarinda Dipengaruhi Miras
• Miras Oplosan Tewaskan Empat Warga Kota Malang, Awalnya Usai Bersihkan Punden
• Usai Minum Miras Oplosan, Remaja 15 Tahun Digilir Dua Teman Sebayanya di Rumah Kosong
• Berawal dari Pesta Miras, 150 Kios Terbakar di Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua
• Fakta Dibalik Pengungkapan Bungker Tempat Meracik Miras Oplosan, Berawal dari Saung Bergoyang
Dan patroli dilakukan bersama TNI, Polri, FKPM SPD, dan pihak Kelurahan.
Sasaran dari patroli tersebut diantaranya antisipasi tindak kriminalitas, penyakit masyarakat, kenakalan remaja hingga pendatang yang belum lapor ke RT.
Hampir setiap kawasan yang terdapat kost, rumah sewaan maupun bangsalan disambangi personel gabungan, termasuk kafe remang-remang disekitar bandara Temindung.
Tidak ada yang diamankan dalam patroli kali ini, pasalnya patroli kali ini lebih kepada tindakan pembinaan di tempat.
Masyarakat diajak untuk ikut serta jaga keamanan dan ketertiban lingkungan tempat tinggalnya.
"Selain kawasan permukiman tempat pendatang baru tinggal, juga ke lokasi yang disinyalir ada kegiatan yang membahayakan," ucap Lurah SPD, Hadriansyah, Kamis (21/11/2019).
Iring-iringan kendaraan patroli dibuat berhenti mendadak, lalu putar balik ke salah satu gang di Jalan Ade Irma.
Tepat di belakang warung, terdapat sejumlah remaja terlihat teler usai menanggak minuman keras (miras) oplosan.
Gerombolan remaja tersebut sempat mengelak tidak menenggak miras, namun sejumlah botol alkohol medis ditemukan, termasuk tercium bau alkohol dari mulut remaja tersebut.
Tidak hanya remaja pria, remaja wanita juga tampak diantara gerombolan remaja tersebut.
Pembinaan di tempat langsung dilakukan, seluruhnya diminta untuk tidak mengulangi, lalu dibubarkan.
"Sebelum patroli usai, diperjalanan kita dapati anak-anak tenggak miras. Kita peringatkan dulu, kalau kita dapati lagi mereka, akan kita beri hukuman yang lebih berat," tutur Lurah.
Dampak miras Bagi Otak
Sakit kepala, rasa sakit pada tubuh, dan kelelahan yang disebabkan minum alkohol biasanya hilang setelah hari berikutnya.
Walau begitu, dampak minum alkohol terhadap otak tidak demikian. Otak tetap merasakan efek minuman keras ini hampir selama enam minggu setelah meminumnya.
Dalam sebuah studi terbaru para ilumuwan menemukan dalam pemindaian otak pada pecandu alkohol pada materi putih (substansi alba), bagian otak yang mengandung saraf, terus berubah setelah lebih dari sebulan dalam keadaan sadar.
Hasil ini diperoleh peneliti dari Spanish Institute of Neuroscience dan Central Institute of Mental Health di Jerman setelah memindai sebanyak 90 otak pria alkoholik.
Para pecandu ini dilarikan ke rumah sakit akibat masalah minum minuman keras mereka, dan para peneliti juga membandingkan otak mereka dengan otak 36 pria yang bukan pecandu alkohol.
Peneliti tahu bahwa minum alkohol dapat mengubah cara saraf berkomunikasi di otak.
Tetapi mereka baru sadar jika perubahan itu terus berlanjut walaupun orang tersebut telah berhenti minum.
Meskipun minum minuman beralkohol membuat seseorang menjadi lebih 'bahagia', terlalu sering mengonsumsinya tentu akan mengalami kerusakan otak.
Jika kerusakan otak terjadi, itu artinya kita sakit berat. Terutama pada bagian yang mengendalikan pikiran serta gerakan.
Pemindaian menunjukkan adanya aktivitas listrik yang secara signifikan lebih sedikit pada otak peminum dibandingkan dengan peminum teh, bahkan setelah dua minggu tidak mengonsumsi alkohol.
Parahnya lagi, perubahan itu masih terus berlanjut bahkan setelah enam minggu tanpa minum alkohol, menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal JAMA Psychiatry.
Para peneliti mengatakan temuan mereka bertentangan dengan gagasan konvensional bahwa kerusakan akibat alkohol berhenti ketika minum berakhir.
Dr. Santiago Canals, salah satu penulis studi, mengatakan, "Sampai sekarang, tidak ada yang bisa percaya bahwa tanpa alkohol, kerusakan di otak akan berlanjut."
Dua area yang paling parah terkena dampak, scan menunjukkan, adalah hippocampus dan prefrontal cortex.
Hippocampus merupakan bagian dari otak yang terletak di lobus temporal, yang berperan dalam kegiatan mengingat dan navigasi ruangan.
Sedangkan prefrontal cortex merupakan otak bagian depan yang memiliki fungsi membuat perencanaan, kontrol diri, mengatur emosi hingga mengambil keputusan.
Kenangan, emosi, pengambilan keputusan dan perilaku dikendalikan oleh bagian-bagian organ ini, menunjukkan bahwa karakteristik ini dapat diubah secara khusus.
"Kami menemukan bahwa pada dua dan enam minggu tidak mengonsumsi alkohol, perubahan mikrostruktur berkembang," tulis para ilmuwan dalam laporan mereka.
Mereka mengatakan perjalanan sinyal saraf terus dibatasi di otak.
Peneliti juga menambahkan, "Hasil ini menantang gagasan konvensional bahwa perubahan mikrostruktur mulai kembali ke (normal) segera setelah menghentikan konsumsi alkohol."
Berita ini sebelumnya tayang di Gridhealth.Id dengan judul Sebuah Scan Otak Terbaru Menunjukkan Bagaimana Alkohol Merusak Otak Setelah 6 Minggu Meminumnya
Langganan berita pilihan tribunkaltim.co di WhatsApp klik di sini >> https://bit.ly/2OrEkMy
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/miras-oplos-sungai.jpg)