Bupati Sebut Berau Sedang Galau, Berkali-kali Dipukul Harga Batu Bara, Pemkab Seriusi Pariwisata
Bupati Muharram sebut Berau sedang galau, berkali-kali dipukul harga batu bara, Pemkab serius kelola pariwisata.
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Bupati Muharram sebut Berau sedang galau, berkali-kali dipukul harga batu bara, Pemkab serius kelola pariwisata.
"Kabupaten Berau sekarang sedang galau," kata Bupati Berau Muharram.
Pernyataan ini diungkapkan Bupati Muharram, karena selama beberapa tahun terakhir, daerah yang tengah dipimpinnya ini sudah beberapa kali goyah diterpa anjloknya harga batu bara.
BACA JUGA
Lolosnya Timnas U23 Final SEA Games Harus Dibayar Mahal, Egy Maulana Absen Lawan Vietnam di Final?
Dirut Garuda Dicopot, Istri Ari Askhara Ternyata Bukan Orang Sembarangan, Ada Peran saat Gempa Palu
Rela Lepas Emas Demi Nyawa Lawan, Inilah Detik-detik Peselancar Filipina Selamatkan Atlet Indonesia
Belum Semusim Pakai Nomor 'Kutukan' Striker AC Milan Terancam Dilego di Bursa Transfer Januari
Kabupaten Berau selama ini memang sangat bergantung pada sektor pertambangan.
Bahkan 61 persen Pendapatan Domestik Regional Bruto ( PDRB ) berasal dari sektor pertambangan.
Setiap tahun, Pemkab Berau hanya mampu menghasilkan Pendapatan Asli Daerah ( PAD ) sekitar Rp 200 miliar.
PAD ini bahkan tidak cukup untuk membayar lebih dari 5 ribu Aparatur Sipil Negara ( ASN ) dan tenaga honorer atau PTT sebanyak 3 ribu orang yang menelan anggaran Rp 900 miliar setiap tahunnya.
Anjloknya harga batu bara, selain mempengaruhi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah ( APBD ) juga menimbulkan masalah sosial.
BACA JUGA
Datang ke Balikpapan, Begini Cita Citata Tanggapi Pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan Timur
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/pulau-maratua-2-08122019.jpg)