Tabrak Petugas Sapu Jalanan di Balikpapan Hingga Tewas, Pengendara Ternyata Tak Miliki SIM A
Tabrak Petugas Sapu Jalanan di Balikpapan Hingga Tewas, Pengendara Ternyata Tak Miliki SIM A

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan, Suryanto mengatakan, pihaknya jengkel karena sering terjadi petugas sapu jalanan yang menjadi korban tabrak lari.
Pasalnya, di tahun ini kejadian kecelakaan mobil yang menabrak petugas kebersihan itu sudah terjadi untuk yang kedua kalinya.
Padahal sebelumnya pada kejadian kecelakaan tabrakan yang pertama di bulan Maret lalu, DLH telah berkomitmen untuk tidak akan ada lagi kecelakaan yang menimpa petugas kebersihan di jalanan.
"Di kejadian pertama waktu Maret kemarin, kami sudah komit bahwa cukup jangan sampai ada korban lagi.
Tapi ternyata kemarin ternyata kejadian lagi, saya kesal sekali sebetulnya," ujar Suryanto dalam sambungan telepon, Minggu (22/12/19).
Menurut penuturan Suryanto, pihaknya sudah mengupayakan agar kecelakaan tersebut tidak terjadi dengan menerapkan beberapa himbauan yang disarankan oleh Dirlantas.
DLH saat itu telah dihimbau Dirlantas untuk menerangkan warna pakaian yang dipakai petugas kebersihan dengan penggunaan scotlete agar terlihat lebih mencolok.
Sementara himbauan lainnya seperti penggunaan gerobak sebagai upaya untuk penyelamatan diri pertama di jalanan, juga sudah dilakukan.
Suryanto menyebut, segala bentuk himbauan telah pihaknya lakukan demi menjaga keselamatan garda depan petugas kebersihan jalanan di Kota Balikpapan.
"Jengkel sebetulnya saya, kenapa petugas sapu jalanan yang punya peran membantu kebersihan untuk kota ini masih harus ditabrak, gaji merekapun tidak seberapa.
Resah sebetulnya, harus berupaya bagaimana lagi agar mereka tidak jadi korban orang yang tidak bertanggungjawab," tambahnya.
Meski begitu, saat ditanya terkait dengan upaya perlindungan lainnya, Suyanto menyebut kedepan pihaknya akan mengusulkan petugas kebersihan untuk mendapatkan asuransi.
Sementara tanpa menyalahkan siapa pun, Suryanto menghimbau agar para pengendara mobil lebih berhati-hati ketika sedang mengendarai mobilnya di jalan.
"Dan menghimbau kepada semuanya, janganlah mengendarai mobil ketika sedang mengantuk atau setelah minum alkohol atau narkoba.
Karena itu bisa saja membahayakan orang lain, mengingat dari pengalaman-pengalaman sebelumnya. Jadi tolong diperhatikan agar tidak ada korban lagi," tutupnya.