Kabar Gembira, Peneliti LIPI Perkirakan Kapan Teror Ular Kobra Akan Berakhir
Kabar Gembira Peneliti LIPI perkirakan kapan teror ular kobra akan berakhir Beberapa waktu terakhir teror ular kobra melanda
TRIBUNKALTIM.CO - Kabar Gembira Peneliti LIPI perkirakan kapan teror ular kobra akan berakhir .
Beberapa waktu terakhir teror ular kobra melanda beberapa daerah di Indonesia .
Teror ular kobra tiba -tiba banyak bermunculan di pemukiman warga .
Semakin banyak ular, terutama kobra, bermunculan di berbagai wilayah Indonesia termasuk pemukiman warga.
Ular kobra merupakan jenis ular berbisa yang memiliki panjang 1,3-1,8 meter, yang punya kemampuan untuk menyemprotkan bisa (venom).
Kobra juga kerap disebut ular sendok karena ular ini dapat membuat tudungnya melengkung seperti sendok apabila merasa terancam.
• Digigit Ular Kobra, Dua Kaki Saepudin Bengkak, Bernanah, hingga Nyaris Membusuk
• Teror Ular Kobra, 4 Warga Gowa Tewas, Kini Warga Pilih Berkebun Bersama-sama dan Tak Lagi Sendiri
• Terbaru 31 Ekor Sembunyi di Karpet Masjid, Sebab Ular Kobra Bermunculan Terungkap, Korban Berjatuhan
• Berikut Doa Bisa Dibaca Ketika Menghadapi Ular Kobra dan Agar Terhindar dari Gangguan Hewan Buas
Ahli herpetologi (reptil dan amfibi) dari Lembaga llmu Pengetahuan Indonesia ( LIPI ), Dr Amir Hamidy, mengatakan bahwa terdapat dua jenis kobra di Indonesia yaitu kobra sumatera dan kobra jawa.
Mengapa banyak ular kobra ditemukan akhir-akhir ini?
Dalam satu kali bertelur, betina kobra jawa dapat menghasilkan 10-20 butir telur yang menetas dalam rentang waktu tiga sampai empat bulan.
Telur-telur tersebut diletakkan dalam lubang di tanah, atau di bawah serasah daun kering yang lembap.
“Awal musim penghujan adalah waktu menetasnya telur ular. Fenomena ini wajar, dan merupakan siklus alami,” tutur Amir beberapa waktu lalu.
Mengapa fenomena teror ular terjadi? Amir mengatakan hal ini disebabkan oleh musim panas yang berlangsung lebih lama dari biasanya.
“Musim hujan datang terlambat. Udara yang panas dan lembap menjadikan telur-telur ular sangat matang, sehingga semuanya menetas sempurna,” tuturnya kepada Kompas.com, Selasa (24/12/2019).
Sampai kapan teror ular akan berlangsung? Amir mengatakan, ular sangat suka udara yang panas dan lembap.
“Sementara sekarang sudah masuk musim hujan. Kemungkinan hal ini (teror ular) tidak akan lama. Saya perkirakan sampai awal bulan depan,” lanjutnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/kapan-teror-ular-kobra-akan-berakhir.jpg)