Kisah Puradi, 30 Tahun Jadi Tukang Sapu Jalan di Kota Balikpapan, Terima Gaji Rp 1,8 Juta/Bulan
Puradi, sudah 30 tahun menjadi tukang sapu jalan di Kota Balikpapan. Tiap bulan ia terima gaji Rp 1,8 Juta.
Penulis: Amiruddin | Editor: Samir Paturusi
"Pertama kesini, saya bekerja di kebun orang, bersama teman-teman asal Jember juga," ujarnya.
Berniat mencari pekerjaan dengan penghasilan lebih bagus, ia menerima tawaran rekannya, sebagai tukang sapu jalanan.
Saat itu, ia hanya digaji Rp 40 ribu perbulan.
Gaji Rp 40 ribu itulah, yang dipakainya untuk bertahan hidup di rantau.
Termasuk ditabung, buat menikahi pujaan hatinya, Sriatun.
Sriatun yang telah memberinya dua buah hati tersebut, juga perantau di Balikpapan.
Ia berasal dari Ponorogo, Jawa Timur.
"Gaji sempat naik, dari Rp 40 ribu menjadi Rp 500 ribu, dan kini Rp 1,8 juta perbulannya," ujarnya.
Setiap hari, Puradi bertugas membersihkan jalan sepanjang Pantai Melawai.
Atau tepatnya, mulai di Lapangan Merdeka 2 hingga Pantai Melawai, Jl Jenderal Sudirman, Balikpapan.
"Jam kerja saya pukul 14.00 Wita hingga pukul 18.00 Wita, itu kiri dan kanan jalan. Saya naik sepeda dari kontrakan di Jl Projakal ke sini," ujarnya.
Puradi mengaku bersyukur, keluarganya sangat mengerti pekerjaannya sebagai tukang sapu jalanan.
Meskipun kata dia, gaji sebagai tukang sapu jalanan, terkadang tidak cukup buat kebutuhan rumah tangganya.
Termasuk kedua buah hatinya, yang harus memendam hasratnya melanjutkan studi ke perguruan tinggi, gegara terkendala biaya.
"Dicukupkan ajalah. Kita harus banyak-banyak bersyukur. Meskipun banyak kebutuhan yang harus dipenuhi," tuturnya.