Tak Lagi Berkawan, PKS dan Gerindra Memanas hingga Prabowo Subianto Jadi Sasaran Soal Polemik Natuna

Tak lagi berkawan, PKS dan Gerindra memanas hingga Prabowo Subianto jadi sasaran soal polemik Natuna antara Indonesia dan China

Tak Lagi Berkawan, PKS dan Gerindra Memanas hingga Prabowo Subianto Jadi Sasaran Soal Polemik Natuna
Kolase Tribunkaltim.co / Tribunnews
Tak Lagi Berkawan, PKS dan Gerindra Memanas hingga Prabowo Subianto Jadi Sasaran Soal Polemik Natuna 

TRIBUNKALTIM.CO - Tak lagi berkawan, PKS dan Gerindra memanas hingga Prabowo Subianto jadi sasaran soal polemik Natuna.

Hubungan kawan lama di partai politik, PKS dan Gerindra mendadak panas.

Panasnya tensi hubungan PKS dan Gerindra bermula dari polemik Natuna antara Indonesia dan China, hingga Menteri Pertahanan ( Menhan ) Prabowo Subianto jadi sasaran.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto merespon dengan tenang polemik yang terjadi di Laut Natuna Utara.

Seperti diketahui polemik Natuna terjadi akibat masuknya kapal ikan China di kawasan yang menjadi kedaulatan Indonesia itu.

"Kita cool saja, kita santai," ucap Prabowo Subianto di Kantor Kemenko Maritim dan Investasi, Jakarta, Jumat (3/1/2020) melansir Kompas.com.

Bahkan soal adanya penangkapan tiga kapal asing asal Vietnam yang melalui Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Perairan Natuna di Kepulauan Riau tidak akan menghambat investasi dengan China.

China Ganggu Kedaulatan Indonesia di Natuna, Dianggap Sengaja Menguji Prabowo hingga TNI Siap Tempur

Akhir Tahun 2019 Menteri Pertahanan Prabowo Subianto Unggah Foto Bersama Jokowi, Ini Isi Lengkapnya

Anak Buah Prabowo Subianto Ambil Formulir Penjaringan di Golkar Bontang, Nasib Poros Gerindra - PKS?

Namun, soal adanya tiga kapal asing asal Vietnam tersebut, pihaknya masih membahasnya untuk mencari suatu solusi dengan kementerian lain.

Termasuk berkoordinasi dengan Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Bahkan Prabowo Subianto meenyebut piaknya akan mencari solusi yang baik karena China adalah negara sahabat.

Halaman
1234
Penulis: Cornel Dimas Satrio
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved