DPRD Bontang Ingatkan Investor Soal Buffer Zone & Tenaga Kerja Lokal, Apresiasi PT KAN,Ini Alasannya
DPRD Bontang mengingatkan para calon investor untuk memprioritaskan buffer zone di kawasan perencanaan pembangunan pabrik produksi
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - DPRD Bontang mengingatkan para calon investor untuk memprioritaskan buffer zone di kawasan perencanaan pembangunan pabrik produksi. Selain itu juga penyerapan tenaga kerja lokal 75 persen sesuai dengan Perda Nomor 10 Tahun 2018.
"Buffer zone, tenaga kerja lokal hingga safety benar-benar harus diperhatikan," kata Ketua Komisi II DPRD Bontang, Rustam.
Rustam juga menekankan seluruh proses perizinan investasi harus klir sebelum pembangunan fisik. Pihaknya mengaku tak mau kecolongan.
Jangan sampai investor masuk kota Botang, namun tak ada komunikasi baik dengan Pemerintah dan DPRD selaku lembaga pengawasan.
"Semua investor pada dasarnya semua baik. Mungkin merasa investasi tinggi, progres harus jalan biasanya mereka simultan. Sambil jalan, sambil urus izin. Itu yang terjadi kemarin-kemarin," ungkap Rustam, legislator yang membidangi masalah investasi di Bontang.
Dalam kesempatan yang sama, Rustam mengapresiasi PT KAN yang bakal membangun pabrik bahan peledak ketiga di Bontang. Menurut Rustam, patut dicontoh sebab perkara perizinan investasi sudah dituntaskan dengan baik.
Baca Juga;
Jelang Liga 1 Musim 2020, Kuota Tersisa Dua Pemain Asing, Tiga Posisi Ini Jadi Buruan Borneo FC
Tingkatkan Prestasi Bidang Pemuda & Olahraga, Ini Agenda Dispora Samarinda, Paskibra hingga Popprov
Polemik Proyek Pemasangan Pipa PDAM Bontang, Walikota Neni Moerniaeni Beri Respon Keras, Blacklist!
Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah Posting Foto Bareng Rambo dan IP Man, Begini Respon Warganya
"Info dari PTSP perizinan ( PT KAN ) semua sudah siap. Wika bilang sudah melakukan pekerjaan sejak di 18 Desember (2019). Tinggal pengawasan terhadap investasi ini," ungkap Rustam.
"Yang jelas, kita berharap sejalan, berjalan 30 bulan, kita berharap bisa menurunkan tingkat pengangguran yang ada," sambungnya.
Rustam juga menekankan pihak perusahaan memberi atensi soal safety pengerjaan pembangunan fisik pabrik yang rencana bakal dibangun di area pupuk Kaltim.
"Kalau ada human eror dampaknya luar biasa. Apalagi pabrik bahan peledak, ya. Jangan sampai kesalahan fatal, yang dikorban warga Bontang," ungkap Rustam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/legislator-bontang.jpg)