Ditemukan Mayat Warga Samarinda Tangan Terborgol jadi Target Polisi, Kapolsek Akui Ada Keteledoran
Ditemukan Mayat Warga Samarinda Tangan Terborgol jadi Target Polisi, Kapolsek Akui Ada Keteledoran.
Hal ini diketahui dari rekannya bernama Muhammad Fauzi yang lebih dulu diamankan polisi, ketika hendak menjual motor curiannya di kawasan Pasar Segiri Samarinda pada Jumat (3/1/2020).
Baca Juga:
• Komisi III Panggil PDAM dan PUPR! Bahas Normalisasi, Jalan di Bontang Rusak Akibat Proyek Pemipaan
• Siswi SMP Ini jadi Korban Cabul, Kepergok Warga di Bak Penampungan PDAM, Berawal dari Facebook
• Pipa Bocor di Depan Hotel Grand Elty Tenggarong, PDAM Kukar Kebut Perbaikan Hari Ini Senin 6 Januari
• Oknum Pegawai PDAM di Berau Diringkus Polisi Diduga Cabuli Anak Tiri
"Setelah itu kita langsung melakukan pengembangan, yang mana kita dapati identitas korban ini (Andi) sebagai komplotan tersangka pertama (Muhammad Fauzi) yang berperan sebagai penadah," lanjut Suko Widodo
Berdasarkan hasil tersebut, malam harinya polisi langsung melakukan pengembangan.
Pihak polsek samarinda seberang menemukan Andi dan Istri bernama Mita (20).
Seketika itu , Andi langsung diamankan petugas
Sementara Kanit Reskrim berada di dalam mobil bersama dengan Muhammad Fauzi.
Kedua lengan Andi langsung dipasang borgol.
Baca Juga:
• Komisioner KPU Tarakan Kalimantan Utara Temui Kapolres Bahas Keamanan Pilkada 2020
• Hadiri Nikah Massal, Bupati Kubar FX Yapan Minta Pasangan Pengantin Maksimalkan 8 Fungsi Keluarga
• Sering Disepelekan, Bisa Menurunkan Kadar Gula Darah, Berikut 7 Manfaat Kayu Manis Bagi Kesehatan
• Dana Rp 10 Miliar Buat Darurat Bencana, Bupati Kukar Edi Damansyah Menilai Itu Hanya Anggaran Kecill
Tak lama kemudian, polisi langsung melakukan penggeledahan.
Barang-barang korban saat itu sudah dikemas seperti siap mau berpindah.
"Kita saat itu menemukan beberapa barang kepemilikan korban curanmor terakhir," jelasnya.
Setelah Andi berhasil diamankan, petugas langsung bergeser ke ruang sebelah untuk mencari barang bukti lainnya.
Korban berada di samping dua petugas.
Diduga sudah hafal lokasi sekitar, Andi kala itu langsung berlari menuju bagian belakang rumah, meloncati tembok beton setinggi 1,5 meter dan menghilang di semak rawa.