Pilkada 2020

Kabid di Pemkot Balikpapan Kedapatan Wali Kota Rizal Effendi Kampanye di Medsos

satu ASN berstatus Kepala Bidang (Kabid) kedapatan memberikan dukungan kepada calonnya secara terang-terangan di media sosial.

Kabid di Pemkot Balikpapan Kedapatan Wali Kota Rizal Effendi Kampanye di Medsos
Tribunkaltim.co, Siti Zubaidah
Walikota Balikpapan Rizal Effendi saat menyalami pejabat yang baru dilantik, Selasa (7/1/2020) 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Memasuki tahun 2020, yang merupakan tahun Politik, semua warga termasuk Aparatur Sipin Negara (ASN) harus berhati-hati dalam memberikan mendukung kepada calonnya dalam pemilu tahun ini.

Belum lama ini, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi membeberkan, satu ASN berstatus Kepala Bidang (Kabid) kedapatan memberikan dukungan kepada calonnya secara terang-terangan di media sosial.

"Ada laporan salah satu Kabid yang sudah memposting jagoannya, mungkin dia tidak tahu aturannya, itu salah yang tidak boleh dilakukan, cukup diingatkan jika nanti sudah masuk tahapan Pilkada jadi pelanggaran," kata Rizal Effendi

Tegurannya tersebut masih berupa peringatan melalui atasannya. "Belum kami panggil, masih teguran, bahwa itu tidak boleh dilakukan," ujar walikota Balikpapan.

Mantan wartawan ini pun tak mau membeberkan ASN tersebut dari dinas mana. Namun dia selalu mengingatkan seorang ASN harus netral.

"Kasian ASN bisa kena pasal, dan undang-undnag pemilu. Kalian semua ASN harus netral. Kalau membuat dukungan-dukungan itu pasti pelanggaran," ungkap Rizal.

Menurut Rizal Effendi, ASN kepala bidang yang sudah kampanye calonnya, nanti bisa kena pasal, pertama pasal mengenai kepegawaian, setelah itu pada saat tahapan pemilu bisa kena undang-undang Pemilu.

"Sehingga jangan main-main dengan akun media sosial, saya sudah temukan kepala Bidang yang berani memasang foto calon atau jagoannya pada Pilwali tahun ini," lanjutnya.

Rizal Effendi menyampaikan, memang semua orang memiliki pilihan, tidak bisa dihalangi, tetapi jika direpletasikan dalam bentuk dukungan terbuka maka bisa kena PP 23 dan undang-undang Pemilu.

"Undang-undang Pemilu ketika proses Pemilu sudah berjalan," ungkapnya.

Dia pun memohon untuk saling mengingatkan.

"Saya tidak menghalangi, tapi kalau terbuka memberikan dukungan saya pun ikhlas yang bersangkutan harus mundur dari ASN, baru bangun posko di rumah," ucap Rizal Effendi disambut. (dha)

Editor: Martinus Wikan
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved