SDA bisa Bantu Peningkatan Pembangunan di Kaltim, Masjaya Minta Penguatan Pengelolaan SDA

Sumber Daya Alam atau SDA bisa membantu peningkatan pembangunan di Kaltim, sehimngga perlu penguatan pengelolaan SDA

Editor: Samir Paturusi
TribunKaltim.Co/purnomo susanto
Rektor Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Prof Dr Masjaya 

TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA -Sumber Daya Alam atau SDA bisa membantu peningkatan pembangunan di Kaltim, sehimngga perlu penguatan pengelolaan SDA

Hari jadi ke-63 Provinsi Kaltim diwarnai dengan ucapan Gubernur Kaltim Isran Noor  yang menyinggung soal kurangnya pendataan sumber daya alam (SDA) yang keluar dari Kaltim.

Rektor Unmul  Prof Masjaya mengungkapkan, penguatan implementasi dari seluruh potensi SDA Kaltim harus dilakukan menyusul semakin besarnya SDA yang dihasilkan.

“Kita melihat tahun-tahun sekarang ini memang inventarisasi, potensi dan kemampuan sumber daya manusia (SDM) maupun SDA sudah dilakukan,” ujarnya saat diwawancara awak Tribunkaltim, pada Kamis (9/1/2020), sore.

“Sisa penguatan implementasi dari seluruh potensi yang sudah dipahami untuk bisa dikembangkan.

Sebab, Pak Gubernur sedang berjuang untuk beberapa aktivitas pembangunan daerah masuk di dalam agenda prioritas nasional,” lanjutnya.

Profil Brigjen TNI Tri Nugraha Hartanta, Jabat Kasdam VI Mulawarman, Pesan Pangdam Sukseskan IKN

 Pembelaan Sule Ketika Teddy Sebut Rizky Febian & Adik-adiknya Takut Bertemu Lina karena Ada Tekanan

Peningkatan Kualitas Pendidikan Seiring Pembangunan IKN, Begini Persiapan LP3i Balikpapan

Pembangunan Bendungan Sepaku-Semoi di IKN Gunakan Lahan 378 Hektar dan Telan Anggaran Rp 800 Miliar

Dengan inventarisasi SDA secara baik, dipaparkan Masjaya, maka pembangunan mega proyek yang sedang diperjuangankan akan segera terwujud.

Terlebih, Kaltim telah ditunjuk sebagai Ibu Kota Negara (IKN).

“Tentu saja secara otomatis, seluruh pembangunan mega proyek yang akan dibangun itu akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Seperti kita ketahui, ada normalisasi Sungai Karang Mumus (SKM), pembangunan bendungan, beberapa bandara dan peningkatan lainnya itu suatu terobosan yang cukup bagus,” tandasnya. 

Sementara itu, Dinas ESDM Kaltim mengakui pendataan batu bara bisa menggunakan sistem digital.

Penekanan Gubernur Kaltim Isran Noor soal lemahnya pendataan sumber daya alam (SDA) Kaltim kala memberikan sambutan di Rapat Paripurna HUT ke-63 Kaltim, di Gedung Parlemen Karang Paci, kemarin, diakui  Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim.

Kurangnya kewenangan Pemprov Kaltim dalam melakukan pengawasan, menjadi celah para pengusaha untuk mengakal-akali provinsi penghasil SDA terbesar di Indonesia ini.

Sehingga, hasil SDA dari Kaltim tidak tercatat dengan benar. Hal inilah yang menjadi perhatian Gubernur Kaltim.

Kepala Dinas (Kadis) ESDM Kaltim, Wahyu Widhi Heranata mengakui kelemahan tersebut.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved