Banjir Melanda Samarinda, PLN UP3 Samarinda Minta Warga Matikan MCB Saat Banjir
pihak PLN UP3 Samarinda melakukan pemantauan sekaligus mensosialisasikan terkait keamanan listrik saat banjir terjadi, Minggu (12/01 /20)
Genangan air di sekitar kantor Lurah Sei Siring menghambat lalu lintas kendaraan karena menghindari genangan air tinggi.
"Tadi baru lepas dari macet sore, mobil jalan pelan karena antri melintas banjir," ujarnya.
Dari pantauan tribun di lapangan sekitar pukul 14.00 banjir masih menggenangi jalan M Yamin (persimpangan 4 -jalan PM Noor). Air setinggi lutut orang dewasa membuat lalu lintas terhambat.
Di jalan Gatot Subroto juga terjadi antrian panjang kendaraan. Air setinggi mata kaki orang dewasa membuat pengendara berjalan pelan.
Banjir juga terjadi di jalan Ahmad Yani, kemacetan terjadi sekitar 700 meter. Air yang menggenangi jalanan membuat pengusaha menutup ruko mereka.
Untuk informasi, hujan deras sejak sekitar pukul 03 .00 WITA mengakibatkan sejumlah kawasan Kota Samarinda Kalimantan Timur dilanda banjir, Sabtu (11/1/2020)
Warga RT 20 jalan DI Panjaitan Kecamatan Sungai Pinang Kosim (56) bersamaa istri terpaksa menyapu dan memindahkan kursi dan sejumlah meja warung Nasi Goreng Gresik Jaya yang dirintis sejak tahun 1998.
"Banjir hari ini mengingatkan waktu lebaran 2019, ya kayak gini tempat tidur juga kebanjiran. Sekitar jam 5 pagi air membanjiri warung sekaligus rumah saya," kata Kosim.
Kosim menilai sungai kecil yang berada tak sampai 200 meter dari rumahnya tak memadai.
Roni Fauzan warga Jalan Ahmad Dahlan Samarinda yang hendak berangkat ke Semarang Jawa Tengah harus menunggu sekitar 30 menit naik mobil pickup milik warga yang rela mengantarkan sampai depan Terminal Lempake menuju Bandara APT Pranoto.
"Penerbangan saya sekitar pukul 13.00 WITA, ya semoga saja banjir di kawasan Samarinda dapat selesai persoalannya dan harus diminimalisir," harap Roni Fauzan.
Penumpang Bandara APT Pranoto Naik Pick Up
Hujan Deras sejak sekitar pukul 03 .00 WITA mengakibatkan sejumlah kawasan Kota Samarinda Kalimantan Timur dilanda banjir, Sabtu (11/1/2020)
Warga RT 20 jalan DI Panjaitan Kecamatan Sungai Pinang Kosim (56) bersamaa istri terpaksa menyapu dan memindahjan kursi dan sejumlah meja warung Nasi Goreng Gresik Jaya yang dirintis sejak tahun 1998.
"Banjir hari ini mengingatkan waktu lebaran 2019, ya kayak gini tempat tidur juga kebanjiran. Sekitar jam 5 pagi air membanjiri warung sekaligus rumah saya," kata Kosim.