Banjir Melanda Samarinda, PLN UP3 Samarinda Minta Warga Matikan MCB Saat Banjir
pihak PLN UP3 Samarinda melakukan pemantauan sekaligus mensosialisasikan terkait keamanan listrik saat banjir terjadi, Minggu (12/01 /20)
TRIBUNKALTIM.CO ,Samarinda-Tidak ingin hal buruk terjadi saat musibah banjir, pihak PLN UP3 Samarinda melakukan pemantauan sekaligus mensosialisasikan terkait keamanan listrik saat banjir terjadi, Minggu (12/01 /20)
"Pihak PLN UP3 Samarinda dengan bidang Distribusi dan K3 menyusuri area yang tergenang banjir sekaligus mensosialisasikan pencegahan dini jika terjadi banjir dan keadaan listrik masih menyala," ucap Hendra Manurung, Manager Bagian Jaringan UP3 Samarinda
Pihak dari PLN mengatakan pencegahan awal jika terjadi banjir dengan mematikan listrik di MCB guna terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.
"kami pun akan mematikan aliran listrik dari penyuling maupun gardu saat banjir terjadi, tapi langkah awal saya harap masyarakat dapat mematikan MCB di rumahnya masing masing,"ucap Hendra Manurung
Hendra pun mengatakan Samarinda sendiri mempunyai 4 posko, di Samarinda Seberang, Samarinda Ilir, Samarinda Kota dan Samarinda Ulu.
Aremania Bersiap Sambut Eks Persib Rekomendasi Mario Gomez? Gantikan Peran Makan Konate di Arema FC
Doa dan Persembahan Terakhir Sule untuk Ibu Rizky Febian, Meski Lina Menikah Lagi, Sule Masih Cinta
Ramalan Zodiak Hari ini Sabtu 11 Januari 2020 Cancer Ada Momen yang Bikin Kesal, Taurus Nasib Baik
Lihat Gigi Kuning Anang Hermansyah, Ashanty Langsung Tawarkan Hal Ini, Ayah Aurel tak Kuasa Menolak
petugas pun selalu siap sedia jika ada aduan dari masyarakat via telepon maupun via media sosial.
Pihaknya pun menghimbau kepada masyarakat jika terjadi banjir atau pun kebakaran dapat menginformasikan kepada pihaknya di nomor 0541- 123.
Banjir Landa Samarinda
Sementara itu, banjir melanda Desa Budaya Pampang sedalam 1 meter. Untuk itu, BPBD Kota Samarinda siagakan 2 unit perahu untuk membantu evakuasi warga.
Hujan dengan intensitas sedang hinggga tinggi yang melanda Kota Samarinda selama kurang lebih 2 hari berturut-turut, membuat sejumlah wilayah kembali tergenang air.
Salah satunya Desa Budaya Pampang di Kecamatan Samarinda Utara. Desa Budaya yang dijadikan destinasi wisata Samarinda ini, terendam air dengan ketinggian 30 cm sampai 1 meter pada Minggu (12/01/20).
Untuk mengatasi dampak banjir yang terjadi di Desa Budaya Pampang, BPBD Kota Samarinda menempatkan 2 buah perahu yang bisa di gunakan untuk mengevakuasi warga terdampak atau pun barang dan dokumen.
"Kami menitipkan 2 unit perahu lipat untuk digunakan warga sini agar dapat digunakan semaksimalnya," ucap Ifran Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Samarinda
BPBD Kota Samarinda menyampaikan akan selalu siap 24 jam untuk penanganan bencana yang terjadi, Pihaknya pun menjelaskan bahwa bulan januari ini cuaca cukup ekstrim.
• Banjir Genangi Jalan Menuju Bandara APT Pranoto Calon Penumpang Diangkut Pakai Truk Polisi
• NEWS VIDEO Hujan 5 Jam, Kota Samarinda Kembali Tergenang Banjir
• BREAKING NEWS Banjir Hambat Calon Penumpang Bandara APT Pranoto, Polresta Turunkan Truk Dalmas
"Bahkan minggu ini BPBD dan Instansi lainnya masih di level siaga, karena intensitas hujan masih tinggi," terangnya
Ada 3 wilayah yang terdampak banjir di Desa Budaya Pampang, RT 2, RT 3, RT 4 Namun RT 3 yang terdampak cukup dalam .
"Dijalan sini sekitar 30 centimeter, tapi daerah dalam sekitar 1 meter di wilayah RT 3," jelas Sem Usad. Ketua RT 2 Sem Usad juga berterima kasih atas bantuan perahu lipat yang di titipkan di wilayahnya, dia juga mengharapkan air segera surut.
Warga Terjebak Macet
Sementara itu, banjir di Kota Samarinda yang terjadi sejak Sabtu pagi (11/1/2020) membuat lalu lintas macet parah, utamanya juga terjadi di Jalan Poros Bontang Samarinda, Kalimantan Timur.
Warga dari Kota Bontang harus terjebak macet selama 2 jam akibat banjir.
Kemacetan mulai terjadi di gerbang selamat datang Samarinda jalan poros Samarinda-Bontang.
Antrian kendaraan mengular hingga ke 3 kilometer.
Kendaraan roda empat dan angkutan lainnya merayap di lajur jalan masuk Samarinda.
Fitri warga Bontang yang kebetulan melintas mengaku dia memasuki gerbang selamat datang Samarinda sekitar pukul 14.15 Wita.
Baca Juga:
• Kepala Staf Umum TNI Sambangi Polda Kaltara, Begini Kegiatan dan Tujuannya
• Kepala Staf Umum TNI Bangga Prajurit Pamtas RI Malaysia di Serambi Perbatasan Nunukan Kaltara
• Kaya Vitamin A dan Vitamin C hingga Mencegah Kanker, Berikut Manfaat Sambal bagi Kesehatan
Namun ia dan rombongan baru memasuki Kota Samarinda sekitar pukul 16.30 Wita.
Genangan air di sekitar kantor Lurah Sei Siring menghambat lalu lintas kendaraan karena menghindari genangan air tinggi.
"Tadi baru lepas dari macet sore, mobil jalan pelan karena antri melintas banjir," ujarnya.
Dari pantauan tribun di lapangan sekitar pukul 14.00 banjir masih menggenangi jalan M Yamin (persimpangan 4 -jalan PM Noor). Air setinggi lutut orang dewasa membuat lalu lintas terhambat.
Di jalan Gatot Subroto juga terjadi antrian panjang kendaraan. Air setinggi mata kaki orang dewasa membuat pengendara berjalan pelan.
Banjir juga terjadi di jalan Ahmad Yani, kemacetan terjadi sekitar 700 meter. Air yang menggenangi jalanan membuat pengusaha menutup ruko mereka.
Untuk informasi, hujan deras sejak sekitar pukul 03 .00 WITA mengakibatkan sejumlah kawasan Kota Samarinda Kalimantan Timur dilanda banjir, Sabtu (11/1/2020)
Warga RT 20 jalan DI Panjaitan Kecamatan Sungai Pinang Kosim (56) bersamaa istri terpaksa menyapu dan memindahkan kursi dan sejumlah meja warung Nasi Goreng Gresik Jaya yang dirintis sejak tahun 1998.
"Banjir hari ini mengingatkan waktu lebaran 2019, ya kayak gini tempat tidur juga kebanjiran. Sekitar jam 5 pagi air membanjiri warung sekaligus rumah saya," kata Kosim.
Kosim menilai sungai kecil yang berada tak sampai 200 meter dari rumahnya tak memadai.
Roni Fauzan warga Jalan Ahmad Dahlan Samarinda yang hendak berangkat ke Semarang Jawa Tengah harus menunggu sekitar 30 menit naik mobil pickup milik warga yang rela mengantarkan sampai depan Terminal Lempake menuju Bandara APT Pranoto.
"Penerbangan saya sekitar pukul 13.00 WITA, ya semoga saja banjir di kawasan Samarinda dapat selesai persoalannya dan harus diminimalisir," harap Roni Fauzan.
Penumpang Bandara APT Pranoto Naik Pick Up
Hujan Deras sejak sekitar pukul 03 .00 WITA mengakibatkan sejumlah kawasan Kota Samarinda Kalimantan Timur dilanda banjir, Sabtu (11/1/2020)
Warga RT 20 jalan DI Panjaitan Kecamatan Sungai Pinang Kosim (56) bersamaa istri terpaksa menyapu dan memindahjan kursi dan sejumlah meja warung Nasi Goreng Gresik Jaya yang dirintis sejak tahun 1998.
"Banjir hari ini mengingatkan waktu lebaran 2019, ya kayak gini tempat tidur juga kebanjiran. Sekitar jam 5 pagi air membanjiri warung sekaligus rumah saya," kata Kosim.
Kosim menilai sungai kecil yang berada tak sampai 200 meter dari rumahnya tak memadai.
"Sampai kapan kayak begini terus, setiap hujan was was kebanjiran. Seharusnya rumah yang kena sungai dibenahi disesuaikan kapasitasnya dengan air yang mengalir, kemudian endapan dibersihkan agar air menampung lebih banyak dan sungai lebih dalam," tambahnya.
Aries warga RT 17 pemilik usaha pusat pengobatan Islami juga terendam banjir.
Baca Juga;
Aremania Bersiap Sambut Eks Persib Rekomendasi Mario Gomez? Gantikan Peran Makan Konate di Arema FC
Doa dan Persembahan Terakhir Sule untuk Ibu Rizky Febian, Meski Lina Menikah Lagi, Sule Masih Cinta
Ramalan Zodiak Hari ini Sabtu 11 Januari 2020 Cancer Ada Momen yang Bikin Kesal, Taurus Nasib Baik
Lihat Gigi Kuning Anang Hermansyah, Ashanty Langsung Tawarkan Hal Ini, Ayah Aurel tak Kuasa Menolak
"Sejak setelah shalat subuh air mulai masuk ke tempat usaha saya, kebetulan saya tidur di tempat usaha, rumah saya di kelurahan Tanah Merah. Sebagian usaha bekam, herbal saya pindahkan ke ruko perumahan Alaya, tempat usaha saya juga yang saya buka," tutur Aries.
Roni Fauzan warga Jalan Ahmad Dahlan Samarinda yang hendak berangkat ke Semarang Jawa Tengah harus menunggu sekitar 30 menit naik mobil pickup milik warga yang rela mengantarkan sampai depan Terminal Lempake menuju Bandara APT Pranoto.
"Penerbangan saya sekitar pukul 13.00 WITA,ya semoga saja banjir di kawasan Samarinda dapat selesai persoalannya dan harus diminimalisir," harap Roni Fauzan.
Baca Juga;
Menangis, Sule Ucap Kata-kata Ini di Depan Makam Lina, Terucap Sayang, Beber Fakta Sidang Perceraian
Arema FC Buru 1 Pemain Asing, Ezechiel NDouassel atau Pemain Terbaik Liga 1 2019 Pilihan Mario Gomez
2 Foto Rizky Febian Dikaitkan Tanggal Wafat Lina, 4 Januari Momen Bahagia dan Sedih Keluarga Sule
Diam-diam Persib Rekrut sang Mantan untuk Musim Depan, Si Kujang Lembang Kembali Pulang
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Samarinda, Ifran mengutarakan jajaranya menyiagakan 1 unit mobil operasional untuk mengantar warga maupun penumpang pesawat yang hendak ke Bandara APT Pranoto
"Hujan hari ini sebenarnya sudah ada prediksi antara pukul 00.00 atau 02.00 WITA hujan , ternyata sekitar pukul 04.00 hujan lumayan Deras sampai 5 jam. Dan kami siaga di Posko bersama di simpang Alaya. Kami membantu ngedrop penumpang maupun warga sampai depan terminal Lempake kurang lebih 3 KM dari simpang Perumahan Alaya. Selanjutnya ada bus Damri dan armada taksi yang akan mengangkut penumpang menuju Bandara APT Pranoto," ungkapnya.
(Tribunkaltim.co/Ichwal Setiawan)