Breaking News:

Mobil Bodong

Polda Kaltim Bongkar Sidikat Jual Beli Kendaraan Bodong, Amankan 10 Mobil dan 2 Motor dari Tersangka

Menurut Wadireskrimum Polda Kaltim AKBP Roni Faisal Faton, pelaku sengaja memalsukan surat-surat kendaraan seperti STNK dan BPKB motor dan mobil.

Editor: Martinus Wikan
Tribunkaltim/Fahmi Rachman
BODONG - Tersangka RB (32) ditangkap polisi setelah terlibat transaksi jual beli kendaraan bodong dan pemalsuan surat-surat kendaraan. Foto / Mochamad Fachmi 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Seorang pria berinisial RB (32) tahun di kota Balikpapan harus mendekam dibalik jeruji besi setelah ditangkap tim Jatanras Polda Kaltim.

Tersangka RB ditangkap Jatanras Polda Kaltim pada Selasa 2 Desember 2019 lalu di kawasan Balikpapan Utara lantaran terlibat kasus transaksi jual beli kendaraan bodong dan pemalsuan surat-surat kendaraan.

Menurut Wadireskrimum Polda Kaltim AKBP Roni Faisal Faton, pelaku sengaja memalsukan surat-surat kendaraan seperti STNK dan BPKB motor dan mobil.

Hal itu dilakukan pelaku sudah berlangsung lama dan baru berhasil ditangkap setelah dilakukan penyisiran.

"Mengungkap tindak pidana penggelapan atau pengalihan jaminan fidusial dan atau penanda terhadap pemalsuan surat-surat kendaraan. Kita melakukan penangkapan pada hari Selasa 3 Desember 2019 sekira pukul 14:00 di wilayah Balikpapan Utara. Jadi kita mengamankan 1 orang tersangka berinisial RB, yang mana Ini juga sebagai penanda daripada motor motor dan mobil yang diperjualbelikan tanpa dilengkapi surat-surat," katanya saat kegiatan rilis yang digelar di halaman Mapolda Kaltim, Senin (13/1).

Dari tangan pelaku, polisi juga berhasil menyita barang bukti berupa 10 unit kendaraan mobil dan 3 unit sepeda motor.

Selain itu juga ada beberapa surat-surat kendaraan seperti STNK dan BPKB yang di duga merupakan surat-surat hasil pemalsuan dari pelaku.

"Ada surat-surat pun juga ini masih kita dalami karena ada indikasi aspal. Nanti akan kita kembangkan dan untuk barang bukti ada 10 unit mobil dan 3 motor," lanjutnya

Sementara itu, kendaraan bodong tersebut dijual oleh pelaku dibeberapa wilayah di Kalimantan Timur dengan harga miring.

Polisi juga mengaku masih terus mengembangkan kasus penyelidikan guna mengetahui modus pelaku serta komplotan pelaku dalam melancarkan aksinya.

Atas perbuatannya itu, pelaku dijerat pasal 372 KUHP junto 480 junto pasal 263 KUHP dengan ancaman kurungan lima tahun penjara.

“Modusnya masih kita dalami, karena dia menjual barang-barang apa unit yang tidak dilengkapi dokumen. Dan yang bersangkutan kita jerat pasal 372 KUHP junto 480 junto pasal 263 KUHP dengan ancaman pidana 5 tahun penjara," Pungkasnya. (m06)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved