Bantuan Keuangan

Raih 16 Panji Keberhasilan Tapi Bantuan Keuangan Diterima Balikpapan Lebih Kecil dari Paser

Panji yang diterima merupakan pertanda keberhasilan dari kinerja pemerintah kota Balikpapan, dibawah kepemimpinan Walikota Rizal Effendi

Raih 16 Panji Keberhasilan Tapi Bantuan Keuangan Diterima Balikpapan Lebih Kecil dari Paser
Foto Humas Pemkot
Istri Walikota Balikpapan Rizal Effendi saat menerima panji keberhasilan yang diserahkan oleh Gubernur Kaltim Isran Noor, Kamis (9/1/2020) 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- Pemerintah Kota Balikpapan beberapa waktu lalu berhasil memperoleh 16 Panji Keberhasilan di 16 bidang yang diserahkan langsung oleh Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor.

Panji yang diterima merupakan pertanda keberhasilan dari kinerja pemerintah kota Balikpapan, dibawah kepemimpinan Walikota Rizal Effendi dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Meski begitu, dengan banyaknya panji keberhasilan yang diterima, Walikota dua periode tersebut berharap hal itu dapat menjadi perhatian lebih bagi pemerintah provinsi.

"Mudah-mudahan apresiasi dari pemerintah provinsi tidak hanya Panji, tapi juga misalnya bantuan keuangan dan kegiatan-kegiatan yang dibiayai oleh APBD provinsi," ujar Rizal Effendi saat ditemui Tribunkaltim.co.

Sementara itu, dari penuturannya saat ini bantuan keuangan yang diterima Kota Balikpapan hanya Rp 100 Miliar, sedangkan untuk kabupaten Paser bisa mencapai angka Rp 300 Miliar.

Jadi, ia pun berharap bisa mendapat apresiasi lebih sehingga selanjutnya terdapat perubahan paradigma di provinsi terhadap Kota Balikpapan.

Sementara itu, saat ditanya mengenai bantuan keuangan yang nilainya berbeda jauh, Rizal mengaku tidak tahu menahu mengenai hal itu.

"Kalau perbedaan bantuan tersebut saya kurang tahu perhitungannya apa, mungkin ada Indikatornya. Tapi apapun tanpa mengurangi haknya Paser, seharusnya Balikpapan sebagai Kota kedua setelah Samarinda, harusnya mendapatkan perhatian yang lebih besar," katanya.

Lanjut Rizal menyebut dengan memperoleh banyak panji, bukan berarti Kota Balikpapan tidak memiliki hal yang harus di evaluasi.

Justru dengan adanya hal itu, ia mengaku semakin banyak hal-hal yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan.

Terlebih, saat ini di setiap tahunnya terdapat tantangan ataupun harapan setiap orang yang berubah.

"Selalu orang menginginkan yang terbaik dan terbaik. Kita ingin Balikpapan menjadi role model, bagi setidaknya kota-kota di Kalimantan," tutup Rizal mengakhiri keterangannya.

Editor: Martinus Wikan
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved