Tahun Ini Kementerian ESDM Bangun 6.000 Sambungan Jargas di Kota Balikpapan, Ini Wilayahnya

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM ) membangun jaringan gas ( Jargas ) sebanyak 6.000 sambungan rumah ( SR ) di Kota Balikpapan

Tahun Ini Kementerian ESDM Bangun 6.000 Sambungan Jargas di Kota Balikpapan, Ini Wilayahnya
Tribunkaltim.co, Siti Zubaidah
Pekerjaan galian tanah untuk saluran jargas di kawasan Karang Rejo, Kecamatan Balikpapan Tengah 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Tahun 2020 ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM ) membangun jaringan gas ( Jargas ) sebanyak 6.000 sambungan rumah ( SR ) di Kota Balikpapan.

Kepala Bagian ( Kabag ) Perekonomian Pemerintah Kota Balikpapan Panti Suhartono mengatakan, ada 6.000 sambungan yang rencana dibangun.

Dengan target pengerjaan sekitar delapan bulan, pengerjaan dimulai bulan Maret atau akhir Februari.

"Kemarin Dirjen Migas dan ESDM sudah datang ke Balikpapan, kemungkinan di bulan Januari ini ada sosialisasi ke warga," kata Panti Suhartono.

Sebaran wilayahnya untuk tahun 2020 di kawasan Kelurahan Muara Rapak dan Keluarahan Gunung Samarinda.

Tahap pertama dan kedua sebanyak 8.839 sambungan rumah ( SR ), tahap ketiga ada 6.000 SR. Target RPJM tahun 2021 sekitar 24 ribu sambungan rumah.

Baca Juga;

Menghilang Lagi dari Latihan Persebaya Surabaya, Osvaldo Haay Menuju Persija, Ini Reaksi Aji Santoso

Niat Baik Putri Delina pada Teddy Jadi Sorotan, Putri Sule Malah Banjir Hujatan dari Netizen

Intip Foto-foto Rumah Mewah Haji Isam Pengusaha Terkaya Kalimatan Selatan Saat Acara Lamaran Anak

Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini Rabu 15 Januari 2020, Virgo Cinta Hampa, Aries Jangan Jadi Pelakor!

"Sepertinya tidak tercapai targetnya, baru sekitar 50 persen. Tak mencapai target karena tergantung kuota pusat. Kami kemarin mengajukan 10 ribu sambungan," ujar Panti Suhartono.

Ternyata yang disetujui Kementerian ESDM sekitar 6.000 sambungan rumah. Sebab pemerataan wilayah untuk jargas, jadi tidak hanya terfokus di satu daerah.

"Jargas ini lebih murah dari LPG, harganya Rp 3.425 perkilogram, biasanya warga menghabiskan 15 kilogram dalam sebulan. Itu juga tergantung pemakaian," kata Panti Suhartono. (dha)

Penulis: Siti Zubaidah
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved