Tes Fisik Atlet Kaltim yang Lolos PON Papua Berakhir, Begini Kondisi Kebugarannya
Tes fisik tahap awal yang diikuti ratusan atlet Kalimantan Timur ( Kaltim ) sebagai persiapan menuju PON Papua 2020 akhirnya usai
Penulis: Christoper Desmawangga | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Tes fisik tahap awal yang diikuti ratusan atlet Kalimantan Timur ( Kaltim ) sebagai persiapan menuju PON Papua 2020 akhirnya usai.
Tes fisik tersebut dilakukan selama empat hari, mulai 14- 17 Januari 2020, bertempat di stadion Madya Sempaja, Samarinda dipimpin langsung Konsultan Teknik Kaltim, Dikdik Zafar Sidik yang merupakan guru besar Fakultas Pendidikan dan Olahraga, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).
Dari 319 atlet yang lolos ke PON Papua 2020, namun belum semua atlet mengikuti tes fisik tahap awal pada persiapan umum tersebut.
Jumlah atlet yang mengikuti tes fisik hanya berkisar di bawah 70 persen. Atlet yang belum mengikuti tes fisik, nantinya akan menjalani tes fisik diwaktu yang berbeda.
"Atlet yang belum tes fisik ini akan menyusul, yang tidak ikut karena ada event di luar," ucap Dikdik, Jumat (17/1/2020).
Lanjut dirinya menjelaskan, hasil tes fisik secara keseluruhan, terdapat atlet yang berada di bawah standart kebugaran, juga terdapat yang di atas. Jumlah antara yang di atas dan di bawah relatif berimbang.
Baca Juga;
Pra Masterplan Ibu Kota Baru Indonesia di Kalimantan Timur Rampung, Pemerintah Bawa ke Internasional
Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini Jumat 17 Januari 2020, Virgo Diam-diam Cinta, Taurus Putus Lagi!
Berlabel Bintang di Arema FC, Aji Santoso Ungkap Rencana Mengejutkan untuk Makan Konate di Persebaya
Istri Mencuci di Sungai, Suami Malah Lampiaskan Nafsu Bejatnya ke Anak Kandung
"Akumulasi dari hari pertama hingga terakhir. Secara umum kondisinya seperti yang saya prediksi, berada diantara pasca babak kualifikasi, ada yang di bawah, ada yang diatas, ada juga yang sama saat babak kualifikasi PON," urainya.
"Jumlahnya berimbang saja, karena tes fisik ini tergantung cabor. Tapi, kebugaran atlet yang berada di zona medali emas relatif masih berada saat kualifikasi PON, kalau pun ada penurunan tidak terlalu signifikan," sambungnya.
Terkait hal itu, pihaknya memberikan rekomendasi ke pelatih masing-masing cabor agar membangun kualitas fisik atletnya, sebelum nantinya ditingkatkan.
"Dan, ini tugas yang cukup berat untuk tingkatkan kualitas fisik. Kembangkan dulu, peningkatannya pada periode berikutnya," imbuhnya.