Sabtu, 18 April 2026

Badminton

Update Rangking BWF Juara Indonesia Masters 2020 Anthony Ginting Masuk 5 Besar, Rangking Terbaiknya

Berikut update Rangking BWF jadi juara Indonesia Masters 2020, Anthony Ginting Masuk 5 Besar, rangking terbaiknya

Editor: Amalia Husnul A
badmintonIndonesia.org
Ini update rangking BWF Menang Indonesia Masters 2020, Anthony Ginting naik ke peringkat 5, ini adalah catatan rangking terbaiknya 

TRIBUNKALTIM.CO - Ini update rangking BWF, jadi juara Indonesia Masters 2020, Anthony Ginting naik ke peringkat 5, ini adalah catatan rangking terbaiknya

Setelah dua turnamen BWF Super Series Level Super 500 Malaysia Masters 2020 dan Indonesia Masters, BWF merilis update terbaru rangking, Selasa 21 Januari 2020.

Dari rangking terbaru yang dirilis BWF Selasa 21 Januari 2020, Anthony Ginting yang berhasil menjadi juara Indonesia naik ke peringkat lima.

Pemain tunggal putra Indonesia Anthony Ginting berhasil duduk di rangking lima BWF berdasarkan update minggu keempat 21 Januari 2020.

Ini adalah rangking terbaik dalam sejarah karier Anthony Ginting.

Tahun 2019, Anthony Ginting bahkan mendapat gelar Mr Runer Up karena langkahnya selalu menjadi Runner Up dan tanpa satupun gelar juara.

Raih Juara Indonesia Masters 2020, Anthony Hapus Kutukan Runner Up, Buyarkan Mimpi Unggulan Denmark

Setelah Marcus/Kevin Juara Indonesia Masters 2020, Anthony Bisa Hapus Kutukan Runner Up

Hasil Indonesia Masters 2020, Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan Anthony Ginting Kantongi Tiket Final

Anthony Tak Risaukan Target Juara di Indonesia Masters 2020, Carolina Marin Ingin Tebus Kegagalan

Tahun 2019 Anthony Ginting menderita lima kekalahan di babak final di  Australia Open, Singapore Open, Fuzhou China Open, Hong Kong Open, BWF World Tour Finals 2019

Di awal tahun 2020, langkah Anthony Ginting sempat terseok-seok.

Ketika di ajang turnamen Malaysia Masters 2020 yang menjadi pembuka turnamen BWF tahun 2020, Anthony Ginting dipaksa angkat koper di babak pertama setelah kalah dari Huang Yu Xiang ( China ).

Namun, di Istora Senayan, Jakarta, akhirnya Anthony Ginting memecah kebuntuan dalam raihan juara dengan meraih gelar pertamanya di tahun 2020.

Di Indonesia Masters 2020, Anthony Ginting mengalahkan juara bertahan Indonesia Masters 2019, Anders Antonsen lewt duel tiga gim yang berakhir dengan skor 21-17 15-21 dan 21-9.

Juara Indonesia Open Tersingkir, Saingan Jonatan dan Anthony di Indonesia Masters 2020 Berkurang

Jelang BWF World Tour Finals 2019, Jonatan Christie, Anthony Ginting, Praveen/Melati ke SEA Games

Penuh haru, Anthony Ginting mempersembahkan kemenangan untuk mama tercintanya.

Dengan kemenangan di Indonesia Masters 2020, Anthony Ginting meraih poin 76.722 dan naik dua peringkat ke posisi lima, dari posisi 7 sebelumnya. 

Sementara Anders Antonsen, yang jadi Runner Up, turun tiga strip ke posisi 6 dengan raihan poin 76.200.

Dari update rangking terbaru BWF, Kento Momota ( Jepang ) masih kokoh berada di rangking 1 dengan raihan poin 111.918.

Posisi kedua juga masih dipegang Chou Tien Chen dengan 80.548 poin. 

Rangking tiga besar dikunci Viktor Axelsen ( Denmark ) yang dikalahkan Anthony Ginting di semifinal Indonesia Masters 2020

Di rangking 4 ada Chen Long ( China ) yang mengumpulan 77.880 poin.

Sementara itu pemain tunggal putra Indonesia lainnya, Jonatan Christie melorot satu strip ke posisi 7 dengan 73.538 poin.

Bagaimana menurut Kepala Pelatih Tunggal Putra PBSI soal Jonatan Christe dan Anthony Ginting ?

Untuk pencapaian dua anak asuhnya di Indonesia Masters 2020, Kepala Pelatih Tunggal Putra PP PBSI, Hendry Saputra sebetulnya mengharapkan All Indonesian final.

Kedua wakil Indonesia tersebut berhasil melangkah ke semifinal.

Sayangnya, Jonatan Christie kalah dari Anders Antonsen. 

"Kalau saya sebetulnya sudah berharap dari tahun lalu, karena kan kita harus jadi tuan rumah yang baik dengan menyumbang gelar.

Saya malah maunya all Indonesian final, kalau Jonatan ketemu Antonsen bisa menang, saya optimis bisa ketemu Anthony di final," ujar Hendry Saputra seperti dilansir dari Badmintonindonesia.org.

"Gagal lima kali, setiap orang belajar dari kesalahannya.

Malah menurut saya seharusnya nggak boleh gagal sampai lima kali di final, karena dia berjuang bukan cuma di 2019, tapi dari 2016 sudah berjuang di level elit.

SEA Games Mepet BWF World Tour Finals 2019 Bagaimana Jonatan Christie Anthony Ginting Praveen/Melati

Tim Badminton SEA Games 2019 Berubah Lagi Sebelum BWF World Tour Finals Anthony Ginting ke Filipina

Tahun 2019 seharusnya sudah memetik hasilnya. Tapi saya tetap bersyukur atas gelar yang sudah diraih Anthony," sebut Hendry Saputra.

Hendry Saputra mengatakan bahwa dalam pertandingan tersebut, Anthony Ginting bisa menerapkan dua hal yang menjadi evaluasi utamanya yaitu fokus dan ketenangan di lapangan.

"Ketenangan dan fokus, adalah dua hal yang paling sering saya diskusikan dengan dia.

Dia harus punya kematangan, bisa baca situasi dari pengalaman dia.

Dia harus yakin kalau dia itu pemain bagus, dari segi apa dia yang nggak bagus? Dan kita harus akui, Anthony itu memang pemain bagus," ujar Hendry.

"Tapi kalau dia nggak tenang, kan bisa kacau. Kedua, kalau nggak bisa fokus, hasilnya pasti jauh dari harapan.

Dia mesti terima, harus perbaiki dan tingkatkan standard kualitas fokus dan ketenangannya, dua hal ini," lanjutnya.

Sementara itu menurut Hendry, Jonatan Christie juga memiliki problem yang kurang lebih sama dengan Anthony Ginting.

Di Indonesia Masters 2020, Jonatan Christie juga dalam kondisi fisik yang tidak seratus persen.

Hendry Saputra juga mengingatkan bahwa jangan sampai ini terjadi di Olimpiade Tokyo 2020 nantinya, hal ini bisa dijadikan pelajaran, agar kondisi tak lagi menjadi isu yang sama penyebab kekalahan.

"Setelah dicek, memang ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan, dikuatkan. Ini bagus supaya dia lebih siap, bayangkan kalau kejuaraan itu Olimpiade, kan sayang.

Sekarang ini jadi pelajaran, nanti di kejuaraan penting terlepas hasilnya menang atau kalah, yang penting bukan karena masalah yang sama, karena kami sudah coba perbaiki," tutur Hendry.

Menurut Hendry Saputra, absennya Kento Momota, pemain nomor satu dunia di ajang Indonesia Masters 2020 sebetulnya hal yang sangat disayangkan.

Dikatakan Hendry Saputra, Indonesia Masters 2020 merupakan salah satu ajang ujian bagi anak-anak didiknya jelang panggung Olimpiade.

"Banyak yang bilang, Anthony bisa juara karena Momota absen dan Chou Tien Chen ( Taiwan ) sudah kalah.

Kalau dari saya, justru saya maunya Momota datang dan Chou masih ada di babak akhir, karena bisa diuji lagi jelang olimpiade.

Mereka adalah pemain-pemain top. Bisa saja di turnamen yang tinggal beberapa lagi jelang Olimpiade, nggak ketemu lagi, maunya kan di sini ( Indonesia Masters 2020 )," Hendry Saputra.

Saat ini baik Anthony Ginting dan Jonatan Christie akan fokus ke turnamen selanjutnya yaitu Badminton Asia Team Championships 2020 yang akan berlangsung di Manila, Filipina, pada 11-16 Februari 2020.

Sementara itu untuk pemain Indonesia lainnya tidak ada perubahan yang signifikan di rangking BWF.

Anthony Ginting Ucapkan Selamat pada Lee Cheuk Yiu, Rangking Pemain Hong Kong Ini Naik Empat Setrip

VIDEO Detik-detik Pukulan Anthony Ginting yang Dinilai Fault di Hong Kong Open 2019, Kontroversial

Hasil Semifinal Hong Kong Open 2019 Kalahkan Jonatan Christie, Anthony Ginting ke Final

Hasil Fuzhou China Open 2019 Anthony Ginting Terhenti, Perpanjang Rekor Buruk Lawan Ng Ka Long Angus

Nomor ganda putra, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo masih kokoh di peringkat 1 BWF.

Begitu juga dengan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan di rangking 2.

Sementara ganda putra lainnya, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto berada di rangking 5.

Berikut update rangking BWF 10 besar ( 21 Januari 2020 ) untuk seluruh sektor

Tunggal putra

1. Kento Momota ( Jepang ) 

2. Chou Tien Chen ( Taiwan )

3. Viktor Axelsen ( Denmark ) 

4. Chen Long ( China ) 

5. Anthony Ginting ( Indonesia )

6. Anders Antonsen ( Denmark )

7. Jonatan Christie ( Indonesia ) 

8. Shi Yu Qi ( China )

9. NG Ka Long Angus ( Hong Kong )

10. Kanta Tsuneyama ( Jepang )

Ganda putra

1. Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo  ( Indonesia )

2. Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan ( Indonesia ) 

3. Li Jun Hui/Li Yu Chen ( China )

4. Takeshi Kamura/Keigo Sonoda ( Jepang )

5. Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto ( Indonesia )

6. Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe ( Jepang )

7. Lee Yang/Wang Chi Lin ( Taiwan )

8. Aaron Chia/Soh Wooi Yik ( Malaysia )

9. Choi Solgyu/Seo Seung jae ( Korea )

10. Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty ( India )

Tunggal putri

1. Chen Yu Fei  ( China )

2. Tai Tzy Ying ( Taiwan )

3. Akane Yamaguchi ( Jepang ) 

4. Nozomi Okuhara ( Jepang )

5. Ratchanok Intanon ( Thailand )

6. Pusarla V Sindhu ( India )

7. He Bing Jiao ( China )

8. Michelle Li ( Kanada )

9. An Se Young ( Korea )

10. Carolina Marin ( Spanyol )

Ganda putri

1. Chen Qing Chen/Jia Yi Fan ( China )

2. Mayu Matsumoto/Waka Nagahara ( Jepang )

3. Yuki Fukushima/Sayaka Hirota ( Jepang )

4. Lee Song Hee/Shin Seung Chan ( Korea )

5. Kim So Yeong/Kong Hee Yong ( Korea ) 

6. Du Yue/Li yun Hui ( China ) 

7. Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi ( Jepang )

8. Greysia Polii/Apriyani Rahayu ( Jepang )

9. Le Wen Mei/Zheng Yu ( China )

10. Chang Ye Na/Kim Hye Rin ( Korea )

Ganda campuran

1. Zheng Siwei/Huang Yaqiong ( China )

2. Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping ( China )

3. Deechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai ( Thailand )

4. Yuta Watanabe/Arisa Higashino ( Jepang )

5. Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti ( Indonesia )

6. Seo Seung Jae/Chae Yujung ( Korea )

7. Chan Peng Soon/Goh Liu Ying ( Malaysia )

8. Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja ( Indonesia )

9. Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie ( Malaysia )

10. Tan Chun Man/Tse Ying Suet ( Hong Kong )

(*)

  

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved