BNPB Sebut Ada Potensi Gempa 5 SR, BMKG Jelaskan Posisi Ibu Kota Baru Indonesia dari Zona Megathrust

BNPB sebut ada potensi gempa 5 SR, BMKG jelaskan posisi Ibu Kota Baru Indonesia dari Zona Megathrust

BNPB Sebut Ada Potensi Gempa 5 SR, BMKG Jelaskan Posisi Ibu Kota Baru Indonesia dari Zona Megathrust
ibtimes.co.uk
Gempa Bumi 8 SR Serta tsunami 10 Meter disebut bakal terjadi di Sulawesi, BMKG beri sejumlah fakta . 

TRIBUNKALTIM.CO - BNPB sebut ada potensi gempa 5 SR, BMKG jelaskan posisi Ibu Kota Baru Indonesia dari Zona megathrust.

Relatif aman dari bencana gempa plus tsunami jadi pertimbangan Presiden Joko Widodo atau Jokowi memindahkan Ibu Kota Negara dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur.

Namun, Badan Nasional Penaggulangan Bencana atau BNPB menyebut Kalimantan Timur memiliki potensi gempa di bawah 5 SR.

Sementara, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG menjelaskan posisi Kalimantan Timur atau Kaltim dari Zona megathrust atau tumbukan lempeng.

Secara khusus, Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB mendapatkan tugas dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo untuk melakukan penelitian terkait potensi bencana.

Meskipun tidak memiliki gunung berapi, Kepala BNPB, Letnan Jenderal TNI Doni Monardo mengungkapkan, potensi bencana gempa di Kaltim masih ada.

Bahkan, secara angka, Doni menyebutkan potensi gempa di Kaltim di bawah 5 skala richter (SR).

Kalimantan Paling Aman Bencana Gempa di Indonesia, Potensi Gempa Ibu Kota Baru RI di Bawah 5 SR

Ada Potensi Gempa 5 SR di Lokasi Ibu Kota Negara, Kepala BNPB : Semua Ahli Akan Diturunkan

Sulawesi Dihantam Cuaca Buruk, 3 Penerbangan ke Makassar Dialihkan, Sebelumnya Viral Isu Gempa Besar

Gempa Bumi 8 SR Serta Tsunami 10 Meter Disebut Bakal Terjadi di Sulawesi, BMKG Beri Sejumlah Fakta

“Potensi gempa ada. Tapi, dibawah 5 SR. Namun, ini perlu kita dalami kembali melalui kerjasama dari berbagai pihak,” ujarnya saat diwawancara awak media usai dirinya melakukan kunjungan kerja di Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarina, pada Rabu (22/1/2020), siang.

Tidak mau sembarang dalam melakukan penelitian, Doni menyebutkan, BNPB menurunkan seluruh ahli dan pakar dari berbagai bidang dalam melakukan penelitian.

Hal ini dilakukan, agar seluruh data yang didapat valid.

Halaman
1234
Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved