Berlaga di 6th Southeast Asia Championship Atlet Squash Andalan Kaltim Ini Targetkan Perbaiki Medali

Berlaga di 6th Southeast Asia Championship atlet aquash andalan Kaltim ini targetkan perbaiki medali.

TribunKaltim.co/Cahyo Adi Widananto
Berlaga di 6th Southeast Asia Championship atlet aquash andalan Kaltim ini targetkan perbaiki medali. 

TRIBUNKALTIM.CO -  Berlaga di 6th Southeast Asia Championship atlet aquash andalan Kaltim ini targetkan perbaiki medali.

Atlet squash andalan Kalimantan Timur khususnya Balikpapan Yaisha Putri Yasandi akan berlaga pada gelaran 6th Southeast Asia Squash Championship 2020 di Thailand 18-23 Februari mendatang.

Berbagai persiapan tentunya dilakukan oleh dara kelahiran Balikpapan 9 Mei 1999 ini untuk menghadapi kejuaraan yang akan dilaksanakan di Thailand tersebut.

"Persiapan latihan sendiri. Disini belum ada sparing partnernya. Nanti rencananya akan ada pemusatan latihan di Jakarta sebelum berangkat ke Thailand," ujar Yaisha Putri Yasandi, Minggu (26/1/2020)

Yaisha juga bertekad untuk memperbaiki perolehan medali setelah empat kali pada gelaran sebelumnya hanya mampu membawa medali perunggu.

"Ini kan ajang tahunan. Kebetulan kemarin Indonesia bisa bawa dua perunggu. Yang jelas targetnya melebihi perolehan sebelumnya. Minimal perak kalo bisa emas," tuturnya.

 Terapkan 3 Formasi Saat Uji Coba Lawan PON Kaltim, Begini Penjelasan Pelatih Borneo FC

 Fakhri Husaini Ditelpon Sekjen PSSI Agar tak Hadir di Mata Najwa,Ini Jawaban Eks Pelatih Timnas U-19

 Borneo FC vs PON Kaltim Bermain Imbang, Pelatih Pesut Etam Edson Tavares Mengaku Puas, Ini Alasannya

 Status Keberangkatan Atlet Angkat Besi Kaltim ke PON Papua Belum Jelas, Latihan Masih Berlangsung

Meski bakal turun di beberapa kategori mulai dari perorangan putri, beregu campuran dan jumbo doubles, atlet kelahiran Balikpapan ini mengaku peluang paling besar ada di nomor jumbo doubles dan beregu.

Yaisha sendiri nantinya tidak akan berjuang sendiri, ada empat atlet lain perwakilan dari provinsi di Indonesia yang ikut berjuang. Empat atlet lainnya tersebut yakni Nisa Nur Fadillah (DKI Jakarta), Agung Wilant (Jawa Barat), Satria Bagus Laksana (Jawa Tengah), Mohammad Faisal (Jawa Barat).

Ditanyainya mengenai lawan terberat sejauh ini, Yaisha mengaku Malaysia masih menjadi lawan terberat bagi Indonesia sejauh ini.

"Sebenernya kalo skill kita bisa diadu. Cuma dari segi mental kita kalah. Mungkin karena jam terbang negara-negara lain jauh lebih banyak ketimbang kita," tambahnya.

 25 Januari Tim Sepak Bola PON Kaltim Ditantang Borneo FC Samarinda, Begini Kondisinya Jelang Laga

 Akhir Januari KONI Kaltim Panggil Pelatih Cabor yang Lolos PON Papua Zona Medali, Ini Agendanya

 Bersaing Dengan Atlet Top Label Timnas, Tim Bulutangkis Kaltim Bersikap Realistis di PON Papua 2020

 Matangkan Persiapan PON Papua 2020, Satu Atlet Wushu Kaltim Berlatih di China, 7 Lainnya Menyusul

Demi memuluskan targetnya untuk mendapatkan perolehan medali yang lebih baik daripada sebelumnya, Yaisha berharap mendapatkan pasangan partner yang tepat pada kompetisi tahun ini.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved