Sabtu, 18 April 2026

Thomas Uber Cup 2026

Satu Grup dengan Prancis di Thomas Cup 2026, Indonesia Diingatkan Legenda Badminton Malaysia

Satu grup dengan Prancis di Thomas Cup 2026, Indonesia diingatkan legenda badminton Malaysia.

Editor: Amalia Husnul A
Grafis Tribun Kaltim/Canva
THOMAS CUP 2026 - Skuad Prancis dan Indonesia di Thomas Cup 2026. Satu grup dengan Prancis di Thomas Cup 2026, Indonesia diingatkan legenda badminton Malaysia. (Grafis Tribun Kaltim/Canva) 

Ringkasan Berita:
  • Legenda badminton Malaysia, Razif Sidek waspadai kebangkitan Prancis yang jadi ancaman di Thomas Cup 2026.
  • Prancis dianggap berbahaya usai juara Kejuaraan Beregu Eropa dan kalahkan Denmark.
  • Kekuatan utama Prancis bertumpu pada lini tunggal kelas dunia dan ganda yang merata.
  • Tim Prancis terjun di "Grup Neraka" bersama Indonesia, Thailand, dan Aljazair.
  • Duel tunggal Christo vs Kunlavut diprediksi jadi penentu tiket perempat final.

 

TRIBUNKALTIM.CO - Jelang Thomas Uber Cup 2026 yang akan digelar 24 April-3 Mei 2026 mendatang di Horsens, Denmark, legenda badminton Malaysia, Razif Sidek mengingatkan untuk berhati-hati dengan kekuatan baru dunia bulutangkis.

Legenda badminton Malaysia, Razif Sidek memperingatkan negara-negara kuat tradisional dalam bulu tangkis untuk mewaspadai kekuatan Prancis pada Thomas Cup 2026.

Menurut Razif Sidek, Prancis telah muncul sebagai kandidat serius Thomas Cup setelah kemenangan mereka pada Kejuaraan Beregu Eropa.

Di Kejuaraan Beregu Eropa, Prancis sukses menghentikan dominasi Denmark yang sudah lama menjadi raksasa bulutangkis Benua Biru.

Baca juga: Thomas Uber Cup 2026, Lawan Tim Putra Indonesia Terancam Pincang, Nasib Dechapol Puavaranukroh

Razif mengatakan tim Prancis menunjukkan niat mereka dengan mengalahkan Denmark untuk gelar Eropa di Istanbul, pada Februari dan akan menjadi ancaman besar di Horsens, Denmark.

Kekuatan mereka di nomor tunggal, yang menampilkan pemain peringkat ke-2 dunia Christo Popov, peringkat 10 dunia Alex Lanier, dan peringkat ke-17 dunia Toma Junior Popov, cukup untuk menggoyahkan kepercayaan diri juara bertahan China.

Kekuatan di Tunggal dan Ganda Putra

Prancis juga menjadi ancaman aksasa lainnya seperti Indonesia, Jepang, dan Korea Selatan.

Meskipun Prancis telah memenangkan dua Piala Dunia sepak bola dan menghasilkan banyak juara dunia di cabang olahraga lain, mereka belum pernah mencapai prestasi tersebut di cabang olahraga  bulu tangkis.

Razif yang memimpin Malaysia meraih kemenangan Thomas Cup 1992, mengatakan para kandidat utama harus khawatir tentang kemampuan Prancis untuk menggulingkan nama-nama besar.

Prancis juga memiliki pasangan ganda yang andal, yaitu Christo/Toma (peringkat 21 dunia), sementara Eloi Adam/Leo Rossi (peringkat 52 dunia) dan Julien Maio/William Villeger (peringkat 77 dunia) telah menunjukkan peningkatan yang signifikan.

"Prancis menunjukkan kemampuan mereka dengan memenangkan gelar Eropa dan mereka merupakan ancaman bagi tim besar mana pun di Thomas Cup," kata Razif dilansir dari News Straits Times.

"Prancis adalah salah satu kandidat juara karena kekuatan tunggal mereka."

"Christo dan kawan-kawan telah membuktikan diri sebagai pemain kelas dunia di nomor tunggal putra dan dapat menantang pemain bulu tangkis top dari China, Indonesia, Jepang, dan tim kuat lainnya seperti India dan Korea Selatan.

"Pasangan ganda mereka juga kuat, dan Prancis akan lebih fokus pada ganda kedua mereka, di mana Adam/Rossi dan Maio/Villeger dapat memberikan poin kejutan."

Sumber: BolaSport.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved