PP Muhammadiyah Keluarkan Fatwa Haram Rokok Elektrik Vape, Pengurus Balikpapan Beri Komentar Ini

Ketua Pimpinan Daerah muhammadiyah Balikpapan memaparkan alasan mengapa PP Muhammadiyah keluarkan fatwa haram vape atau rokok elektronik.

Tribunkaltim.co/Dian Mulia Sari
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Balikpapan, Hendro di SMA Muhammadiyah 02 Balikpapan. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Ketua Pimpinan Daerah muhammadiyah Balikpapan memaparkan alasan mengapa PP Muhammadiyah keluarkan fatwa haram vape atau rokok elektronik.

Kini rokok elektronik vape menjadi suatu lifestyle bagi masyarakat. Vape juga menjadi komonitas untuk saat ini.

Maraknya masyarakat menggunakn rokok elektronik vape menjadi suatu hal yang serius bagi Muhammadiyah.

Pasalnya PP Muhammadiyah telah mengeluarkan fatwa haram terhadap rokok elektronik yaitu Vape pada 14 Januari 2020 di Yogyakarta.

Alasan PP muhammadiyah mengeluarkan fatwa ini menurut ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Balikpapan adalah tentang bahayanya rokok elektronik tersebut.

"Dengan alasan-alasan yang sudah dipaparkan yaitu termasuk membahayakan kesehatan, perbuatan yang mubazir yang bisa membahayakan tidak hanya diri sendiri tapi juga orang lain, dan juga banyak alasan-alasan itu," kata Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Balikpapan, Hendro kepada Tribunkaltim.co  pada Jumat, (31/01/2020).

Efek dari naiknya harga rokok membuat masyarakat beralih ke rokok elektrik atau sering disebut Vape. Harga terjangkau dan lama habisnya menjadi alasan masyarakat menggunakan rokok elektrik.
Efek dari naiknya harga rokok membuat masyarakat beralih ke rokok elektrik atau sering disebut Vape. Harga terjangkau dan lama habisnya menjadi alasan masyarakat menggunakan rokok elektrik. (TribunKaltim.Co/Jino Prayudi Kartono)

Hendro juga menjelaskan bahwa Muhammadiyah sebelumnya juga sudah mengeluarkan fatwa bahwa rokok itu haram. Jadi fatwa haram vape merupakan korelasi antara fatwa haram rokok yang sudah ada sebelumnya.

"sebenarnya dengan keluarnya fatwa vape itu haram, itu pertimbangan hukumnya tidak jauh berbeda dengan keputusan ketika mengharamkan rokok, jadi alasannya itu sama," kata Hendro.

Hendro mempertegas bahwa alasan mengeluarkan fatwa ini adalah karena dampak dan resiko yang diakibatkan dari kedua barang tersebut sangat membahayakan mayarakat.

"Baik dari sisi materinya dan resiko-resikonya itu hampir sama (vape dan rokok) tentang bahayanya kalau orang menggunakn vape itu." Ungkap Hendro.

Halaman
1234
Penulis: Dian Mulia Sari
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved