Rabu, 29 April 2026

Ibarat Kecepatan Pesawat Canggih yang Mendahului Suara, Begini Penularan Virus Corona dari Wuhan

Penularan virus Corona dari Wuhan China begitu cepat. Kini area sebaran virus Corona sudah mencapai puluhan negara di dunia.

Editor: Mathias Masan Ola
(AFP/KAZUHIRO NOGI)
Penumpang dari luar negeri menggunakan masker untuk mencegah penyebaran virus Corona saat tiba di Bandara Internasional Haneda, 28 Januari 2020. 

TRIBUNKALTIM.CO - Penularan virus Corona dari Wuhan China begitu cepat. Kini area sebaran virus Corona sudah mencapai puluhan negara di dunia.

Penyebaran yang begitu cepat, dapat diibaratkan seperti pesawat tempur canggih yang kecepatannya melebihi kecepatan suara pesawat itu sendiri.

Belum ada tanda-tanda terjangkit virus, Corona, virus ini sudah menyebar ke berbagai bagian dunia. Maka tidak salah kalau dibaratkan seperti kecepatan pesawat tempur.

Dilansir dari Kompas.com, untuk kali pertama, para ahli menemukan kasus di mana virus corona Wuhan ditularkan oleh orang yang tidak menunjukkan gejala pneumonia Wuhan.

Jika terkonfirmasi, laporan yang baru dipublikasikan dalam New England Journal of Medicine ini akan menjawab pertanyaan besar tentang transmisi virus corona jenis baru yang sedang mewabah.

Untuk diketahui, beberapa jenis virus, seperti SARS, yang juga virus corona hanya menular ketika orang yang terinfeksi menunjukkan gejala.

Baca Juga;

6 Klub Peserta Liga 1 2020 Ini Punya Lini Serang Mematikan, Persib dan Persija Masuk Kriteria?

Berseteru dengan Nikita Mirzani hingga Sebut Nyai Preman, Tessa Mariska Puas Eks Dipo Latief Ditahan

Hidup Sulit, Warga Desa Ini Langsung Mau Gadai Sertifikat Tanah dari Jokowi, Belum 24 Jam Dipegang

Sebaliknya, penyakit flu yang juga disebabkan oleh virus corona bisa menularkan virusnya sehari atau dua hari setelah mereka terinfeksi, bahkan saat gejalanya belum muncul.

Dalam kasus yang ditemukan di Jerman ini, virus corona Wuhan tampaknya lebih mirip penyakit flu, tetapi ia bisa menyebabkan dua generasi kasus, yakni orang yang tertular kemudian menularkannya ke orang lain.

Dituturkan oleh para ahli dalam jurnal, seorang wanita dari Shanghai, China, datang ke Jerman untuk urusan kerja pada tanggal 19-22 Januari 2020.

Selama di Jerman, dia tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit pneumonia Wuhan sama sekali. Akan tetapi, dia kemudian menjadi sakit ketika terbang kembali ke China.

Hasil pemeriksaan yang keluar pada tanggal 26 Januari mengonfirmasikan bahwa wanita ini telah terinfeksi virus corona Wuhan.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved