Waspada Demam Berdarah, Dinas Kesehatan Kalimantan Utara Temukan 1.300 Kasus Selama 2019
Penyakit yang menginfeksi manusia melalui gigitan nyamuk aedes aegypti tersebut, bisa mengancam jiwa penderitanya.
Penulis: Amiruddin | Editor: Rita Noor Shobah
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara ( Kaltara ), meminta masyarakat turut mewaspadai penyakit demam berdarah dengue atau DBD.
Penyakit yang menginfeksi manusia melalui gigitan nyamuk aedes aegypti tersebut, bisa mengancam jiwa penderitanya.
Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kaltara, Agust Suwandy.
Penyakit DBD kata Agust, jika lambat dideteksi dan ditangani, tingkat kematiannya terbilang tinggi.
BACA JUGA
BREAKING NEWS Dianggap Meresahkan Masyarakat Belasan Anak Punk Diamankan Satpol PP Berau
NEWS VIDEO Diamankan Satpol PP Berau, Belasan Anak Punk di Hukum Menyanyi
Tak Hanya dari Berau, Anak Punk yang Diamankan Satpol PP Berau Berasal dari Kabupaten Ini
Gubernur Isran Noor Ancam Pembangunan IKN Distop Jika Rusak Hutan, Desain Ibukota Dibagi 7 Cluster
"Jadi selain virus Corona, virus DBD ini juga sangat perlu diwaspadai masyarakat di Kaltara.
Apalagi penyakit DBD itu, terkait dengan pola perilaku manusia," kata Agust Suwandy, kepada Tribunkaltim.co, Kamis (6/2/2020).
Agust Suwandy menambahkan, data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara, terdapat sekitar 1.300 kasus yang ditangani 2019 lalu.
Penderita DBD itu, tersebar di Kabupaten Bulungan, Nunukan, Malinau, Tana Tidung, dan Kota Tarakan.
BACA JUGA
19 Mahasiswa Kalimantan Utara Jalani Masa Inkubasi di Natuna, Begini Kondisinya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/kepala-bidang-pencegahan-dan-pengendalian-penyakit-agust-suwandy.jpg)