Dekat Pohon Pisang Perempuan PNS di Deli Serdang Lakukan Aksi Bakar Diri Hingga Tewas, Ini Motifnya

Dekat Pohon Pisang Perempuan PNS di Deli Serdang Lakukan Aksi Bakar Diri Hingga Tewas, Ini Motifnya

kolase Tribun Medan
SP, perempuan yang berprofesi sebagai PNS, meninggal dunia setelah mendapat perawatan intensif di RSUP Adam Malik, Senin (10/2/2020) 

Dekat Pohon Pisang Perempuan PNS di Deli Serdang Lakukan Aksi Bakar Diri Hingga Tewas, Ini Motifnya

TRIBUNKALTIM.CO - Seorang perempuan berprofesi PNS, SP (54), warga desa Tanjung Selamat, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, melakukan aksi nekat dengan membakar dirinya.

Perempuan yang bekerja di Puskesmas PB Selayang ini sempat dilarikan ke RSUP Haji Adam Malik Medan untuk menjalani perawatan secara intensif.

Korban yang mengalami luka bakar serius hingga mencapai 90 persen lebih itu akhirnya menemui ajalnya.

Diduga Depresi dan Stres Usai Bercerai Dengan Istrinya, Usman Nekad Bakar Diri Pakai Bensin

Menonton Sepak Bola Lalu Ditangkap, Wanita Asal Iran Bakar Diri

Sederet Kisah Pria saat Diputus Pacar, Tuntut Uang Kembali di PN, Bakar Diri, hingga Gantung Diri

Seorang Pria Bakar Diri dan Pacarnya Gegara Lamaran Ditolak

SP melakukan aksi bakar diri di belakang rumahnya di Desa Tanjung Selamat, Deli Serdang, Sumatera Utara.

Kanit Reskrim Polsek Medan Sunggal, Iptu Syarif Ginting membenarkan kejadian tersebut terjadi pada Minggu (9/2/2020).

"Lokasi kejadian di Perumahan Griya Tanjung Selamat Desa Tanjung Selamat dekat pohon pisang belakang rumah kosong blok D yang berada di depan rumah korban," tuturnya kepada Tribun, Selasa (11/2/2020).

Kejadian pada hari Minggu tanggal 09 Februari 2020 pukul 15:30 WIB

Ia menyebutkan pada saat kejadian korban masih dalam kondisi kritis dan dirawat di RSUP Haji Adam Malik.

"Kemarin itu tidak meninggal masih kritis waktu kejadian itu, dirawat di rumah sakit. Kabar terakhir belum dapat kabar sekarang masih di RS Adam Malik," jelasnya.

Syarif membeberkan bahwa motif korban karena stres dan tidak ada tanda-tanda tindak pidana.

"Kalau dari keluarganya dia stres. Yang pasti ada laporan dari keluarganya, memang dia bakar diri," pungkasnya.

Namun seorang rekan korban mengatakan korban sudah meninggal Senin (11/2/2020).

Ia mengaku tahu korban sudah meninggal karena tergabung dalam grup WA bersama mendiang.

Kasubbag Humas RSUP Haji Adam Malik Medan, Rosario Dorothy menyebutkan kabar terbaru pasien telah meninggal pada 10 Februari pukul 05.00 WIB.

"Pasien Sondang sudah meninggal tanggal 10 Februari Jam 5 pagi," tuturnya.

Ia manambahkan bahwa penyebab kematian karena luka bakar yang sudah 90 persen lebih.

"Karena luka bakar 90 persen lebih," tegasnya.

Sementara itu di media sosial sudah mengalir ucapan bela sungkawa terkait kepergian PNS tersebut. 

"Selamat Jalan Ma Maktua Ku @SP. Tuhan Lebih Sayang Padamu. Tetap Tabah Buat Abgku MH. Sedih Kali Kami Mendengar Kepergian Mu Mak Tua, Padahal Rindu Kali Aku Sama Mu Maktua, Baru Sekali Nya Kita Jumpa,

Waktu Aku SMP Kelas 1, Udh Janji Aku Mau Main2 Kemedan Kalo Ada Waktu, Tapi Terus Pergi Maktua, Selamat Jalan Ma maktua, Semoga diterima di sisi Tuhan Yang Mahakuasa," tulis akun Joss.

Sedangkan akun Toni Hombing menulis: Rip atas meninggalnya istri dr morlan hutauruk(mama morales).  Smoga klrga yg ditinggalkannya tabah.

Sempat Jalani Operasi di Adam Malik

Sebelum menghembuskan nafas terakhir, SP dibawa ke RSUP Adam Malik untuk mendapat pertolongan.

Diwawancarai www.tribun-medan.com, Kasubag Humas RSUP Adam Malik Rosario Dorothy Simanjuntak menyebut kalau almarhum sempat menjalani operasi.

"Almarhum datang ke rumah sakit tanggal 9, sore. Meninggal tanggal 10 Februari 2020 jam 5 pagi," kata Rosario Dorothy Simanjuntak.

Sempat menjalani operasi sekali untuk pembersihan luka bakar," sambungnya.

Rosario Dorothy Simanjuntak menolak menceritakan detail kondisi SP.

Ia hanya menyebut kalau pasien meninggal dengan luka bakar di atas 90 persen.

"Spesifik tidak bisa kami informasikan. Kronologis polisi yang lebih tahu," sambungnya

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Medan Sunggal, Iptu Syarif Ginting membenarkan kejadian tersebut terjadi pada Minggu (9/2/2020).

Kejadian pada hari Minggu tanggal 09 Februari 2020 pukul 15:30 WIB

Ia menyebutkan pada saat kejadian korban masih dalam kondisi kritis dan dirawat di RSUP Adam Malik.

"Kemarin itu tidak meninggal masih kritis waktu kejadian itu, dirawat di RS.

Kabar terakhir belum dapat kabar sekarang masih di RS Adam Malik," jelasnya.

Syarif membeberkan bahwa motif korban karena stres dan tidak ada tanda-tanda tindak pidana.

"Kalau dari keluarganya dia stres.

Yang pasti ada laporan dari keluarganya, memang dia bakar diri," pungkasnya. (*)

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Diduga Stres, Seorang PNS di Kota Medan Memilih Bakar Diri, Tewas Setelah Jalani Operasi di RS, https://medan.tribunnews.com/2020/02/11/diduga-stres-seorang-pns-di-kota-medan-memilih-bakar-diri-tewas-setelah-jalani-operasi-di-rs?page=all.

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved