Jumat, 1 Mei 2026

Longsor di Perumahan Bukit Erliza, Pemilik Rumah Sadar saat Pagi Hari dan Sudah Dua Kali Longsor

Musibah longsor di Perumahan Bukit Erliza Samarinda menimpa dua rumah. Bahkan pemilik rumah baru sadar saat pagi hari

Tayang:
Editor: Samir Paturusi
TribunKaltim.Co/Budi Dwi Prasetiyo
Bagian belakang rumah dari Presdiana Zarta (42) warga yang bagian belakang rumahnya amblas terdampak dari longsor, Komplek Perumahan Bukit Erliza, RT 22, Kelurahan Air Putih, Samarinda Ulu., selasa (11/2 /20) 

TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA-Musibah longsor di Perumahan Bukit Erliza Samarinda menimpa dua rumah. Bahkan pemilik rumah baru sadar saat pagi hari.

Musibah longsor yang melanda Kota Samarinda belum usai sepenuhnya.

Senin (10/2/20 ) longsor kembali terjadi di Jalan Bukit Erliza, Komplek Perumahan Bukit Erliza, RT 22, Kelurahan Air Putih, Samarinda Ulu.

Dua rumah amblas pada bagian belakang akibat longsor.

Pada bagian tembok rumah terlihat retakan besar dan nyaris roboh.

Presdiana Zarta (42), pemilik rumah mengatakan, pasca hujan turun di Minggu malam (10/2/20), diketahui tanah berlahan mulai mengalami pergerakan.

Meski tanah curam setinggi 15 meter telah di turap dengan kaki pondasi sedalam 13 meter juga tak mampu menahan beban tanah.

"Sadarnya malah pagi kemarin (senin), dua kali sudah mengalami ini (longsor). Pertama tahun 2016," ucapnya.

Baca Juga;

Kabar Buruk Bonek, Rekan Makan Konate Jadi Tumbal Kemenangan Persebaya Surabaya atas Persik Kediri

Menteri BUMN Erick Thohir Ditelepon Bos Inter Milan, Mau Beli 2 Juta Masker di Indonesia untuk China

Inilah Kebijakan Nadiem Makarim yang Dinilai Buat Gaduh, Masuk 5 Menteri Perlu Diganti Versi IPO

Bakal Jadi Calon Istri Atta Halilintar, Kebiasaan Buruk Aurel Suka Keluar Malam Dibongkar Ashanty

Longsor juga pernah terjadi di awal tahun 2020. Setidaknya ada 14 titik longsor terjadi.

Plh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda, Hendra AH mengatakan, personel BPBD telah diterjunkan ke lokasi musibah longsor.

"Sudah kami cek kondisi di lapangan, untuk mengambil keputusan langkah selanjutnya," ucapnya.

Mitigasi bencana juga telah dilakukan oleh pihak BPBD, namun dalam bentuk sosialisasi.

Sedangkan dalam bentuk pencegahan dan perbaikan selama ini belum pernah dilakukan.

Dalam tahun ini, pihaknya berencana akan melakukan pencegahan.

Rencananya akan dicanangkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP).

"Rencananya tahun ini akan dijalankan. Kami akan tanam rumput vetiver di permukaan curam agar tidak longsor,"jelasnya.

Setidaknya ada tiga daerah rawan longsor di Samarinda, yakni, Samarinda Ilir, Samarinda Ulu dan Samarinda Utara.

Namun untuk yang menjadi langganan adalah daerah Samarinda Ilir.

Tak dipungkiri beberapa longsor pun kerap terjadi di area perumahan.

Hendra menyayangkan hal tersebut. Lantaran para pengembang perumahan tetap mengambil resiko tersebut.

"Menurut spesifikasi teknik itu nggak boleh, tapi mereka (pengembangan) kadang nekat mengambil resiko," tandasnya (*)

Baca Juga;

Sidang Perdana Pembunuhan Berencana, Istri Bakar Suami & Anak, Aulia Kesuma Terancam Hukuman Mati

Robert Rene Alberts Bakal Pasang Fabiano Beltrame di Posisi Baru Saat Persib Bertemu Barito Putera

Titus Bonai Mulai Latihan Bersama Tim, Manajemen Borneo FC Samarinda Berharap Lini Depan Makin Tajam

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved