Ibunda Ahmad Yusuf Datangi Hotman Paris Hutapea, Ayunda: Kemungkinan Bukan Keinginan Sendiri

Ibunda Ahmad Yusuf Ghazali, Melisari mengunjungi salah satu pengacara kondang di Indonesia, Hotman Paris Hutapea

Editor: Samir Paturusi
TribunKaltim.Co/Budi Dwi Prasetiyo
Psikolog dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak (P2TP2A) Samarinda, Ayunda Ramadhani 

TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA-Ibunda Ahmad Yusuf Ghazali, Melisari mengunjungi salah satu pengacara kondang di Indonesia, Hotman Paris Hutapea, untuk meminta pendampingan hukum atas kasus kematian anaknya.

Menyikapi kasus ini, Psikolog dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak (P2TP2A) Samarinda, Ayunda Ramadhani mengatakan, kemungkinan besar, tujuan Melisari mendatangi pengacara tersebut bukan atas kemauannya.

"Kami curiganya kan ada oknum yang memfasilitasi sebenarnya," kata Ayunda, Senin (17/2/20) siang.

Ayunda menuturkan, sebelum menyambangi Hotman Paris, kondisi psikologi Melisari sudah mulai normal.

Hal ini dibuktikan saat pendampingan terakhir pada Jumat (7/2/20), dimana Melisari menyampaikan kondisinya yang sudah mulai membaik, pasca penemuan jasad anak bungsunya.

 Vanessa Angel Nyaris Jadi Korban Psikolog Dedy Susanto, Tanya Harga Istri Bibi Ardiansyah Rp 80 juta

• Peserta SNMPTN 2019 Harus Gerak Cepat, Lihat Cara registrasi akun di Portal LTMPT, Maksimal 2 prodi

• Waktu Terbatas, Segera registrasi akun LTMPT di ltmpt.ac.id, Lihat Juga Jadwal & Tahapan SNMPTN 2020

• Buka Hari ini 2 Desember, Cara registrasi akun LTMPT di ltmpt.ac.id & Jadwal pendaftaran SNMPTN 2020

"Berarti kan dia sudah mulai masuk ke fase akhir. Meskipun kedukaan seorang ibu tidak akan pernah selesai, tapi setidaknya dia sudah bisa beraktifitas kembali," ucap Ayunda.

Sekedar informasi, setelah mengetahui anaknya meninggal dengan kondisi mengenaskan, Melisari sempat mengalami krisis, dimana hal yang dimaksud adalah suatu kejadian yang di luar prediksi seseorang.

Ayunda sendiri mengkategorikan krisis dalam berbagai tahapan yaitu syok, penolakan, marah, bargaining, depresi, hingga yang terakhir di fase penerimaan.

Menurut Ayunda, usai menjalani pendampingan psikologi, Melisari sudah memasuki fase penerimaan.

Tetapi, ketika lepas dari pendampingan, Melisari dibawa ke Jakarta untuk menemui Hotman Paris, hingga akhirnya kembali ke fase awal dan menangis.

"Ini kan membuka kembali masa krisisnya, dan akhirnya teringat lagi dengan kejadian itu," imbuhnya.

Belum lagi ada kemungkinan lain yang disampaikan oleh beberapa rekan mereka.

Karena posisinya masih sangat rapuh, sehingga berbagai masukan dari orang itu bisa menjadi kebenaran. 

Menurutnya, termasuk dugaan jual beli organ ataupun menjadi korban penculikan dan pembunuhan anak.

"Jadi dia dalam fase sedang mencari bantuan, sehingga kembali ke fase bargaining," ungkapnya.

Ayunda menjelaskan, kondisi yang ditunjukan oleh Melisari memang sangat wajar, jadi pihaknya harus pelan-pelan memahaminya.

Hal tersebut menjadi tidak wajar jika kasus ini terlalu di blow up di media, hingga mengabaikan fakta-fakta yang ada.

"Apapun yang dia yakini, kita tidak boleh menghakiminya. Tetapi, kita harus memahami bahwa itu merupakan suatu proses rumit dalam kejiwaan seseorang," paparnya.

Agar psikologisnya kembali stabil, lanjut Ayunda, mau tidak mau pihaknya harus melakukan pendampingan psikologis lagi.

Waktunya pun tergantung dari beratnya masa krisis yang dialaminya saat ini.

"Jadi kalau memang ibunya Yusuf ini ingin kita dampingi lagi kita selalu terbuka.

Kami juga akan melakukan pendampingan melalui konseling, dan jika diperlukan, kami akan melakukan terapi oleh tim psikolog yang berwenang dan memiliki legalitas,"tandasnya (*)

Modus Pengetap di SPBU Sengkawit, Modifikasi Tangki BBM Hingga Pasang Mesin Penyedot

 Usai Jaring Puluhan Sepeda Motor, Polres Bulungan Sasar Mobil Pengetap di SPBU Sengkawit

 Pasca Penertiban Pengetap di SPBU Sengkawit, Kapolres Bulungan Sebut Bikin Kapok Pengetap

 Terjaring di SPBU Sengkawit, Pengetap Terancam Undang-undang Migas dan Lalulintas

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved