Kisah Mahasiswa dari China
Mahasiswa Samarinda Ceritakan Situasi Menegangkan Lewati Screening Virus Corona, Mata pun Diperiksa
Seorang mahasiswa asal Samarinda berkuliah di China, yakni Dexi Felia berbagi kisah kepada TribunKaltim.co saat virus Corona merebak.
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Seorang mahasiswa asal Samarinda berkuliah di China, yakni Dexi Felia berbagi kisah kepada TribunKaltim.co saat virus Corona merebak.
Dexi bercerita, awal virus Corona merebak, dirinya merasa aman saja.
Namun, saat stok makanan mulai menipis dan transportasi publik berhenti beroperasi membuat dirinya panik.
"Lewat organisasi kami PPI meminta bantuan kepada KBRI dan disampaikan ke pemerintah pusat," kata Dexi, usai bertemu Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang, di Ruang VIP Rumah Jabatan wali kota, Senin (17/2/2020).
Sejak virus Corona merebak, Dexi bercerita dirinya menghabiskan waktunya di Asrama.
"Kami di asrama saja kalau keluar harus izin dulu," kata Dexi.
BACA JUGA
BREAKING NEWS Pulang dari Natuna, Mahasiswa Samarinda Sambangi Rumah Walikota Syaharie Jaang
Keinginan Mundur Harbiansyah Ditolak Surya Paloh, Kembali Jabat Ketua DPW Partai Nasdem Kaltim
Momen Tersulit Saat Rizka Nurazizah Masih di Hubei, Sulit Dapatkan Kebutuhan Pokok
Dexi bercerita, situasi paling menegangkan adalah saat melalui sejumlah screening.
Sebab, jika suhu tubuh di atas 30 derajat, maka tidak akan diperbolehkan keluar dari China.
"Banyak melalui screening," ucap Dexi, sembari mempraktikkan saat dirinya menjalani screening.
Dirinya menceritakan screening juga dilakukan hingga memeriksa mata Dexi.
Dexi bersyukur, dirinya tidak terindikasi virus Corona dan dapat dievakuasi ke Indonesia untuk menjalani masa karantina di Natuna.