Kamis, 7 Mei 2026

Masker Bukan Penangkal Nomor 1 Virus Corona, Ini Penjelasan Doktor Spesialis Paru RSUD Bontang

Kebanyakan warga mulai panik saat pemerintah mengumumkan ada 2 Warga Negara Indonesia positif terjangkit Virus Corona.

Tayang:
TribunKaltim.Co/Muhammad Fachri Ramadhani
Dokter Spesialis Paru RSUD Bontang, Dian Ariani Tarigan saat memberikan penjelasan klinis terkait Virus Corona, Rabu (4/3/2020) di Klinik Pegawai Pemkot Bontang. Didampingi Kabid Pengendalian Penyakit, Diana dan Kasi Survailence, Bencana dan Imunisasi Adi Permana dalam konferensi pers yang difasilitasi Dinas Kesehatan Kota Bontang Kalimantan Timur. 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Belakangan ini masker jadi barang yang paling dicari masyarakat di seluruh Indonesia, tak terkecuali di Kalimantan Timur.

Kebanyakan warga mulai panik saat pemerintah mengumumkan ada 2 Warga Negara Indonesia positif terjangkit Virus Corona.

Apotek dan toko penyedia alat kesehatan diincar para warga yang takut terjangkit Virus yang berasal dari Wuhan, China.

Apalagi mengingat di beberapa kabupaten/kota di Kaltim disinyalir terdapat suspek atau orang yang diduga terindikasi Virus Corona.

Masker seakan jadi alat pelindung diri paling wahid menangkal Virus Corona bagi masyarakat umum.

Ternyata pandangan tersebut keliru, masker bukan penangkal nomor satu menghindari Virus Corona.

Hal itu ditegaskan Dokter Spesialis Paru RSUD Bontang, Dian Ariani Tarigan, Rabu (4/3/2020) dalam konferensi pers yang difasilitasi Dinas Kesehatan Kota Bontang di Klinik Pegawai Pemerinta Kota Bontang.

Menurutnya, keberadaan masker diperuntukkan bagi orang sakit bukan kepada yang sehat.

BREAKING NEWS Hasil Tes Lab Dua dari Empat Suspect Warga Balikpapan Negatif Virus Corona

Ia sangat menyayangkan terjadinya fenomena ludesnya masker di apotek, lantaran banyak warga membeli sebab khawatir tertular Virus Corona.

Padahal dirinya sehat atau tidak menderita gejala demam tinggi, flu, batuk atau sesak nafas.

"Sekarang zaman Virus Corona, Virus lagi merebak, ya, keberadaan masker penting, tapi kita harus tahu penting untuk kita atau orang yang sakit. Yang lebih penting yang mana?" ungkapnya.

"Masker itu bukan pencegahan nomor satu untuk Virus Corona. Tapi pola hidup bersih sehat yang utama," tambahnya.

Lebih lanjut, pemyebaran Virus Corona baru itu melalui udara. Bila seseorang positif Virus Corona mengeluarkan percikan partikel dari rongga mulutnya, kemudian mengenai tubuh seseorang, maka penularan berpotensi tinggi terjadi.

"Penularannya tidak bisa jarak jauh, pasti dekat sekitar 1 sampai 2 meter," tuturnya, yang jadi dokter khusus penanganan Virus Corona di Kota Bontang.

Sebab itu, warga diimbau agar menjaga jarak aman ketika beraktifitas di lingkungan masyarakat.

Cegah Virus Corona, Ruben Onsu Ajari Anak Turun dari Mobil Segera Cuci Tangan, tak Mau Bikin Panik

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved