Minggu, 19 April 2026

Kain Ecoprint Ramah Lingkungan dari Sangatta Ada di Pameran Pendidikan, Ini Proses Pembuatannya

Peringatan HUT ke-56 Dharma Pertiwi menghadirkan Pameran Pendidikan, bazar dan acara bertemakan pendidikan. Kamis (4/3/2020)

Editor: Mathias Masan Ola
Tribunkaltim.co, Dian Mulia Sari
Stand Kain Ecoprint di Pameran Pendidikan, HUT ke-56 Dharma Pertiwi di Balikpapan, Kamis (5/3/2020). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Peringatan HUT ke-56 Dharma Pertiwi menghadirkan Pameran Pendidikan, bazar dan acara bertemakan pendidikan. Kamis (4/3/2020)

Berlokasi di Monumen depan Makodam VI Mulawarman Balikpapan stan dipadati oleh pengunjung yang ingin melihat-lihat pameran ataupun yang ingin berbelanja.

Salah satu stand yang menarik di pameran pendidikan dari pantauan Tribunkaltim.co adalah Kain Ecoprint dari Ibu-ibu Kodim Sangatta.

Terlihat kain Ecoprint memiliki motif yang unik dan kalem yaitu motif dedaunan dengan perpaduan warna yang tidak mencolok sehingga sangat enak untuk dipandang.

Ternyata motif daun tersebut berasal dari dedaunan asli sebagai alat untuk mencetak bentuk motif daun di kain.

HUT ke-56, Dharma Pertiwi Daerah F Gelar Pameran Pendidikan hingga Pentas Seni di Balikpapan

Peringatan HUT Ke-55 Dharma Pertiwi, Ini Sosok Wanita Inspiratis dari Daerah F

Seorang ibu dari Kodim Sangatta yang menjaga stan, Ika Pabate menjelaskan Ecoprint adalah kain yang menggunakan jejak-jejak daun asli sebagai bentuk motif yang akan dipakai di kain. Untuk daun yang digunakan bisa apa saja, mulai dari daun singkong, jarak, jati dan lain sebagainya.

"Ini Ecoprint adalah kain yang menggunakan jejak-jejak daun, daunnya apa aja. Bisa dipilih bisa pakai daun singkong, daun jarak, daun jati," ujar Ika Pabate

Ika Pabate juga menjelaskan bagaimana proses pembuatan Kain Ecoprint tersebut.

"Kain dicelup pewarna ZWA  ( zat pewarna alami ) secang, kunyit, tegeran, kemudin daun ditata di atas kain yang sudah diwarnai, Selanjutnya ditutup, terus dilapisi kertas hitam, digulung dengan bantuan pipa dan kemudin dikukus selama 2 jam," papar Ika.

Dia menjelaskan produk kain Ecoprint sangatlah ramah lingkungan karena menggunakan pewarna alami, yaitu dari kunyit, secang dan teger.

"Karena benar-benar menggunakan zat warna alami, kunyit, secang, teger, tanpa pewarna kain sedikitpun," ungkap Ika.

HUT ke-56, Dharma Pertiwi Daerah F Peduli Dunia Pendidikan

Teman Ika Pabate, menjelaskan kain ini tidak akan luntur, karena proses pembuatannya memakan waktu panjang dan prosesnya banyak.

"Gak luntur, karena prosesnya panjang, dibilang rumit-rumit, karena peosesnya banyak," ujarnya. 

Kain Ecoprint sendiri sudah dijalankan oleh ibu-ibu Kodim Sangatta 6 bulan ini berupa kain-kain dan sudah menerima pesanan.

"Mengembangkan Ecoprint sudah 6 bulan ini, sementara kami masih berupa kain, sudah menerima pesanan," kata Ika Pabate.

Sangat menarik dan inspiratif yang dilakukan oleh ibu-ibu kodim ini dengan membuat kain Ecoprint menggunakan daun-daun sebagai alat untuk membuat motifnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved