Sabtu, 2 Mei 2026

Pilkada Bontang

Ditanya Alasan Pecah Kongsi dengan Wakilnya di Pilkada Bontang 2020, Begini Respon Neni Moerniaeni

Pilkada Bontang 2020 hampir dapat dipastikan menjadi pertarungan bacalon petahana.

Tayang:
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani | Editor: Mathias Masan Ola
Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani
Ketua DPD Golkar Bontang, Neni Moerniaeni yang juga Walikota Bontang saat menghadiri Musda X DPD Golkar Bontang di Samarinda, Kalimantan Timur. 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Pilkada Bontang 2020 hampir dapat dipastikan menjadi pertarungan bacalon petahana.

Walikota Bontang Neni Moerniaeni dipastikan diusung Golkar sebagai bacalon kepala daerah di Pilkada Bontang 2020.

Sementara Wakil Walikota, Basri Rase memilih berpasangan dengan Adi Darma, mantan Walikota Bontang ketimbang melanjutkan kerjasama dengan Neni Moerniaeni.

Kedua bacalon petahana diprediksi bakal bertempur dalam kontestasi politik 5 tahunan sekali tersebut.

Satpol PP Siapkan 778 Linmas Dukung TPS Pilkada Bontang 2020, Begini Syarat Jadi Linmas

Dapat Rekomendasi PDIP dan PKB Untuk Berlaga di Pilkada Bontang, Adi Darma : Tak Ada Mahar Politik

Saat disinggung Tribunkaltim.co soal pecah kongsi menuju Pilkada Bontang 2020, Ketua DPD Golkar Bontang, Neni Moerniaeni enggan menanggapi serius.

"Tanya saja sama dia ( Basri Rase ) kenapa pecah. Mungkin mau jadi Walikota juga kali," katanya santai saat menghadiri Musda X DPD Golkar Kaltim di Samarinda, Kalimantan Timur.

Namun, saat ditanya peluang sejauh ini, istri mantan Walikota Bontang Andi Sofyan Hasdam ini mengaku optimis, pihaknya berada di jalur kemenangan. Hal itu dipertegas dengan hasil survei yang menegaskan keunggulan elektoralnya daripada bacalon pesaing lainnya.

"Kalau melihat survey jauhlah unggul saya 59 ( persen ), Pak Adi 28 (persen) dari LSI," tuturnya.

Bawaslu Klaim Pilkada Bontang Tahun 2020 Tidak Rawan Konflik

KPU Pastikan Tak Ada Pasangan Calon Walikota & Wawali Independen di Pilkada Bontang 2020

Sementara pada pemberitaan sebelumnya, bacalon wakil walikota Pilkada Bontang yang digadang diusung PKB dan PDIP, Basri Rase mengaku kepada Tribunkaltim.co, kendati memilih pecah kongsi, hubungannya dengan 'bosnya' saat ini baik-baik saja.

Namun, ia tak menampik adanya ketidakcocokan politik bersama Neni Moerniaeni selama mereka bedua memimpin Kota Bontang 4 tahun belakangan ini.

"Yang pasti saya dengan bu Neni baik-baik saja, tapi dalam hal politik, ya, memang agak kurang cocok," tuturnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved