Pilkada Bontang
Ditanya Alasan Pecah Kongsi dengan Wakilnya di Pilkada Bontang 2020, Begini Respon Neni Moerniaeni
Pilkada Bontang 2020 hampir dapat dipastikan menjadi pertarungan bacalon petahana.
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Pilkada Bontang 2020 hampir dapat dipastikan menjadi pertarungan bacalon petahana.
Walikota Bontang Neni Moerniaeni dipastikan diusung Golkar sebagai bacalon kepala daerah di Pilkada Bontang 2020.
Sementara Wakil Walikota, Basri Rase memilih berpasangan dengan Adi Darma, mantan Walikota Bontang ketimbang melanjutkan kerjasama dengan Neni Moerniaeni.
Kedua bacalon petahana diprediksi bakal bertempur dalam kontestasi politik 5 tahunan sekali tersebut.
• Satpol PP Siapkan 778 Linmas Dukung TPS Pilkada Bontang 2020, Begini Syarat Jadi Linmas
• Dapat Rekomendasi PDIP dan PKB Untuk Berlaga di Pilkada Bontang, Adi Darma : Tak Ada Mahar Politik
Saat disinggung Tribunkaltim.co soal pecah kongsi menuju Pilkada Bontang 2020, Ketua DPD Golkar Bontang, Neni Moerniaeni enggan menanggapi serius.
"Tanya saja sama dia ( Basri Rase ) kenapa pecah. Mungkin mau jadi Walikota juga kali," katanya santai saat menghadiri Musda X DPD Golkar Kaltim di Samarinda, Kalimantan Timur.
Namun, saat ditanya peluang sejauh ini, istri mantan Walikota Bontang Andi Sofyan Hasdam ini mengaku optimis, pihaknya berada di jalur kemenangan. Hal itu dipertegas dengan hasil survei yang menegaskan keunggulan elektoralnya daripada bacalon pesaing lainnya.
"Kalau melihat survey jauhlah unggul saya 59 ( persen ), Pak Adi 28 (persen) dari LSI," tuturnya.
• Bawaslu Klaim Pilkada Bontang Tahun 2020 Tidak Rawan Konflik
• KPU Pastikan Tak Ada Pasangan Calon Walikota & Wawali Independen di Pilkada Bontang 2020
Sementara pada pemberitaan sebelumnya, bacalon wakil walikota Pilkada Bontang yang digadang diusung PKB dan PDIP, Basri Rase mengaku kepada Tribunkaltim.co, kendati memilih pecah kongsi, hubungannya dengan 'bosnya' saat ini baik-baik saja.
Namun, ia tak menampik adanya ketidakcocokan politik bersama Neni Moerniaeni selama mereka bedua memimpin Kota Bontang 4 tahun belakangan ini.
"Yang pasti saya dengan bu Neni baik-baik saja, tapi dalam hal politik, ya, memang agak kurang cocok," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/pecah-kongsi.jpg)