Virus Corona

Delivery Order Bisa Jadi Solusi, Ini Cara Aman Pesan Antar Makanan Selama Pandemi Virus Corona

angan sembarangan, delivery order bisa jadi solusi, ini cara aman pesan antar makanan selama pandemi Virus Corona alias covid-19.

Editor: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto
Kolase TribunKaltim.co / freepik.com
Delivery Order Bisa Jadi Solusi, Ini Cara Aman Pesan Antar Makanan Selama Pandemi Virus Corona 

TRIBUNKALTIM.CO - Jangan sembarangan, delivery order bisa jadi solusi, ini cara aman pesan antar makanan selama pandemi Virus Corona alias covid-19.

Demi mencegah penyebaran Virus Corona jenis baru, masyarakat diimbau melakukan isolasi mandiri.

Beberapa sekolah pun diliburkan selama dua pekan dan para karyawan dihimbau untuk bekerja dari rumah.

Memesan makanan dengan layanan pesan antar atau delivery order bisa menjadi solusi untuk mengatasi perut lapar selama masa Virus Corona.

Namun, apakah aman memesan makanan melalui layanan antar di tengah pandemi Virus Corona seperti saat ini?

Najwa Shihab Bongkar Curhatan Petugas Medis hingga Driver Ojol saat Virus Corona, Anggap Pahlawan

Virus Corona Meluas, MUI Keluarkan Fatwa Shalat Jumat Boleh Diganti Shalat Dzuhur di Daerah Tertentu

Mbah Lukita Gagal Masuk RSUD RA Kartini Jepara, Tempat Tidur Penuh, Akhirnya Wafat di Tempat Parkir

Mengutip Kompas.com yang melansir laman New York Post, profesor keamanan oangan dari Cornell University, Martin Wiedmann, mengatakan bahwa risiko tertular Virus Corona melalui makanan sangat kecil.

Asalkan restoran dan pihak layanan antar melakukan tindakan pencegahan Virus dan menjaga kebersihan, covid-19 tidak akan menyebar melalui jasa pengiriman makanan.

"Saya pribadi tidak akan melakukan perubahan. Saat saya memesan pizza, saya tidak akan meminta petugas layanan antar meninggalkannya di luar dan tetap mencuci tangan sebelum memakannya," ucap Wiedmann.

Kita memang tidak bisa memastikan bahwa orang-orang yang terlibat dalam proses pembuatan makanan yang kita pesan telah menjaga kebersihan dirinya.

Namun, restoran biasanya memiliki standar operasional khusus mengenai kebersihan makanan yang mereka produksi.

Data CDC dan FDA juga mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada bukti bahwa covid-19 dapat ditularkan melalui makanan atau kemasan makanan, meski Virus tersebut bisa bertahan di permukaan hingga sembilan hari.

Kemungkinan besar Virus Corona jenis baru ini menyebar dari kontak langsung antara petugas layanan antar ke pelanggan atau sebaliknya.

Jakarta jadi Daerah Penyebaran Virus Corona Terbesar, Anies Baswedan Sebut Butuh Langkah Ekstrem

Lalu, bagaimana cara aman memesan makanan melalui layanan antar? Melansir laman Eater, berikut tips aman memesan layanan antar dari pelanggan:

1. Jaga jarak dengan petugas layanan antar

Ahli kesehatan dari George Washington University School of Medicine, Michael Knight, mengatakan bahwa covid-19 menular lewat kontak langsung antar manusia bukan dari makanan.

Berdasarkan panduan CDC, kita harus menjaga jarak minimal 2 meter ketika harus melakukan kontak langsung dengan orang lain.

Kita juga bisa meminta petugas layanan antar menaruh makanan di depan pintu atau lokasi tertentu tanpa interaksi peribadi demi mencegah penularan Virus.

2.Buang atau bersihkan permukaan yang mungkin terinfeksi

Menurut CDC, penularan covid-19 bisa terjadi karena kita menyentuh mulut, hidung atau mata setelah menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi dengan Virus.

Oleh karena itu, kita harus tetap waspada. Demi menjaga keamanan diri, sebaiknya kita membuang kemasan yang disertakan dalam pengiriman makanan.

Kita juga harus membersihkan seluruh permukaan yang bersentuhan dengan jasa pengiriman makanan tersebut menggunakan cairan desinfektan.

Konsumsi Jamu Tradisional, Tips Cegah Virus Corona Ketua DPRD Kaltara Norhayati Andris

3. Jaga kebersihan diri

Rajin mencuci tangan adalah cara terbaik untuk melindungi diri dari infeksi Virus Corona.

Jadi, kita harus mencuci tangan minimal selama 20 detik setelah menyentuh permukaan yang berpotensi terkontaminasi oleh Virus tersebut.

Gunakanlah sabun dan air mengalir untuk mencuci tangan.

Jika tidak tersedia, kita bisa menggunakan pembersih tangan berbahan dasar alkohol.

Selain itu, kita juga harus menghindari menyentuh wajah dengan tangan kotor serta menutup mulut saat batuk dan bersin.

4. Hindari berbagi makanan dan peralatan makan

Di tengah situasi pandemi saat ini, sebaiknya kita tidak berbagai makanan dan alat makan dengan orang lain.

Jika kita ingin berbagai makanan dengan orang lain, sebaiknya gunakan pring terpisah.

Update jumlah pasien positif covid-19 di Indonesia

Jumlah pasien positif Virus Corona atau covid-19 di Indonesia terus bertambah.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan Virus Corona Achamd Yurianto mengatakan, hingga Selasa (17/3/2020) ada 172 kasus pasien positif covid-19.

Jumlah ini bertambah 38 orang dari pengumuman terakhir yang dilakukan pada Senin (16/3/2020) sore.

"Total ada 172 kasus," ujar Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Kantor BNPB, Selasa sore.

Yuri menjelaskan, sebanyak 12 kasus didapatkan sejak Senin sore hingga malam. "Sehingga sampai tanggal 15 (Maret 2020) ada 146 kasus," ucapnya.

Kemudian, jumlah ini bertambah setelah dengan hasil pemeriksaan spesimen yang dilakukan Balitbang Kesehatan.

Dinyatakan Sembuh, Pasien Corona Bagikan Tips tak Terserang Virus Please Jangan Panik

Jumlahnya dari data yang dicek saat itu bertambah 20 kasus. Setelah itu, pemeriksaan yang dilakukan Universitas Airlangga memperlihatkan bahwa ada tambahan 6 kasus.

"Sehingga total ada 172 kasus," ucap Achmad Yurianto.

DKI Jakarta paling banyak Yuri mengatakan, dari angka 172 kasus tersebut ada empat provinsi yang mengalami penambahan kasus covid-19 cukup banyak.

Daerah tersebut di antaranya DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Kepulauan Riau.

"Penambahan terbanyak adalah dari Provinsi DKI Jakarta, kemudian dari Jawa Timur, kemudian dari Jawa Tengah dan juga dari Provinsi Kepulauan Riau," ungkapnya.

Menurut Yuri, peningkatan jumlah kasus positif Virus Corona di DKI Jakarta salah satunya disebabkan karena mobilitas penduduk yang cukup tinggi.

"Kita memaklumi bahwa pintu gerbang di DKI itu gerbang masuk negara di DKI cukup besar," ujarnya.

"Kemudian mobilitas penduduknya juga sangat tinggi dan kemungkinan terjadinya kontak dari kasus-kasus positif yang kita dapatkan juga cukup besar," sambungnya.

Yuri menjelaskan, jumlah kasus positif covid-19 khususnya di DKI Jakarta terbuka melalui penelusuran kontak atau tracing contact.

Tracing contact tersebut dilakukan oleh Dinas Kesehatan DKI Jakarta, jajaran pemerintah daerah dibantu dengan aparat Kepolisian.

"Kita bersyukur bahwa cukup banyak yang bisa kita dapatkan," ungkapnya. Tujuh orang meninggal dunia Selanjutnya, berdasarkan data pemerintah, kasus pasien yang meninggal setelah terpapar covid-19 pun bertambah menjadi tujuh orang. "Tujuh (yang meninggal)," ujar Yuri, saat dihubungi, Selasa (17/3/2020) malam.

Di dalamnya termasuk seorang pasien positif Corona di RSUP Kariadi, Semarang, Jawa Tengah. Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabowo mengatakan, pasien itu meninggal pada Selasa (17/3/2020) pukul 03.48 WIB dini hari.

Sembilan orang sembuh Kendati demikian, saat ini sembilan dari 172 orang positif covid-19 telah dinyatakan sembuh.

Angka kesembuhan ini bertambah satu dari yang sebelumnya sebanyak delapan orang.

"Secara umum, kondisi yang dirawat sudah membaik dan kemudian beberapa pasien yang kemarin sudah kita laporkan di awal sudah ada sembilan orang yang dinyatakan sembuh dan bisa pulang," tutur Yuri.

Menurut Yuri, masih ada beberapa orang lagi yang menunggu pemeriksaan kedua untuk bisa pulang. Apabila pada pemeriksaan kedua pasien tersebut dinyatakan negatif covid-19, maka bisa segera dipulangkan.

"Tinggal menunggu interval dua hari lagi untuk kita laksanakan pemeriksaan dan apabila negatif juga, maka sudah bisa dipulangkan," lanjut dia.

Periksa 2.300 spesimen

Yuri menegaskan, pemerintah terus melakukan pemeriksaan spesimen terkait kasus covid-19.

Ia mengatakan, sampai saat ini pemerintah sudah memeriksa lebih dari 2.300 spesimen.

"Kita sudah mencapai lebih dari 2.300 spesimen dan ini bergerak cepat karena memang dari hari ke hari kita bisa menambah sampai 500 orang untuk dilakukan pemeriksaan karena memang fasilitas laboratoriumnya juga sudah kita tambahkan," ungkapnya.

Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Jusuf Kalla Minta Kebersihan Masjid Dijaga

Yuri menuturkan, laboratorium Universitas Airlangga juga telah mulai memeriksa spesimen Virus Corona.

Ia berharap pekan depan semakin banyak laboratorium yang bisa mulai memeriksa spesimen Virus Corona.

"Kami berharap bahwa setidak-tidaknya minggu depan pemeriksaan ini sudah bisa dilaksanakan dibanyak tempat," tutur dia.

Di Jakarta, pemerintah akan melibatkan laboratorium lembaga Eijkman, laboratorium Universitas Indonesia, dan Balai Besar Teknologi Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Kita berharap Surabaya tidak hanya dari Universitas Airlangga tetapi juga dari Balai Besar Teknologi Kesehatan lingkungan Surabaya," ucap Yuri.

"Kemudian di Yogya, di Banjar Baru dan kemudian kita juga akan menyiapkan beberapa Balai Besar yang lainnya untuk pemeriksaan spesimen ini," imbuh dia.

(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "4 Cara Aman Pesan Antar Makanan di Tengah Pandemi Corona", https://health.kompas.com/read/2020/03/18/080000768/4-cara-aman-pesan-antar-makanan-di-tengah-pandemi-Corona?page=all#page2.
Penulis : Ariska Puspita Anggraini
Editor : Ariska Puspita Anggraini
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved