Senin, 27 April 2026

Jejak Pasien Corona di Bontang

APBD Belum Bisa Gerak Walikota Bontang Neni Pakai Uang Pribadi Semprot Desinfektan 600 Kelas SD-SMA

Penyemprotan desinfektan ke sekolah dan tempat ibadah dimulai, Kamis (19/3/2020) di Kota Bontang. Neni Moerniaeni terjun langsung pada penyemprotan.

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani | Editor: Mathias Masan Ola
Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani
Walikota Bontang Neni Moerniaeni ikut memantau penyemprotan desinfektan di rumah ibadah dan ruang sekolah di Bontang, Kalimantan Timur, Kamis (19/3/2020). 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Penyemprotan desinfektan ke sekolah dan tempat ibadah dimulai, Kamis (19/3/2020) di Kota Bontang.

Walikota Bontang Neni Moerniaeni turut terjun langsung pada agenda penyemprotan desinfektan tersebut. Targetnya ada 600 kelas dilakukan penyemprotan desinfektan, dengan waktu yang belum ditentukan. Bila sehari 30 kelas, penyemprotan ini bisa dilakukan hingga 20 hari ke depan.

"Ada 600 kelas sekolah, mulai dari SD sampai SMA yang bakal kita spray desinfektan," tuturnya di sela kegiatan penyemprotan salah satu rumah ibadah di Bontang, Kalimantan Timur.

Belakangan diketahui, kegiatan penyemprotan desinfektan awal ke sekolah dan rumah ibadah menggunakan uang pribadi walikota Neni.

Cegah Virus Corona Ini Jadwal Penyemprotan Desinfektan di Kota Samarinda, Kamis 19 Maret 2020

Cegah Virus Corona Hari Ini Pemkab Kutai Kartanegara Semprot Desinfektan di Wilayah Perkantoran

"Ini pribadi saya dulu. Pakai uang bunda dulu, kemarin beli-beli ini, Alhamdulillah dapat ini. Karena, kan, belum bisa keluar apa-apa ( APBD )," tuturnya.

Dana tak terduga pemerintah Kota Bontang menghadapi situasi darurat masih dalam proses pengurusan. Ia tak bisa keluar secara tiba-tiba.

Cegah Penyebaran Covid- 19, PMI Kabupaten Berau Lakukan Penyemprotan Desinfektan di Fasum

Cegah Covid-19 RSUD Bontang Tiadakan Waktu Kunjungan, Semprot Sarana dan Fasilitas Pakai Desinfektan

Dengan adanya kepastian 1 warga Kaltim positif terjangkit virus corona. Maka pemerintah kabupaten/kota harus bergerak cepat mengantisipasi resiko penyebaran. Sebab itu diperlukan langkah taktis dari masing-masing kepala daerah.

"Setelah ini kita harap mereka ( sekolah ) mandiri ke depan. Melakukan sanitasi sendiri. Hari ini kita sisir utara dulu. Awalnya kita ( pemerintah ) tanggung, selanjutnya mandirilah," ujarnya.

"Sekolah swasta yang mampu harap berpartisipasi. Kebersihan lingkungan jadi tanggungjawab sekolah masing-masing, kan," sambungnya. (Tribunkaltim.co/Fachri)

IKUTI >> Update virus Corona

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved