Selasa, 28 April 2026

Liga 1

Persib Terancam Sanksi Gara-gara Iklan Rokok, Petinggi Maung Bandung Angkat Bicara

Persib terancam sanksi gara-gara iklan rokok, petinggi Maung Bandung angkat bicara

Tribun Jabar/Deni Denaswara
Persib terancam sanksi gara-gara iklan rokok, petinggi Maung Bandung angkat bicara 

TRIBUNKALTIM.CO - Persib terancam sanksi gara-gara iklan rokok, petinggi Maung Bandung angkat bicara 

Tim Persib Bandung terancam sanksi dari PT Liga Indonesia Baru ( LIB ) selaku operator Liga 1 2020 .

Penyebabnya Persib Bandung mencantumkan iklan rokok dalam jersey miliknya .   

PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) telah resmi melarang penggunaan brand rokok dan situs judi untuk menjadi sponsor tim peserta Liga 1.

Dari 18 tim peserta Liga 1, terdapat dua klub yang memiliki sponsor berkaitan dengan situs judi dan rokok dalam jersey kebesarannya.

Persib Bandung dengan tagline 'Pria Punya Selera' dan Tira Persikabo dengan sponsor SBOTOp.

 Usai Menang atas PSS Sleman, Robert Rene Alberts Sesumbar Persib jadi Tim Satu-satunya di Liga 1

 Persib Menang atas PSS Sleman, Robert Rene Alberts Justru Mengaku Kecewa

 Diragukan di Awal Musim, Duet Geoffrey Castillion dan Wander Luiz Beri Bukti ke Pendukung Persib

Manajemen Persib Bandung akhirnya buka suara terkait hal ini.

Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Kuswara S Taryono, mengatakan bahwa pihaknya akan terlebih dahulu berdiskusi sebelum mengambil sikap.

"Tentang itu manajemen belum mau berkomentar lebih lanjut. Karena ini jadi bahan perdebatan, karena tidak menyangkut ke objek, itu barangkali. Saya kira ini harus menyikapi dengan bijak. Mungkin nanti kami akan mengkaji lebih dahulu, nanti komentar secara formal akan kita sampaikan segera," ujar Kuswara belum lama ini.

Terkait permasalahan ini, Kuswara menyebut bahwa pihak sponsor yang bersangkutan belum ada pembicaraan dengan manajemen tentang pelarangan tersebut.

"Kami harus menyikapi secara bijak, kami harus mengkaji terlebih dahulu, kami tidak mau terburu-buru, untuk menjadi polemik yang lebih luas," katanya.

Sebenarnya, Maung Bandung telah menjalin kerja sama dengan bran rokok tersebut sejak musim 2018.

Namun masalah baru muncul kepermukaan belakangan ini.

Sehingga hal ini menjadi pertanyaan bagi publik.

Belum lagi beredar foto bus PSSI yang disponsori oleh brand rokok lainnya.

Kuswara memilih untuk tidak berpolemik dengan itu dan akan mempelajarinya lebih dalam soal apa yang harus dilakukan.

"Kami belum bisa berkomentar lebih lanjut, karena kami harus lihat secara utuh persoalannya, termasuk soal bus PSSI, karena itu kan menjadi bahan perdebatan kami enggak mau sepotong-potong. Kami harus lihat secara menyeluruh. Pokoknya kami akan melihat dulu secara komperhensif dan kita lihat lebih lanjut," katanya.

 Cantumkan iklan rokok

 klub berjuluk Maung Bandung itu disinyalir mencantumkan tulisan yang berkaitan dengan produk rokok di jerseynya . 

Liga 1 2020 sudah dua pekan bergulir.

Sejumlah laga seru tersaji di setiap pekannya.

Tak hanya itu, yang juga menjadi perhatian publik adalah sponsor Tira Persikabo dan salah satu sponsor Persib Bandung.

 Persib Bandung vs PSS Sleman, Robert Rene Alberts Minta Pemain Tidak Lengah, Slemania Kecewa Arthur

 Menang atas Arema FC, Persib Catatkan 4 Hal Cemerlang di Pekan Kedua Liga 1

 On Fire Usai Bantai Persela dan Arema FC, Bobotoh Siap Kecewa, Persib Berpotensi Disanksi PT LIB

 Akibat Corona Laga Bhayangkara FC vs Persija Tanpa Penonton, Bagaimana Nasib Persib vs PSS Sleman?

Tira Persikabo punya sponsor SBOTOP.

Sementara Persib di jersinya ada tagline Pria Punya Selera.

Hal itu terlihat di pekan pertama dan kedua Liga 1 2020.

Terkait hal ini, PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi telah mengeluarkan surat edaran terkait sponsor untuk klub-klub sepak bola Indonesia.

Surat tersebut dikeluarkan, Selasa (25/2/2020).

“Terkait implementasi peraturan nasional soal sponsor industri olahraga tertanggal 25 Mei 2019, PT Liga Indonesia Baru (LIB) telah menyampaikan penegasan kembali bahwa sesuai peraturan pemerintah yang berlaku, LIB tidak mengizinkan klub yang berpartisipasi pada kompetisi resmi yang dikelola LIB untuk menjalin kerja sama komersial dengan produk yang berkaitan langsung dengan brand rokok, minuman beralkohol dan situs perjudian,” kata Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan di laman resmi Liga Indonesia.

Adapun landasan peraturan terkait poin ini tertuang dalam:

1. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Pasal 27 Ayat 2

2. PP No. 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan

3. PEPRES No. 74 Tahun 2013 tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol

4. PERMENDAG No. 20 Tahyn 2014 tentang Pengendalian dan Pengawasan Terhadap Pengadaan, Peredaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol

5. Hasil Rapat Koordinasi POLRI dan PSSI pada tanggal 20 Februari 2020

6. Hasil Rapat Koordinasi Satgas Anti Mafia Bola dan PSSI pada tanggal 25 Februari 2020.

Iriawan menambahkan bila klub yang tetap melakukan ikatan kerja sama dengan pihak yang telah dilarang pada peraturan sebagaimana tersebut, hal itu merupakan tanggung jawab klub sepenuhnya.

IKUTI >> Update Liga 1

(*)

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Komentar Manajemen Persib Terkait Larangan Brand Rokok Jadi Sponsor, https://jabar.tribunnews.com/2020/03/18/komentar-manajemen-persib-terkait-larangan-brand-rokok-jadi-sponsor.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved