Selasa, 12 Mei 2026

Hari Raya Nyepi

Sejarah Hari Raya Nyepi dan Makna Tradisi bagi Umat Hindu Indonesia, serta yang Beda dari Bali Kini

Hari ini 25 Maret 2020 ditetapkan sebagai libur nasional untuk memperingati perayaan keagamaan hari raya Nyepi.

Tayang:
Editor: Syaiful Syafar
kdei-taipei.org
Sejarah Hari Raya Nyepi dan Makna Tradisi bagi Umat Hindu Indonesia, serta yang Beda dari Bali Kini 

TRIBUNKALTIM.CO - Hari ini 25 Maret 2020 ditetapkan sebagai libur nasional untuk memperingati perayaan keagamaan hari raya Nyepi.

Hari raya Nyepi berlangsung setiap tahun yang dirayakan umat Hindu.

Bagaimanakah sejarah dan makna hari raya Nyepi ?

Seperti yang dilansir TribunTravel dari beberapa sumber, perayaan hari raya Nyepi didasarkan pada penanggalan atau kalender Saka.

Sejak tahun 78 masehi, perhitungan tahun Saka ditetapkan, di mana satu tahunnya juga sama-sama memiliki 12 bulan dan bulan pertamanya disebut Caitramasa, bersamaan dengan bulan Maret tarikh Masehi dan Sasih Kesanga dalam tarikh Jawa dan Bali di Indonesia.

Tahun Baru Saka memiliki makna sebagai hari kebangkitan, hari pembaharuan, hari kebersamaan (persatuan dan kesatuan), hari toleransi, hari kedamaian sekaligus hari kerukunan nasional.

Ucapan Selamat Hari Raya Nyepi Dalam Bahasa Indonesia, Inggris dan Bali, Bisa Dikirim Lewat WhatsApp

Berikut ini 7 Hal Penting yang Perlu Kamu Ketahui Sebelum Liburan ke Bali Saat Nyepi

Bisa Dicicipi Saat Liburan Hari Raya Nyepi, Ini 10 Kuliner Malam di Bali, Ada Sate Plecing Arjuna

Perayaan Hari Raya Nyepi di Samarinda Terpusat di Pura Jagat Hita Karana Sungai Pinang Dalam

Setiap tahunnya, umat Hindu merayakan pergantian Tahun Saka yang dilakukan dengan cara Nyepi selama 24 jam.

Selama Nyepi, umat Hindu melakukan rangkaian acara yang terdiri dari:

1. Upacara Melasti, Mekiyis, Melis

Umat Hindu di Samarinda dan sekitarnya melaksanakan prosesi rangkaian hari raya Nyepi, yakni Melasti di tepian sungai Mahakam, Minggu (11/3/2018).
Umat Hindu di Samarinda dan sekitarnya melaksanakan prosesi rangkaian hari raya Nyepi, yakni Melasti di tepian sungai Mahakam, Minggu (11/3/2018). (TRIBUNKALTIM.CO/CHRISTOPER DESMAWANGGA)

Inti dari acara ini adalah menyucikan Bhuana Alit (alam manusia) dan Bhuana Agung (alam semesta).

Kegiatan ini dilakukan di sumber air suci kelebutan, campuan, patirtan, dan segara.

Namun sebagian besar umat Hindu melakukannya di segara, karena sekalian untuk tirtha amerta (air yang memberi kehidupan) ngamet sarining amerta ring telenging segara.

2. Menghaturkan bhakti atau pemujaan

Perayaan Hari Raya Nyepi Umat Hindu di Pura Giri Jaya Natha Balikpapan, Kalimantan Timur.
Perayaan Hari Raya Nyepi Umat Hindu di Pura Giri Jaya Natha Balikpapan, Kalimantan Timur. (TribunKaltim.co/Nalendro)

Kegiatan ini dilakukan di balai agung atau pura desa di setiap desa pakraman, setelah kembali dari mekiyis.

3. Tawur Agung atau Mecaru

Tawur Agung Kesanga di Samarinda dilaksanakan jam 09.00- 11.00 Wita dengan jumlah umat sangat terbatas 20 orang, yang bisanya lebih dari 400 umat.
Tawur Agung Kesanga di Samarinda dilaksanakan jam 09.00- 11.00 Wita dengan jumlah umat sangat terbatas 20 orang, yang bisanya lebih dari 400 umat. (TribunKaltim.co/Budi Dwiprasetyo)
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved