Jumat, 8 Mei 2026

Hantavirus

Berawal dari Makhluk Ini Hantavirus Menular, Benarkah Lebih Mengerikan daripada Corona?

Berawal dari makhluk ini Hantavirus menular, benarkah lebih mengerikan daripada Virus Corona atau covid-19?

Tayang:
Penulis: Syaiful Syafar | Editor: Doan Pardede
news.com.au
ILUSTRASI Tikus - Berawal dari makhluk ini Hantavirus menular, benarkah lebih mengerikan daripada Virus Corona atau covid-19? 

TRIBUNKALTIM.CO - Berawal dari makhluk ini Hantavirus menular, benarkah lebih mengerikan daripada virus Corona atau covid-19?

Di tengah pandemi virus Corona atau covid-19 yang telah menginfeksi lebih dari 190 negara, jagat maya dihebohkan dengan Hantavirus.

Penyakit yang disebabkan oleh tikus ini dikhawatirkan dapat mewabah seperti covid-19.

Pemberitaan Hantavirus ramai setelah media lokal China, Global Times, memberitakan bahwa ada seorang pria asal Yunnan tiba-tiba meninggal di dalam bus saat sedang melakukan perjalanan ke Provinsi Shandong, China.

Setelah diuji menggunakan tes nukleus acid, diketahui pria tersebut terinfeksi Hantavirus.

Kemudian, 32 penumpang bus juga diuji, apakah terjadi penularan dari manusia ke manusia atau tidak.

Pria di China Meninggal Dunia Setelah Terinfeksi Hantavirus, Simak Perbedaannya dengan Virus Corona

Corona Belum Tuntas, Muncul Lagi Hantavirus dan Sudah Makan Korban, Kenali Gejala & Cara Penyebaran

Mendadak Muncul Hantavirus di China saat virus Corona Mewabah, 1 Orang Terinfeksi Meninggal Dunia

Hantavirus Bukan Penyakit Baru, Berikut Gejala yang Dirasakan Penderita Hingga Pencegahannya

Lantas, apa itu Hantavirus?

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, anggota keluarga patogen Hantavirus sebagian besar disebarkan oleh tikus.

"Infeksi Hantavirus apa pun dapat menyebabkan penyakit Hantavirus pada manusia," kata CDC.

Setiap strain Hantavirus dihubungkan dengan spesies inang dari hewan pengerat seperti tikus.

Hantavirus ditularkan melalui udara.

Hal ini terjadi ketika partikel virus dari urine, kotoran, dan air liur hewan bergerak di udara dan menginfeksi manusia.

Dalam kasus yang jarang terjadi, seseorang dapat terjangkit Hantavirus jika digigit oleh hewan yang terinfeksi.

CDC juga mengatakan, seseorang dapat terinfeksi Hantavirus jika dia menyentuh mulut atau hidung setelah memegang permukaan yang terkontaminasi dengan urine, kotoran, atau air liur tikus.

Ahli juga percaya, memakan makanan yang terkontaminasi dapat menyebabkan seseorang terinfeksi Hantavirus.

Dilansir Newsweek, Selasa (24/3/2020), seseorang yang terinfeksi Hantavirus jenis "Dunia Baru" yang ditemukan di Amerika dapat mengembangkan apa yang dikenal sebagai sindrom paru Hantavirus (HPS).

Sedangkan jenis "Dunia Lama" yang ditemukan di Eropa dan Asia dapat memicu demam berdarah dengan sindrom ginjal (HFRS).

Untuk pria dari China yang baru meninggal karena Hantavirus, tidak diketahui apakah dia mengalami salah satu dari kondisi ini.

Penularan dari manusia ke manusia CDC menyatakan, Hantavirus di AS tidak dapat ditularkan dari manusia ke manusia.

Namun, penularan Hantavirus dari manusia ke manusia yang langka pernah didokumentasikan di Chile dan Argentina.

Hal ini terjadi pada orang yang melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi virus Andes.

Orang kerap terinfeksi Hantavirus ketika mereka berada di daerah perdesaan, hutan, dan ladang pertanian, di mana banyak hewan pengerat yang hidup di sana.

Gejala HPS dan HFRS

Dalam kasus HPS dan HFRS gejalanya berbeda.

Berikut penjelasannya:

Gejala HPS

Gejala dari sindrom paru Hantavirus (HPS) yang berpotensi mematikan, termasuk kelelahan, demam, dan nyeri otot, terutama di paha, punggung, pinggul, dan kadang bahu.

Seseorang mungkin juga merasa pusing, sakit kepala, kedinginan, muntah, dan mengalami diare.

Antara empat sampai 10 hari setelah fase pertama, seseorang dapat mengalami sesak napas, batuk, dan paru-paru mungkin terisi cairan.

"Dada saya terasa seperti diikat pita ketat dan seperti ada bantal menutupi wajah saya," kata seorang pasien yang terinfeksi HPS pernah berkata kepada CDC.

Dari mereka yang mendapatkan kondisi tersebut, 38 persen meninggal.

Gejala HFRS

Untuk kasus HFRS, gejala muncul dengan cepat.

Hal ini termasuk sakit punggung dan perut, sakit kepala, kedinginan, mual, dan demam.

Penglihatan mereka juga bisa kabur dan wajah mereka menjadi memerah atau meradang.

Pengakuan Dokter di Surabaya Tertular virus Corona Karena Hal Sepele Tak Disengaja Pasien Covid-19

Ini dapat diikuti oleh tekanan darah rendah serta syok akut, kebocoran pembuluh darah, dan gagal ginjal akut.

Orang yang terinfeksi Hantavirus yang menyebabkan HFRS, antara 1 sampai 15 persen pasien meninggal.

Sempat beredar pesan lebay

Setelah kabar pria dari China meninggal karena Hantavirus tersebar luas, muncul pesan teks di luar negeri yang menghubung-hubungkan penyakit ini dengan virus Corona atau covid-19.

Pesan teks itu memperingatkan bahwa dunia berada dalam bahaya oleh penyakit Hantavirus dan covid-19 yang mewabah saat ini.

Berikut bunyi salah satu teks yang beredar di luar negeri seperti dikutip The Independent, Rabu (25/3/2020).

"Ketika seluruh dunia masih menderita karena covid-19, muncul virus lain. Virus hanta telah terdeteksi di China, disebabkan oleh hewan pengerat. Satu sudah meninggal dan beberapa dinyatakan positif," bunyi pesan itu.

Isi pesan itu dinilai berlebihan alias lebay.

Hantavirus memang merujuk pada keluarga virus berbahaya yang disebarkan oleh hewan pengerat.

Namun, Hantavirus tidak sebanding dengan virus Corona SARS-CoV-2 yang menyebabkan covid-19.

Hantavirus juga bukan jenis penyakit baru.

Infeksi Hantavirus telah dikenal selama beberapa dekade dan berpotensi aktif lebih lama, tidak mudah berpindah antar manusia.

Sebaliknya, orang yang terinfeksi Hantavirus umumnya disebabkan karena dia telah terpapar cairan tubuh tikus seperti memegang urin, air liur, atau kotoran tikus yang mengandung Hantavirus.

Hantavirus ditularkan melalui udara.

Hal ini terjadi ketika partikel virus dari urin, kotoran, dan air liur hewan bergerak di udara dan menginfeksi manusia.

Bukan Jahe, Peneliti Temukan Obat Baru Penangkal Corona, Ternyata Banyak di Pasar dan Harganya Murah

Kabar Gembira, Ilmuwan China Akhirnya Ungkap Kapan Virus Corona Bisa Lenyap Tak Bersisa dan Caranya 

Detik-detik Keluarga Buka Plastik Jenazah Pasien PDP Virus Corona, Reaksi Jubir Covid-19 Pasrah

Jokowi Bocorkan 4 Provinsi Bakal Terima Dampak Buruk Virus Corona, Bukan Jakarta, 2 di Kalimantan

Kendati sekitar 15-30 persen orang yang terinfeksi Hantavirus meninggal, dunia jauh lebih siap menghadapinya karena kita sudah memiliki vaksin untuk melawan Hantavirus.

Pesan hoaks yang beredar terkait Hantavirus di tengah wabah virus Corona justru menimbulkan lebih banyak kekhawatiran dan cenderung menyebabkan kecemasan.

Terutama karena orang-orang saat ini sudah khawatir tentang pandemi covid-19.

IKUTI >> Update Hantavirus

(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengenal Hantavirus, dari Penularan hingga Gejala yang Dirasakan", https://www.kompas.com/sains/read/2020/03/25/110200423/mengenal-Hantavirus-dari-penularan-hingga-gejala-yang-dirasakan
Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved